Konten dari Pengguna

Manajer Petronas Yamaha: 15 Balapan Cukup untuk MotoGP Musim Ini

Info Sport

Info Sport

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pebalap Yamaha Petronas, Fabio Quartararo. Foto: RASFAN / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Pebalap Yamaha Petronas, Fabio Quartararo. Foto: RASFAN / AFP

Manajer tim Petronas Yamaha, Wilco Zeelenberg, mengatakan bahwa 15 balapan sudah cukup untuk menentukan juara dunia musim ini. Ia juga bilang bahwa format balapan dua kali seperti Superbike sangat mungkin dilangsungkan.

Pria asal Belanda tersebut mengatakan bahwa 15 balapan sudah cukup untuk menjadi juara dunia MotoGP dan seri berformat doubleheader (dua kali balapan dalam sehari) dapat juga menjadi pertimbangan.

Alasannya ia mengatakan apabila musim 2020 dimulai lebih dari bulan Mei, maka jelas tidak mungkin untuk menyelenggarakan semua seri balapan.

Sebelumnya, wabah SARS-Cov-2 telah membuat seri pembuka MotoGP diundur dari GP Qatar pada 8 Maret ke GP Italia pada 31 Maret. Namun, mengingat Italia adalah negara yang paling banyak terjangkit wabah di Eropa, seri tersebut terancam dibatalkan.

Dalam wawancara dengan Niki Kovacs, Zeelenberg juga mengonfirmasi bahwa sudah ada diskusi untuk menyelenggarakan dua balapan di sirkuit Sepang. Seperti yang diketahui, Sepang merupakan markas dari tim Petronas Yamaha.

video youtube embed

"Kami sudah berkomunikasi dengan Dorna untuk menyelenggarakan dua balapan di Malaysia, namun tak dibolehkan. Bagi saya ,19-20 balapan musim ini sulit dilangsungkan jika sistemnya sedikit tidak dimodifikasi," ujar Zeelenberg.

"Kalau dimulai bulan Juni ataupun Juli, jelas hampir tak mungkin 20 balapan akan berjalan. Belum lagi misalkan cedera, tentu Anda akan absen pada lima sampai enam seri," tambah eks pebalap kelahiran Bleiswijck ini.

Zeelenberg sebelumnya merupakan pebalap yang turun di Grand Prix pada kelas kelas 80 cc, 125cc dan 250 cc. Kariernya terbentang dari tahun 1985 hingga 1995. Setelah pensiun, ia beralih ke bidang manajemen pebalap.

Sebelum menjadi manajer di tim Petronas Yamaha, ia sempat mengantarkan Cal Crutchlow menjadi juara dunia World Superbike pada tahun 2009. Ia juga sempat menjadi manajer dari Jorge Lorenzo di tim Yamaha pada musim 2010.

Ketika Crutchlow menjadi juara, Superbike menjalankan dua kali balapan per seri, yang sekarang ditambah menjadi tiga kali.

Jika kondisi memaksa kalender MotoGP untuk dipotong, maka Zeelenberg melihat kemungkinan untuk keluar dari "tradisi" dengan dua kali balapan per seri.

"Saya melihat contoh dari Superbike, dua kali balapan per seri. Jika musim ini berjalan sebanyak 15-16 balapan, maka dengan format seperti itu anda hanya butuh delapan kali pekan balapan untuk 16 balapan," kata Zeelenberg.

Musim ini, ia akan tetap menjadi manajer dari duo pebalap muda , Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli di tim Petronas.