Materi Lempar Cakram: Peraturan, Teknik, hingga Peralatan

ยทwaktu baca 6 menit
Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Materi lempar cakram perlu dipahami oleh setiap pemula yang ingin memainkan olahraga ini. Lempar cakram merupakan cabang olahraga atletik yang dimainkan dengan bantuan cakram.
Lempar cakram memiliki kemiripan dengan lempar lembing, tolak peluru, dan martil. Perbedaan dari keempat cabang olahraga atletik dengan nomor lempar tersebut adalah benda yang digunakan.
Cakram merupakan benda berbentuk seperti piring dengan bingkai dari sabuk besi yang terbuat dari kayu. Pada turnamen besar seperti Olimpiade, perlombaan di cabang olahraga juga menarik perhatian karena berlangsung secara seru dan menarik.
Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai materi tentang lempar cakram yang terdiri dari sejarah, peraturan, teknik dasar, ukuran lapangan, peralatan, hingga manfaatnya.
Sejarah Lempar Cakram
Olahraga lempar cakram sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno pada tahun 708 SM. Saat itu, lempar cakram menjadi bagian dari kompetisi pentathlon atau pancalomba, yaitu lima olahraga yang digabung menjadi satu kesatuan.
Berdasarkan buku Dasar-Dasar Atletik oleh Yahya Eko Nopiyanto, dkk., (2020: 98), pada permulaannya, cakram yang digunakan terbuat dari batu terupam halus yang memiliki berat antara 3,06-4,08 kg.
Cara melakukan lempar cakram pada zaman dahulu juga berbeda dengan sekarang. Awalnya, gerakan lempar cakram meniru gaya nelayan yang melempar jaring secara berulang-ulang. Sementara saat ini, gerakannya sudah mengalami modifikasi, mulai dari posisi awalan hingga teknik yang digunakan.
Sejak runtuhnya kejayaan Eropa kuno, olahraga lempar cakram sempat menghilang di kehidupan masyarakat dan hanya menjadi cerita dalam narasi sejarah. Olahraga ini kemudian ditemukan kembali oleh Christian Georg Kohlrausch dan murid-muridnya pada tahun 1870-an.
Setelah itu, lempar cakram menjadi bagian dari Olimpiade modern pertama di Athena pada tahun 1896. Saat itu, kompetisi untuk olahraga ini hanya diikuti oleh kaum laki-laki saja. Hingga akhirnya pada 1928, Olimpiade mengadakan pertandingan lempar cakram yang bisa diikuti oleh perempuan.
Rangkuman Materi Lempar Cakram
Menurut peraturan Internasional Amateur Athletic Federation (IAAF), berikut adalah materi tentang atlet lempar cakram secara lengkap:
1. Atlet Laki-Laki
Usia muda 16-17 tahun: 1,5 kg
Usia junior 18-19 tahun: 1,75 kg
Usia 20-49 tahun: 2 kg
Usia 50-59 tahun: 1,5 kg
Usia 60 tahun ke atas: 1 kg
2. Atlet Perempuan
Seluruh usia hingga 74 tahun diizinkan untuk melempar cakram dengan berat 1 kg. Sementara itu, atlet perempuan berusia 75 tahun diizinkan untuk melempar cakram dengan berat 0,75 kg.
Teknik Dasar Lempar Cakram
1. Teknik Memegang Cakram
Saat memegang cakram, tempatkan ibu jari di permukaan cakram dan keempat jari lainnya di bagian pinggir cakram. Penyebaran keempat jari ini harus rata dan sisa cakram yang ada akan ditahan oleh sendi-sendi yang paling dekat dengan ujung jari.
Untuk memastikan Anda sudah memegang cakram dengan benar, maka lakukan tes dengan menggoyangkan lengan ke depan dan belakang seperti pendulum.
Apabila cakram tidak terlepas meski tidak menggenggamnya terlalu erat, maka kemungkinan besar teknik yang dilakukan sudah benar. Melalui teknik yang tepat, gaya sentrifugal yang ada di lingkaran cakram akan membantu piringan tersebut tetap berada di tempat.
2. Teknik Membidik
Setelah memegang cakram dengan benar, kini saatnya Anda mempersiapkan untuk membidik lemparan dengan cara berikut ini:
Posisikan tubuh tegak dengan bahu kiri menghadap ke titik yang ditargetkan.
Buka kaki selebar bahu.
Posisikan lutut sedikit ditekuk
Pegang cakram di depan dengan posisi telapak tangan menghadap ke bawah.
Tangan yang tidak memegang cakram menahan dari bawah agar cakram tidak jatuh.
3. Teknik Persiapan Melempar
Setelah selesai membidik, sudah saatnya Anda melempar cakram. Sebelum melempar, para atlet lempar cakram umumnya akan melakukan putaran tubuh sambil mengayunkan tangan sebanyak satu setengah kali. Berikut ini adalah caranya:
Ayunkan lengan pemegang cakram ke belakang dengan telapak tangan masih menghadap ke bawah.
Setelah ayunan ke belakang mencapai titik maksimal, ayunkan kembali lengan tersebut ke depan.
Sambil melakukan ayunan ini, Anda disarankan untuk sembari memutar pinggul dan mendorong tubuh menggunakan kaki kanan agar tenaga bisa terkumpul maksimal.
4. Teknik Melempar Cakram
Setelah mengumpulkan kekuatan dengan berputar, maka saatnya cakram dilempar. Pastikan posisi tangan sudah berada di sudut yang tepat sesuai sasaran saat cakram dilepaskan dari genggaman.
Jika ingin melepas cakram dari genggaman, Anda perlu sedikit menekan cakram, sehingga porosnya bisa berputar di jari telunjuk. Semakin stabil putaran yang terjadi, maka cakram pun akan semakin stabil saat dilempar.
Ukuran Lapangan Lempar Cakram
Lapangan lempar cakram memiliki bentuk lingkaran, yaitu dari titik tengah lingkaran. Lalu, ditarik dua garis keluar dan arah depan membentuk sudut 40 derajat.
Olahraga yang satu ini dilakukan pada lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter 2,5 meter.
Permukaan lantai tempat melempar harus datar dan tidak licin, terbuat dari semen, aspal, dan lainnya. Lingkaran lemparan dikelilingi oleh sangkar/pagar kawat untuk menjamin keselamatan petugas, peserta, dan penonton.
Berikut ini adalah ukuran lapangan untuk lempar cakram sesuai standar internasional:
Ukuran garis tengah lapangan: 2,50 meter
Lingkaran yang digunakan untuk melempar terbuat dari baja atau metal (perlombaan resmi).
Ukuran perpanjangan dari garis tengah: 0,75 meter
Besar sudut untuk melempar: 40ยบ
Ukuran garis batas untuk melempar: 5 cm
Peralatan Lempar Cakram
Bahan cakram terbuat dari kayu atau bahan lain dengan bingkai dari metal. Bingkai berbentuk lingkaran penuh dan tepat di tengah-tengah cakram, maka ada beban yang dapat dilepas dan pindahkan. Ukuran cakram untuk putra dan putri adalah sebagai berikut:
Berat cakram untuk putra: 2 kg garis tengah (219-221 mm).
Berat cakram untuk putri: 1 kg garis tengah (180-182 mm).
Manfaat Lempar Cakram
Dikutip dari laman DoveMed, ada beberapa manfaat lempar cakram untuk kesehatan tubuh, di antaranya:
1. Meningkatkan Kesehatan Kardiovaskular
Lempar cakram melibatkan aktivitas aerobik yang intens, seperti lari cepat dan melompat. Aktivitas ini dapat membantu meningkatkan denyut jantung dan sirkulasi darah dalam tubuh.
Selain itu, berlatih lempar cakram secara teratur dapat meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru, serta meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Ini membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti penyakit jantung, hipertensi (tekanan darah tinggi), dan stroke.
2. Meningkatkan Fleksibilitas dan Mobilitas
Lempar cakram melibatkan banyak gerakan tubuh bagian atas dan lengan, sehingga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan mobilitas di bahu, punggung, dan pinggul. Fleksibilitas dan mobilitas yang lebih baik dapat mengurangi risiko cedera dan memperbaiki postur tubuh.
3. Meningkatkan Kekuatan dan Kekuatan Otot
Lempar cakram membutuhkan kerja sama antara otot-otot di seluruh tubuh, terutama pada bagian kaki, bahu, dan tubuh bagian tengah. Aktivitas ini membantu meningkatkan kekuatan otot dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.
4. Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kesehatan Mental
Berolahraga telah terbukti memiliki efek positif pada kesehatan mental, yang mana dapat membantu mengurangi tingkat stres dan kecemasan. Sebab, olahraga merangsang pelepasan endorfin, yakni hormon yang bertanggung jawab atas perasaan bahagia dan relaksasi.
5. Meningkatkan Koordinasi dan Keseimbangan
Lempar cakram membutuhkan koordinasi yang tepat antara gerakan tubuh bagian atas dan bawah. Selain itu, untuk menghasilkan lemparan yang akurat, diperlukan keseimbangan yang baik.
Karenanya, berpartisipasi dalam olahraga lempar cakram dapat membantu meningkatkan koordinasi dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan.
Demikian penjelasan materi lempar cakram yang perlu diketahui oleh atlet pemula. Dengan begitu, Anda bisa menguasainya dengan mudah dan benar.
(ANH & SFR)
