Mengenal Istilah Peleton, Rombongan Pesepeda yang Diacungi Jari Tengah

·waktu baca 1 menit
Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Insiden rombongan pesepeda diacungi jari tengah oleh pemotor kawasan Dukuh Atas, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, sedang viral. Itu terjadi pada Rabu (26/5), diduga lantaran rombongan pesepeda yang jumlahnya puluhan itu bergerak di jalur kanan alias jalur kendaraan bermotor.
Jadi, si pemotor diduga merasa lajunya terhalang oleh rombongan peleton sepeda itu hingga jari tengah diacungkannya. Rombongan pesepeda itu mengambil jalur kanan karena laju di jalur kiri terhalang kendaraan lain.
Rombongan road bike atau peleton memang telah menjadi pemandangan lumrah di jalanan Jakarta. Namun, ada sejumlah pengguna jalan lain yang merasa terganggu karenanya.
Sebenarnya, apa sih istilah peleton pesepeda itu? Kami mengulasnya dalam stori ini, silakan disimak.
Hugh Trenchard et al dalam Collective behavior and the identification of phases in bicycle pelotons mendefinisikan peleton sebagai sekelompok pesepeda yang digabungkan bersama melalui manfaat energi timbal balik dari peregangan, mengikuti orang lain di zona dengan hambatan udara yang berkurang. Nantinya, akan ada yang bergiliran memimpin.
Trenchard dalam Peloton phase oscillations membagi anggota peleton dalam dua kelompok: Satu, di belakang pesepeda pada zona dengan tekanan udara yang berkurang, yang disebut sebagai 'peregangan'. Dua, di posisi non-drafting yang tekanan udaranya tertinggi. Pesepeda di zona drafting mengeluarkan energi lebih sedikit daripada di posisi depan.
Jadi, kegiatan bersepeda dengan konsep peleton diyakini memiliki manfaat untuk menghemat energi. Sebab, banyaknya jumlah orang berpengaruh pada penurunan hambatan yang dramatis.
Intinya, para pesepeda ini membuat formasi tertentu dengan rombongannya. Pemimpin peleton merupakan sosok yang bertanggung jawab mengatur tingkat kecepatan dan arah jalan.
