Mengenal Jalan dan Lari sebagai Nomor Cabang Olahraga Atletik

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Olahraga dikenal dengan aktivitas yang penuh dengan gerakan tubuh. Aktivitas ini cukup sering dilakukan, terutama bagi mereka yang ingin menyehatkan tubuh. Selain menyehatkan tubuh, olahraga juga dilakukan untuk mendapatkan prestasi.
Adapun olahraga berbeda dari aktivitas umum lainnya yang dilakukan oleh tubuh. Apabila aktivitas biasa tidak direncanakan untuk tujuan menyehatkan tubuh, olahraga tentunya ialah aktivitas yang direncanakan agar membuat tubuh lebih bugar.
Beberapa aktivitas biasa yang tidak termasuk ke dalam olahraga, seperti misalnya menaiki tangga, membersihkan rumah, menulis, dan beberapa hal lainnya. Sementara aktivitas yang bisa dikatakan sebagai olahraga ialah senam, berenang, bersepeda dan sebagainya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), olahraga diartikan sebagai aktivitas atau gerak badan yang membutuhkan ketangkasan, kemahiran, atau tenaga untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh orang yang melakukannya.
Olahraga terdiri dari banyak cabang, seperti sepak bola, bulu tangkis, voli, basket, lari, jalan cepat, lompat, dan lain-lain. adapun olahraga lompat, lempar, jalan dan lari merupakan gerak dasar olahraga atletik.
Keempat kategori olahraga tersebut sering kali dilombakan secara nasional maupun internasional. Kali ini, Info Sport akan membahas seputar kategori jalan dan lari. Simak terus artikel ini untuk mengetahui informasinya.
Baca juga: Pada saat Melakukan Jalan Cepat Gerakan Lengan Harus Seirama dengan Apa?
Mengenal Olahraga Lari
Lari merupakan salah satu kategori dari cabang olahraga atletik. Adapun menurut buku Atletik, dikatakan bahwa lari adalah lompatan yang berturut-turut oleh seseorang. Dalam gerakan lari, ada satu fase di mana kedua kaki pelari tidak menginjak atau menumpu tanah.
Perlu diketahui, olahraga balap lari ini terbagi ke dalam beberapa nomor, yakni lari jarak pendek atau sprint, lari jarak menengah, dan lari jarak jauh. Berikut ini penjelasannya.
Lari Jarak Pendek
Pada nomor lari jarak pendek, pelari atau peserta akan menempuh jarak yang tidak terlalu jauh. Adapun lari jarak pendek dibagi lagi menjadi beberapa nomor, yaitu dengan jarak 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Pada lari jarak pendek, teknik start yang digunakan adalah jongkok atau crouch start.
Lari Jarak Menengah
Sementara itu, pada nomor lari jarak menengah, pelari akan menempuh jarak 800 meter, 1000 meter, 1500 meter, 2000 meter, dan 3000 meter. Untuk memulai lari jarak menengah, teknik start yang digunakan ialah berdiri, kecuali untuk jarak 800 meter menggunakan teknik jongkok.
Lari Jarak Jauh
Jarak yang ditempuh pada nomor lari jarak jauh sepanjang 5.000 meter, 10.000 meter, 42.195 meter, dan lari lintasan alam. Untuk bisa berlari dengan jarak sejauh itu, pelari memerlukan tenaga dan stamina yang sangat kuat.
Mengenal Olahraga Jalan Cepat
Selain olahraga lari, pada cabang olahraga atletik, ada juga olahraga jalan cepat. Menurut buku Kepelatihan Atletik Jalan dan Lari, jalan cepat diartikan sebagai gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah.
Agar tidak didiskualifikasi saat lomba, peserta jalan cepat tidak boleh melakukan lompatan atau langkah melayang. Setidaknya, ada satu kaki yang selalu menginjak tanah. Jarak yang ditempuh pada nomor jalan cepat, sekitar 5 km dan 10km untuk perempuan, serta 10 km dan 20 km untuk pria.
(NNR)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan olahraga?

Apa yang dimaksud dengan olahraga?
Olahraga diartikan sebagai aktivitas atau gerak badan yang membutuhkan ketangkasan, kemahiran, atau tenaga untuk menguatkan dan menyehatkan tubuh orang yang melakukannya.
Ada berapa nomor dalam olahraga lari?

Ada berapa nomor dalam olahraga lari?
Olahraga balap lari ini terbagi ke dalam beberapa nomor, yakni lari jarak pendek atau sprint, lari jarak menengah, dan lari jarak jauh.
Apa yang dimaksud jalan cepat?

Apa yang dimaksud jalan cepat?
Jalan cepat diartikan sebagai gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah.
