Peraturan Badminton dalam Standar Internasional

·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peraturan badminton telah ditetapkan oleh BWF. Seperti yang diketahui, olahraga ini cukup populer di Indonesia. Setiap turnamen yang diselenggarakan selalu menyedot animo publik yang tinggi.
Pada olahraga badminton, ada beberapa peraturan yang mesti ditaati setiap pemain dalam pertandingan. Selain skill dan kemampuan yang hebat, para pemain juga mesti memahami aturan yang telah disepakati tersebut.
Aturan-aturan dasar seperti cara servis hingga perhitungan poin telah disusun oleh BWF selaku induk organisasi badminton dunia agar jalannya pertandingan teratur. Berikut ini adalah peraturan permainan badminton.
Teknik dan Peraturan Badminton
1. Peraturan Poin
Ada beberapa penilaian dalam permainan bulu tangkis, di antaranya adalah:
Pada permainan bulu tangkis dalam nomor ganda atau tunggal, terdiri atas 21 angka. Misalnya, kedua pihak mendapatkan angka sama, yaitu 20-20, lalu harus selisih dua poin. Misalkan, kamu meraih angka 21 terlebih dahulu dan lawanmu mendapat angka 20, maka kamu belum keluar sebagai pemenang.
Kamu akan menjadi pemenang jika selisih angkamu dan tim lawan adalah 2, menjadi 22-20. Angka maksimal tiap game adalah 30. Apabila terjadi poin 29-29, pemenangnya adalah yang terlebih dulu mencapai angka 30.
Permainan dalam olahraga bulu tangkis, nomor tunggal atau nomor ganda, terdiri dari tiga set. Jika tim kamu memenangkan dua set langsung, maka tidak akan ada tambahan set ketiga.
Jika tim kamu menang pada set pertama dan kalah pada set kedua, ada tambahan satu set yang biasa disebut rubber game. Set ketiga adalah set penentuan, di mana yang menang pada set ketiga berarti keluar sebagai pemenangnya.
2. Peraturan Servis Badminton
Servis adalah pukulan pertama ke arah lawan yang dilakukan oleh pemain untuk memulai suatu pertandingan dalam permainan bulu tangkis.
Servis dilakukan pemain dari satu sisi (kanan atau kiri) lapangan secara menyilang menyeberangi jaring ke area lawan.
Pada pertandingan bulu tangkis partai tunggal atau ganda memiliki area servis yang berbeda.
Jika kok jatuh di luar area atau batas garis lapangan, maka kok dinyatakan keluar dan poin untuk penerima servis.
Penentuan posisi tempat servis (kanan atau kiri) dilakukan sebelum pertandingan dimulai, dan ditentukan sesuai dengan jumlah poin yang sudah dikumpulkan oleh pemain yang akan melakukan servis.
Penentuan posisi kanan untuk jumlah poin genap dan posisi kiri untuk jumlah poin ganjil. Servis dari posisi kanan dilakukan ketika jumlah poin masih sama-sama nol.
Aturan servis yang harus diperhatikan dalam permainan bulu tangkis adalah:
Posisi bagian atas (kepala) raket harus berada di bawah pegangan raket ketika memukul kok.
Posisi bagian atas (kepala) raket lebih tinggi atau di bawah pinggang.
Posisi kaki berada di atas garis tengah lapangan (garis depan area permainan sendiri).
Kaki kiri tidak boleh melangkah (statis).
Kaki kanan hanya boleh bergeser dan tidak boleh diangkat dari lantai.
Mengayunkan raket dan memukul kok dilakukan secara bersama sehingga menjadi satu rangkaian.
Pemain penerima servis boleh bergerak setelah pelaku servis memukul bola.
3. Jenis Pelanggaran Pemain
Ada beberapa jenis kesalahan dalam pertandingan di bulu tangkis. Termasuk di antaranya saat kok menyangkut di bibir net melakukan servis ke arah lawan. Hal tersebut dapat menambah pundi-pundi angka menuju kemenangan.
Jika pemain melakukan aksi pukulan raket melewati net atau kok belum sampai ke area lawan, maka pemain tersebut melakukan pelanggaran. Jika pemain melakukan hal tersebut, maka satu poin didapat oleh lawannya.
Ketika bola jatuh di area sendiri atau gagal servis maka satu poin melayang ke lawannya. Hal tersebut juga berlaku saat bola keluar lapangan.
Jika raket menyentuh kok sebanyak dua kali hal itu termasuk dalam pelanggaran di bulu tangkis. Jadi pemain hanya diperbolehkan untuk menyerang ataupun bertahan.
4. Kartu Peringatan pada Badminton
Sama halnya dengan sepak bola, bulu tangkis juga menerapkan kartu kuning dan kartu merah untuk pelanggaran yang terjadi di lapangan. Jika ada pemain yang melakukan pelanggaran kecil atau sengaja mengulur waktu pertandingan, maka wasit akan mengeluarkan kartu kuning.
Kartu merah di badminton diartikan sebagai pindahnya servis dan satu poin untuk lawan. Sedangkan kartu hitam menjadi hukuman paling berat di bulu tangkis dan mengakibatkan sang pemain harus keluar lapangan alias didiskualifikasi.
5. Peraturan Lapangan Badminton
Berikut ini adalah ukuran lapangan bulu tangkis yang sesuai dengan standar internasional :
Panjang lapangan bulu tangkis: 13,40 m
Lebar lapangan bulu tangkis: 6,10 m
Jarak garis servis depan dari garis net, yaitu 1,98 m
Jarak garis servis tengah dari garis samping lapangan yaitu 3,05 m
Jarak garis servis belakang (untuk permainan ganda) dari garis belakang lapangan: 0,76 m
Jarak garis samping permainan tunggal dari garis pinggir lapangan yaitu 0,46 m
Tinggi net: 1,52 m
Tinggi tiang net: 1,55 m
Ukuran Lapangan Bulu Tangkis Partai Tunggal
Panjang lapangan: 13,40 meter.
Panjang lapangan: 4,72 meter.
Lebar lapangan: 5,18 meter.
Lebar lapangan permainan penerima servis: 2,59 meter.
Ukuran Lapangan Bulu Tangkis Partai Ganda
Panjang lapangan: 13,40 meter.
Lebar lapangan: 6,10 meter.
Panjang lapangan permainan penerima servis: 3,96 meter.
Lebar lapangan permainan penerima servis: 3,05 meter.
Demikian peraturan badminton sesuai standar internasional yang perlu kamu ketahui.
(ANH)
