Peraturan Deuce dalam Permainan Tenis Meja, Ini Penjelasannya

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Tenis meja atau biasa dikenal dengan pingpong adalah suatu olahraga yang menggunakan bet (raket) yang bisa dimainkan secara tunggal atau ganda. Tenis meja merupakan olahraga yang biasa dimainkan di dalam gedung. Menggunakan bet (raket) kayu yang dilapisi karet untuk memukul bola melewati jaring yang dipasang di tengah meja.
Permainan tenis meja mulai dikenal pada abad ke-19 di Inggris. Saat itu, tenis meja dikenal sebagai permainan kelas atas di mana hanya bisa dimainkan oleh para bangsawan sebagai kegiatan rekreasi setelah makan malam.
Peraturan Deuce dalam Permainan Tenis Meja
Pada permainan tenis meja berlaku sistem rally point. Pemain berpindah tempat setelah perebutan lima skor.
Mengutip dari buku Menjadi Juara Tenis Meja karya Anne Nelistya, apabila terjadi deuce permainan tenis meja berakhir jika selisih nilai adalah dua angka. Seperti contoh, kedudukan skor 10-10, maka pertandingan akan berakhir jika salah satu pemain berhasil mendapatkan selisih dua angka.
Peraturan Pertandingan Tenis Meja
Berikut adalah peraturan pertandingan dalam tenis meja yang wajib diketahui:
1. Sistem Eliminasi
Pertandingan tenis meja pada umumnya menggunakan sistem eliminasi tunggal dengan aturan sebagai berikut:
Pada tahap pertama dari setiap pertandingan, pemain dibagi menjadi empat kelompok. Misal, jika ada 8 orang pemain, maka akan ada 2 orang pemain dalam tiap kelompok. Dari tiap kelompok akan diambil satu orang pemenang untuk diadu lagi hingga tersisa 4 orang saja.
Pada tahap terakhir, pemenang dan runner-up akan diadu untuk menentukan juara pertama.
2. Petugas di Lapangan
Hakim garis, bertugas memutuskan apakah bola yang mengenai tepi meja benar-benar masuk atau keluar.
Penghitung pukulan, hanya bertugas pada sistem ekspedit (expedite system).
Wasit (umpire), adalah orang yang bertanggung jawab atas berlangsungnya pertandingan dengan adil. Wasit berada pada jarak 2-3 m dari meja pertandingan. Wasit dapat duduk pada kursi yang lebih tinggi dari meja tenis atau berdiri. Dengan demikian, wasit dapat melihat garis tengah dengan jelas.
Syarat menjadi wasit antara lain seperti berikut:
Wasit harus berpakaian rapi dan bertingkah laku baik.
Wasit harus dapat mengambil keputusan dengan cepat.
Bertindak bijaksana menghadapi berbagai situasi.
Memahami suasana menekan yang dialami pemain ketika bertanding
Dapat memaafkan pelanggaran yang kecil atau yang tidak jelas.
Harus tegas dan berwibawa.
Istilah dalam Tenis Meja
Sama seperti olahraga lainnya, dalam tenis meja juga memiliki beberapa istilah pertandingan sebagai berikut:
1. Anti-topspin
Jenis lapisan karet pada bat yang dapat menghentikan putaran (spin) dan kecepatan.
2. Backhand
Jenis pukulan dengan punggung tangan menghadap ke arah lawan. Pukulan ini dilakukan dari depan dada.
3. Dead Ball
Bola dikembalikan tanpa putaran.
4. Double Hit
Bola dipukul dua kali oleh satu orang pemain.
5. Forehand
Jenis pukulan dengan telapak tangan menghadap ke arah lawan. Bat berada pada posisi normal. Pukulan dilakukan dari samping badan.
6. Let
Rally yang hasilnya tidak dicatat. Jika wasit mengatakan let, pertandingan dihentikan untuk sementara.
Let berlaku jika bola menyentuh net saat servis atau rally. Let juga berlaku jika servis dilakukan saat receiver belum siap.
(ANS)
