Konten dari Pengguna

Peraturan Lompat Tinggi dalam Pertandingan

Info Sport

Info Sport

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Lompat Tinggi (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Lompat Tinggi (Sumber: Pixabay)

Peraturan lompat tinggi mengharuskan atletnya untuk menggunakan satu kaki dan melewati tiang penyangga. Olahraga ini merupakan nomor perlombaan dalam cabang olahraga atletik.

Olahraga atletik lompat tinggi dipertandingkan untuk memperoleh lompatan setinggi-tingginya saat melewati mistar dengan ketinggian tertentu.

Peraturan dalam perlombaan lompat tinggi juga telah ditetapkan oleh Federasi Atletik Internasional (IAAF). Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Ketentuan dan Peraturan Lompat Tinggi

Peraturan Lompat Tinggi dalam Perlombaan (Sumber: Pixabay)

Peraturan yang berlaku saat pertandingan atau kejuaraan lompat tinggi berlangsung adalah sebagai berikut:

  • Para atlet nantinya akan bertanding untuk melewati mistar tanpa menjatuhkannya hingga mencapai batas tertinggi.

  • Peserta yang tidak dapat melanjutkan lompatan lagi dinyatakan gugur.

  • Setiap atlet memiliki tiga kesempatan untuk melewati mistar dengan ketinggian yang sama. Jika dalam ketiga kesempatan tersebut gagal dalam melewati mistar, maka dinyatakan gugur.

  • Tolakan hanya diperbolehkan dengan menggunakan satu kaki.

  • Jika peserta menjatuhkan mistar dalam percobaan ketiga, maka dinyatakan gugur.

  • Peserta atau menggunakan seragam serta segala atribut lain yang sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan panitia.

Diskualifikasi

Peserta lompat tinggi akan diskualifikasi apabila melakukan:

  • Dalam tiga menit panggilan, pelompat belum melakukannya.

  • Pelompat kembali ke arah awalan sesudahnya.

  • Pelompat mendarat dengan menggunakan dua kaki.

  • Pelompat mendarat di luar matras.

Peraturan Pertandingan Lompat Tinggi

Peralatan Lompat Tinggi (sumber: Pixabay)

1. Mistar Lompat

Pada olahraga lompat tinggi, mistar lompat digunakan sebagai pembatas bagi atlet ketika melakukan lompat tinggi. Mistar lompat tersebut bisa terbuat dari alumunium, metal, kayu, atau bahan lain yang tipis dan aman bagi pelompat.

Berikut ini adalah ketentuan mistar lompat:

  • Mistar berbentuk bulat atau segitiga.

  • Diameter minimum 25 mm dan maksimum 30 mm dengan permukaan yang datar atau rata pada kedua ujung yang berguna untuk meletakkannya pada bagian papan penopang.

  • Memiliki panjang 3,98 hingga 4,02 meter yang disesuaikan dengan jarak tiang.

  • Memiliki berat maksimal, yaitu 2 kilogram.

  • Mistar tipis dan datar dengan ukuran 3 cm x 15 cm x 20 cm.

  • Penopang mistar pada tiang lompat memiliki ukuran panjang 6 cm dengan lebar 4 cm.

2. Lapangan Lompat Tinggi

Lompat Tinggi (Sumber: Pixabay)

Lapangan lompat tinggi dibagi menjadi empat jenis, yaitu jalur awalan, daerah tolakan, mistar serta penyangganya, dan matras untuk mendarat.

  • Area atau jalur awalan bentuknya menyerupai bujur sangkar atau setengah lingkaran yang memiliki jarak dari tepi ke titik pusat sejauh 15 meter.

  • Daerah tolakan berada di sekitar depan dan bawah mistar. Area tolakan harus dibuat sedatar mungkin, bersih, dan tidak licin. Hal tersebut dilakukan agar tidak membahayakan atlet pada saat melakukan tolakan.

  • Mistar dibuat dengan panjang sekitar 3,98-4,02 meter dan berat maksimal 2 kg, lalu disanggah dengan menggunakan penyangga mistar yang diletakkan secara bersejajar dengan jarak yang sama dengan panjang mistar. Tiang penyangga wajib memiliki ukuran, salah satunya sebagai penentu tinggi mistar atau tinggi lompatan.

  • Mistar ditopang dengan menggunakan penopang mistar yang ada pada masing-masing tiang penyangga. Ukuran dari penopang mistar adalah 4x6cm.

  • Tempat pendaratan atau matras berukuran 3×5 meter yang terbuat dari bahan busa dengan ketebalan 60 cm.

3. Tiang Lompat

Lompat Tinggi (sumber: Pexels)

Seluruh bentuk atau model untuk tiang lompat dapat digunakan dalam kompetisi lompat tinggi. Asalkan, tiang lompat tersebut bersifat kaku dan kekar.

  • Tiang memiliki penopang yang kokoh dan kaku untuk mistar.

  • Tiang lompat harus cukup tinggi untuk melebihi tiang yang sebenarnya. Di mana, mistar akan dinaikkan minimal setiap 10 cm.

  • Jarak antara tiang lompat tidak kurang dari 4 meter, sedangkan jarak antara tiang lompat juga tidak lebih dari 4,04 meter.

  • Tiang lompat tidak boleh dipindahkan ketika perlombaan atau kompetisi sedang berlangsung. Namun, apabila tiang tersebut sudah tidak sesuai dengan titik atau tempat bertumpu dan sudah tidak sesuai dengan tempat mendarat, maka wasit dapat mengambil keputusannya untuk menyesuaikan tiang tersebut. Dalam hal ini, perlombaan harus dilakukan setelah satu tahap telah lengkap dan telah selesai dilakukan.

Itulah peraturan lompat tinggi dalam pertandingan yang perlu diketahui oleh pemula. Lompat tinggi menjadi salah satu cabang olahraga atletik yang sangat populer.

(ANH)

Sumber: https://worldathletics.org/