Pertandingan Pencak Silat Ditentukan dengan Apa Saja?

·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertandingan pencak silat ditentukan dengan beberapa pertimbangan. Hal ini tentunya bergantung pada hitungan yang didapatkan selama jalannya pertandingan atau kondisi kedua pesilat yang bertarung di atas lapangan.
Pencak silat merupakan olahraga yang mengandalkan kekuatan dan ketangkasan anggota tubuh. Tak hanya itu, pencak silat juga kerap dilihat dari bagaimana keindahan gerakan yang dilakukan. Oleh karena itu, selain sebagai olahraga, pencak silat juga bisa dilihat sebagai sebuah seni bela diri.
Lebih lanjut, pertandingan pencak silat sebagai olahraga dengan pencak silat sebagai seni juga memiliki perbedaan. Untuk mengetahuinya, simak penjelasan pertandingan pencak silat ditentukan dengan cara apa di bawah ini.
Pertandingan Pencak Silat Ditentukan dengan Apa?
Pencak silat sebagai olahraga dengan pencak silat sebagai seni bela diri tentu mempunyai perbedaan. Pencak silat sebagai olahraga dilombakan dengan cara bertarung antara dua orang dalam satu lapangan, sedangkan pencak silat sebagai seni bela diri terfokus hanya pada gerakan.
Sebagai olahraga, para pesilat diperbolehkan untuk menyerang semua anggota tubuh lawannya kecuali bagian leher ke atas dan kemaluan. Dalam pertandingan ini, para pesilat juga biasanya akan bertanding dalam 3 babak yang nantinya akan dipimpin oleh satu orang wasit dan 5 orang juri.
Dikutip dari buku Pendidikan Jasmani oleh Irwansyah, kemenangan dalam pertandingan pencak silat ditentukan dengan ketentuan berikut:
Pertandingan berhasil diselesaikan dalam 3 babak dan keputusan juri yang memenangkan lebih banyak dibanding pihak lawan (menang angka)
Lawan tidak dapat melanjutkan pertandingan. Baik itu karena tidak dapat melanjutkan pertandingan, tidak layak tanding atas rekomendasi dokter, atau permintaan pelatih/pesilat (menang teknik)
Lawan jatuh karena serangan yang sah dan tidak mampu melanjutkan pertandingan setelah hitungan ke-10 dari wasit (menang mutlak)
Lawan mendapatkan peringatan ke-3, melakukan pelanggaran berat, atau melakukan pelanggaran tingkat pertama sehingga lawan cedera (menang diskualifikasi)
Pertandingan tidak seimbang (menang WMP / wasit menghentikan pertandingan)
Lawan tidak muncul di arena pertandingan (mengundurkan diri)
Penentuan Pertandingan Pencak Silat sebagai Seni
Pertandingan pencak silat sebagai seni umumnya memperhatikan kesesuaian gerakan dan ketepatan waktu di mana asing-masing peserta diberi waktu 5 menit. Adapun unsur yang dinilai yaitu:
1. Biraga (maksimal poin 40)
Kerapian dan kaidah teknik
Kesempurnaan teknik dan ketepatan
Pengisian ruang/pola langkah
Keseragaman dalam gerakan
Stamina
2. Birama (maksimal poin 30)
Ketepatan gerak dan irama
Variasi dalam irama
Keserasian tetabuhan
Keseragaman gerak bersama dan irama
3. Birasa (maksimal poin 30)
penjiwaan/keserasian gerak
kesungguhan ekspresi
adat, span santun, mental
perlengkapan
Sama halnya dalam pertarungan, dalam kategori seni juga para pesilat bisa mendapatkan pengurangan poin jika mengalami kekurangan atau kelebihan waktu. Ada pun rinciannya yaitu:
¼ menit (15 detik) atau lebih dikurangi 5 poin
½ menit (30 detik) atau lebih dikurangi 10 poin
1 menit (60 detik) dikurangi 20 poin
Jadi, pencak silat sebagai seni membutuhkan disiplin waktu yang tinggi agar gerakan sesuai dengan durasi yang telah ditentukan. Demikian informasi mengenai pertandingan pencak silat ditentukan dengan apa.
(MYP)
