Konten dari Pengguna

Piala Thomas Cup Dipertandingkan Sekali dalam? Ini Jawabannya

Info Sport

Info Sport

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Piala Thomas Cup (Sumber: Getty Images)
zoom-in-whitePerbesar
Piala Thomas Cup (Sumber: Getty Images)

Piala Thomas Cup dipertandingkan sekali dalam setiap dua tahun. Awalnya, Thomas Cup diadakan selama tiga tahun sekali. Namun, sejak 1982, Thomas Cup diadakan setiap dua tahun sekali.

Thomas Cup merupakan kejuaraan bulu tangkis beregu putra yang paling terkenal dan bergengsi di dunia. Turnamen Thomas Cup pertama kali digelar pada 1949.

Nama Thomas Cup sendiri diambil dari dari presiden pertama Federasi Bulu Tangkis Internasional (BWF), yakni Sir George Alan Thomas.

Sebelum menjabat sebagai presiden, Sir George Alan Thomas merupakan mantan atlet badminton asal Inggris. Sepanjang kariernya sebagai pemain bulu tangkis, Sir George telah menyumbangkan empat gelar juara All England yang diraih secara berturut-turut, yakni pada edisi 1903 hingga 1927.

Setelah sembilan tahun perjalanan kariernya, Sir George menyumbangkan sebuah piala yang dibuat oleh pengrajin bernama Atkin Bros.

Piala setinggi 28 cm itu turut dihiasi dengan ukiran berbunyi;

"The International Badminton Championship Cup presented to the International Badminton Federation by Sir George Thomas, Bart, 1939”.

Awalnya, Piala Thomas digelar untuk pertama kali pada 1949 di Preston, Lancashire, Inggris diikuti sebanyak 10 negara kontestan. Negara tersebut adalah Denmark, Kanada, Inggris, Irlandia, Bosnia, Prancis, Amerika Serikat, India, Swedia, dan Malaya.

Meski begitu, sepanjang sejarah penyelenggaraan Piala Thomas, hanya ada lima negara yang sanggup meraih gelar juara. Kelima negara itu adalah China, Malaysia, Indonesia, Jepang, serta Denmark.

Berikut adalah penjelasan piala Thomas Cup bulutangkis dipertandingkan sekali dalam dua tahun.

Piala Thomas Cup Dipertandingkan Sekali dalam Setiap 2 Tahun

Perayaan Gelar Thomas Cup 2020, di Denmark (Sumber: Badminton Talk)

Hingga saat ini, Indonesia merupakan negara dengan jumlah raihan Thomas Cup terbanyak di dunia. Tim Merah Putih mampu meraih 14x gelar juara Thomas Cup.

Gelar ke-14 tersebut diraih setelah Indonesia menumbangkan China pada gelaran badminton Thomas Cup 2021 yang digelar di Ceres Arena, Aarhus, Denmark pada Minggu (17/10). Tim beregu putra Indonesia berhasil menaklukkan China dengan skor 3-0.

Gelar Thomas Cup tersebut seolah menjadi pelepas dahaga setelah terakhir kalinya Indonesia meraih Thomas Cup pada 19 tahun lalu tepatnya pada tahun 2002.

Trofi pertama Indonesia berhasil didapat pada tahun 1958 yang digelar di Singapura, dengan total skor 6-3 atas Malaysia. Sejak pertama digelar pada 1949 hingga saat ini, Piala Thomas sudah 31 kali diperebutkan. Skuad Merah Putih pun tercatat sebagai tim tersukses.

Indonesia sudah 20 kali sukses menembus final yang 14 kesempatan di antaranya berakhir dengan gelar juara. Dengan kata lain, Indonesia punya tingkat kesuksesan di partai final Thomas Cup mencapai 70 persen.

Indonesia pun berhasil memperlebar jarak dengan Cina yang saat ini menjadi tim tersukses kedua di Thomas Cup dengan koleksi 10 trofi. Termasuk edisi 2020, Negeri Tirai Bambu sudah 13 kali menembus final dan berhasil memenangi 10 edisi di antaranya.

Sejarah Thomas Cup (Sumber: BWF)

Berikut ini adalah daftar lima negara yang pernah meraih gelar juara dalam ajang Thomas Cup:

  1. Indonesia, 14 kali juara: 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2020

  2. Cina, 10 kali juara: 1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, 2018

  3. Malaysia*, lima kali juara: 1949, 1952, 1955, 1967, 1992

  4. Denmark, sekali juara: 2016

  5. Jepang, sekali juara: 2014

Itulah penjelasan piala Thomas Cup dipertandingkan sekali dalam dua tahun. Pada Thomas Cup 2021 lalu, Indonesia berhasil meraih kemenangan terbanyaknya.

(ANH)