Konten dari Pengguna

Posisi Badan yang Diperlukan saat Lari Jarak Pendek, Ini Tekniknya

Info Sport

Info Sport

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi lari jarak pendek. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lari jarak pendek. Foto: Unsplash

Saat melakukan lari jarak pendek badan condong ke depan dengan sudut berapa? Hal ini menjadi bagian dari posisi badan yang diperlukan saat lari jarak pendek.

Selain itu, teknik mencondongkan badan ke depan juga merupakan teknik dasar yang perlu diperhatikan para pelari sebelum melakukan lari jarak pendek.

Lari jarak pendek, atau sering juga disebut sprint, merupakan salah satu nomor lari dalam olahraga balap lari. Sprint juga termasuk ke dalam cabang atletik yang kerap diperlombakan di beberapa kejuaraan olahraga dunia.

Sebagai salah satu cabang dari balap lari, lari jarak pendek bertujuan untuk mencapai garis finish secepat mungkin dari yang lain. Oleh karena itu, hal yang paling menonjol dan menjadi daya tarik dari lari jarak pendek adalah adu kecepatan para pelarinya atau yang disebut sprinter.

Ilustrasi posisi badan yang diperlukan saat lari jarak pendek. Foto: Steven Lelham/Unsplash

Pada nomor lari ini, para sprinter tidak hanya dituntut untuk lari secepat mungkin, namun juga dituntut untuk memiliki kekuatan dan daya tahan tubuh yang tinggi sebagai faktor penunjangnya. Seperti kekuatan kaki yang prima sebagai dorongan untuk menambah kecepatan, serta memiliki stamina dan tarikan napas yang panjang.

Ada beberapa jarak yang menjadi acuan dalam lari jarak pendek. Umumnya, lari jarak pendek terbagi ke dalam tiga klasifikasi, yaitu lari jarak 100 meter (short sprint), lari jarak 200 meter (medium sprint), dan lari jarak 400 meter (long sprint).

Tak hanya itu, lari jarak pendek juga kerap dipertandingkan pada nomor lari gawang dengan ukuran jarak serupa. Lari jarak pendek juga bisa ditemukan pada nomor lari estafet 4x400 meter dan 4x100 meter. Berikut ini adalah teknik dalam lari jarak pendek.

Posisi Badan yang Diperlukan saat Lari Jarak Pendek

Ilustrasi Lari Jarak Pendek. Foto: Unsplash

Saat melakukan lari jarak pendek, usahakan posisi tubuh dicondongkan agak ke depan. Hal ini akan memudahkan tubuh untuk mendapatkan kecepatan yang optimal. Ada pun sudut yang dibutuhkan adalah sekitar 60 derajat.

Mencondongkan tubuh agak ke depan merupakan salah satu teknik yang dilakukan saat berlari. Dikutip dari buku Menjadi Pemain Atletik yang Tangguh oleh Anne Nelistya, berikut kunci pertama yang harus dikuasai dalam lari jarak pendek adalah:

  1. Berlari dengan menggunakan ujung kaki

  2. Angkat lutut dan paha hingga cukup tinggi

  3. Condongkan badan ke depan hingga membentuk sudut 60 derajat

  4. Dalam keadaan berlari, ayunkan lengan dengan cepat dan posisi siku terlipat

  5. Setelah melewati jarak sekitar 20 meter dari garis start, lebarkan langkah kaki. Sementara itu, badan tetap dicondongkan ke depan dan ayunan lengan yang dipercepat

  6. Atur tenaga yang dikeluarkan ketika melakukan start dan ketika sedang lari di lintasan. Usahakan tenaga yang dikeluarkan ketika start tidak terlalu banyak, juga tidak terlalu sedikit. Hal ini akan berdampak kepada sisa stamina ketika di tengah lari.

Meskipun lari jarak pendek tampak bisa dilakukan oleh semua orang, tetapi cabang olahraga lari ini juga tetap membutuhkan teknik dan latihan yang rutin.

Tentunya, hal itu bertujuan untuk menghindari cedera dan memaksimalkan organ tubuh. Itulah informasi terkait terkait posisi badan yang diperlukan saat lari jarak pendek.

(MYP)