Konten dari Pengguna

Prinsip Lari Cepat Berlari pada Apa?

Info Sport

Info Sport

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Usain Bolt, Sang Juara Dunia Lari Cepat. (Foto: flickr.com/NickWebb)
zoom-in-whitePerbesar
Usain Bolt, Sang Juara Dunia Lari Cepat. (Foto: flickr.com/NickWebb)

Prinsip lari cepat yaitu berlari pada bagian ujung kaki. Sebab, gerak dasar dalam lari cepat harus menggunakan ujung kaki sebagai titik tumpuan agar dapat mendorong berat badan dengan kuat. Lari cepat juga dikenal dengan sebutan lari ‘sprint’.

Sebenarnya, olahraga ini bisa dilakukan oleh seluruh manusia dengan sangat sederhana dan tidak membutuhkan alat apa pun. Tetapi, untuk lebih safety agar terhindar dari cedera sebaiknya menggunakan alas kaki atau sepatu.

Salah satu jenis atletik ini juga sudah sering dipertandingkan dari mulai turnamen nasional hingga internasional. Dari mulai PON hingga Olimpiade, lari jarak pendek sudah menjadi lomba utama dari sekian banyak pertandingan yang dibuat. Jadi, prinsip gerak lari cepat yaitu berlari pada berikut.

Prinsip Lari Cepat Yaitu Berlari pada Ujung Kaki

Setelah mengetahui tumpuan berat badan dalam lari cepat menggunakan ujung kaki, berikut ini adalah jenis-jenis jarak lintasan pada lomba lari yang sering dipertandingkan dalam sebuah turnamen, antara lain:

1. Jenis-Jenis Jarak Lintasan Lari

  • Lari Jarak Pendek / Sprint

Lari jarak pendek umumnya dilakukan dengan kekuatan dan kecepatan penuh untuk sampai ke garis finis. Jarak lintasan ini terdiri dari 100m, 200m dan 400m.

  • Lari Jarak Menengah

Lari jarak menengah diawali dengan berdiri dan dilakukan dengan kecepatan dan kekuatan yang konstan hingga sampai ke garis finis. Biasanya, lari jarak menengah memiliki jarak lintasan 800m hingga 1300m.

  • Lari Jarak Jauh / Marathon

Olahraga Lari Cepat. (Foto: flickr.com/therunnningmanfast)

Lari jarak jauh dilakukan dengan beradaptasi dalam lintasan, karena biasanya dilakukan dengan mengarungi sebuah wilayah meliputi kota atau provinsi. Lari jarak jauh biasanya mencapai jarak hingga 42,195 km yang bisa dibagi menjadi 5k, 10k, 21k hingga 42k.

2. Teknik-Teknik Lari Cepat

  • Teknik Start

Pada lomba lari, setiap jenis-jenis lari jarak pendek, menengah dan jauh memiliki teknik start yang berbeda. Untuk lomba lari cepat, biasanya dilakukan dengan teknik Bunch Start atau Start Jongkok. Berikut ini adalah tata cara langkah-langkah teknik Bunch Start lari cepat, yaitu:

  1. Pastikan sikap awal berdiri tegak hingga dipersilakan untuk jongkok oleh wasit. Setelah dipersilakan, mulai start dengan ancang-ancang dengan jongkok dan menekuk kedua kaki.

  2. Posisikan satu kaki di belakang dan kaki yang lain di depan dengan jarak satu kepal tangan. Berikan kaki belakang kekuatan lebih banyak di awal start untuk mendorong tubuh ke depan.

  3. Simpan kedua tangan di garis start dengan melebarkan ibu jari dan telunjuk. 4 jari lain seperti jari tengah, jari manis dan kelingking dirapatkan ke jari telunjuk.

  4. Kemudian fokus arah pandangan ke depan dan posisi pundak lebih rendah dibanding panggul.

  5. Lalu, tolak pijakan kaki belakang ketika aba-aba sudah disiapkan.

  • Teknik Sprint

Posisi Start Pada Lari Cepat. (Foto: pixabay.com/LawriePhipps)

Setelah melakukan teknik start dengan baik dan benar, pastikan mempelajari teknik sprint seperti berikut ini:

  1. Posisikan tubuh selalu condong ke depan dengan kaki menolak sekuat tenaga dalam berlari

  2. Langkahkan kaki selebar mungkin

  3. Gerakkan kedua tangan seirama dengan kaki saat berlari

  4. Gerakkan kedua kaki dengan kecepatan maksimal

  5. Pastikan untuk selalu menjaga tubuh tetap rileks

  6. Atur napas agar menjaga kondisi tubuh.

Teknik Finish

Dalam mencapai garis finis, ada empat teknik yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan saat berlari, yaitu:

  1. Tetap berlari tanpa mengubah sikap. Umumnya dilakukan ketika lawan sudah dipastikan jauh tertinggal. Teknik ini mudah dilakukan karena hanya mempertahankan speed saat berlari.

  2. Mencondongkan bahu ke arah depan. Teknik ini dilakukan ketika lawan berada dekat dengan posisi tubuh dan mempercepat waktu mencapai garis finis.

  3. Menjatuhkan tubuh ke arah depan. Biasanya teknik ini dilakukan pada turnamen internasional yang memiliki kekuatan setara dan pertandingan balap lari sangat sengit.

  4. Memadukan kedua teknik nomor 3 dan 4. Tingkat kesulitan teknik ini cukup tinggi karena membutuhkan keseimbangan tubuh lebih baik untuk mencapai garis finish.

Prinsip lari cepat yaitu berlari pada kedua ujung kaki, karena untuk bertumpu sekaligus mendorong tubuh ke arah depan ketika berlari. Itu dia teknik-teknik lari cepat dan jarak lintasan yang sering dipertandingkan.

(FS)