Profil Sara Thygesen, Pebulu Tangkis yang Dirawat Usai Matanya Kena Shuttlecock

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sara Thygesen mengalami kejadian kurang menyenangkan di Toyota Thailand Open, Rabu (20/1). Bertanding tepat di hari ulang tahunnya yang ke-30, Sara justru mendapat hujaman shuttlecock tepat di mata kirinya.
Benar-benar hadiah yang tidak diharapkan. Insiden itu terjadi kala ganda putri Denmark Maiken Fruergaard/Sara Thygesen melawan wakil Korea Selatan, Kim So Yeong/Kong Hee Yong.
Saat itu kedua pasangan sedang sengit kejar-kejaran poin menjelang akhir gim pertama. Kemudian sebuah smash keras dari Kim So Yeong tak sengaja mendarat di matanya.
Sara yang terkena pukulan langsung bertekuk lutut kesakitan. Tak mungkin melanjutkan pertandingan, kedua wakil Denmark tersebut menyatakan mundur dari kompetisi.
Lantas, siapa Sara Thygesen dan bagaimana kiprahnya di olahraga tepok bulu?
Sara Thygesen adalah pemain bulu tangkis asal Denmark yang lahir pada 20 Januari 1991. Dia memiliki spesialisasi pada permainan ganda, baik ganda putri maupun campuran.
Sara mulai bermain bulu tangkis di Haarslev pada 2002 silam. Kala itu, usianya baru 11 tahun dan kecintaannya pada olahraga ini berasal dari teman-temannya.
“Teman-temanku bermain bulu tangkis. Saat itu aku seorang anak yang aktif dan juga ingin bermain bulu tangkis,” ungkapnya dilansir dari laman resmi BWF.
Lima tahun berselang, Sara buktikan kualitasnya dan dianugerahi penghargaan atlet wanita terbaik di kampung halamannya, Frederica, pada 2007 lalu.
Tujuh tahun kemudian, tepatnya pada 2014, Sara mulai bergabung dengan tim bulu tangkis nasional Denmark. Setahun berjalan, ia memenangi medali emas European Games bersama Niclas Nohr.
Menurut catatan BWF, Sara melakukan debut internasionalnya pada 2008. Kala itu ia mengikuti turnamen Yonex Belgian International.
Pemain yang mengaku berambisi menjadi salah satu pebulu tangkis terbaik di dunia ini berada di peringkat 21 di kelas ganda putri dan peringkat 45 ganda campuran.
Sepanjang perjalanan kariernya sebagai pemain bulu tangkis, Sara mengakui salah satu pertandingan yang paling berkesan baginya adalah final Indonesia Master 2020.
Saat itu pasangan Maiken/Sara menghadapi ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, dalam pertandingan yang berdurasi 80 menit di Istora Senayan.
Pertarungan berlangsung sengit. Jual beli serangan dan kejar-kejaran poin tersaji di lapangan. Pada akhirnya, kemenangan jatuh ke tangan Greysia/Apriyani.
Perjalanan pasangan Denmark ini juga tak begitu mulus di Thailand. Langkah Maiken/Sara tertahan di babak 16 besar Yonex Thailand Open setelah takluk dari wakil Inggris, Chloe Birch/Lauren Smith.
Di Toyota Thailand Open pun sama, perjalanan Maiken/Sara terpaksa dihentikan lebih awal setelah mendapatkan pukulan shuttlecock tepat di matanya dan tidak bisa melanjutkan pertandingan.
