Konten dari Pengguna

Profil WGM Irene Kharisma, Pecatur Nasional yang Akan Hadapi Dewa Kipas

Info Sport

Info Sport

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Grandmaster Wanita Catur Indonesia, Irene Kharisma Sukandar. Foto: Instagram/@irene_sukandar
zoom-in-whitePerbesar
Grandmaster Wanita Catur Indonesia, Irene Kharisma Sukandar. Foto: Instagram/@irene_sukandar

Perseteruan Dadang Subur --pemilik akun catur online Dewa Kipas-- dengan GothamChess tampaknya turut menyeret para pecatur nasional. Sejumlah pecatur Indonesia pun menantang Dewa Kipas untuk unjuk kebolehan.

Setidaknya, sudah ada GM Susanto Megaranto dan IM Anjas Novita yang melayangkan tantangan, tetapi ditolak Dewa Kipas. Akan tetapi, rasa penasaran publik terhadap kualitas sesungguhnya dari Dewa Kipas akan segera terjawab.

Dewa Kipas dipastikan akan menghadapi WGM Irene Kharisma dalam duel tatap muka yang dihelat oleh Dedy Corbuzier pada Senin (22/3) mendatang.

Grandmaster Wanita Catur Indonesia, Irene Kharisma Sukandar. Foto: Instagram/@irene_sukandar

Lantas, seperti apa sepak terjang Irene di dunia catur?

Irene merupakan salah satu atlet catur tersukses di Indonesia. Ia lahir di Jakarta pada 7 April 1992. Irene sudah menggeluti bidang catur sejak masih duduk di bangku sekolah.

Awalnya, Irene sempat menekuni bidang olahraga tenis meja. Hal ini sebab sang ayah tak lain merupakan petenis meja. Namun, seiring berjalannya waktu, Irene lebih nyetel ke olahraga yang lekat dengan permainan otak, yakni catur.

Prestasinya selama menjadi pecatur profesional juga patut diacungi jempol. Irene saat ini menyandang status Women Grandmaster (WGM).

Grandmaster Wanita Catur Indonesia, Irene Kharisma Sukandar. Foto: Instagram/@irene_sukandar

Pada 2012, Irene pernah memenangi gelar Asian Women's Chess Championship di Vietnam. Ia kemudian melaju ke Piala Dunia Wanita (Women's World Championship) tiga tahun berselang. Irene menjadi pecatur Indonesia pertama yang berhasil melaju ke fase ini.

Sebelum melaju ke Piala Dunia Wanita, Irene lagi-lagi unjuk gigi di Asian Women's Chess Championship. Kali ini, ia berhasil menang di edisi 2014, yang sekaligus menambah koleksi gelarnya di ajang tersebut menjadi dua gelar.

Selain itu, Irene juga pernah berjaya Eropa, tepatnya Ukraina. Ia sukses keluar sebagai pemenang di turnamen bertajuk 'Alexander The Great Open'.

Irene memiliki kepedulian terhadap perkembangan catur di Indonesia. Salah satu upayanya adalah dengan memasyarakatkan catur melalui unggahan video bermain catur online yang kerap disebarkan melalui akun media sosialnya.