Sebutan untuk Atlet Lari Jarak Pendek, Apa Itu?

·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebutan untuk atlet lari jarak pendek adalah sprinter. Salah satu jenis olahraga ini termasuk ke dalam cabang atletik. Sebagian besar orang kerap menyebut lari jarak pendek dengan istilah sprint.
Sprint bisa diartikan sebagai lari yang menggunakan kekuatan dan kecepatan penuh sepanjang lintasan. Lintasan lari biasanya dibatasi dengan jarak tertentu sesuai kategorinya masing-masing.
Lari jarak pendek kerap menjadi cabang olahraga yang dikompetisikan di tingkat nasional hingga internasional.
Terdapat beberapa kategori jarak pendek yang biasa dikompetisikan, yaitu 100 meter, 200 meter, dan 400 meter. Umumnya, seorang atlet lari jarak pendek hanya berfokus pada satu atau dua kategori.
Sebutan untuk Atlet Lari Jarak Pendek
Seperti yang sudah dijelaskan di atas, sebutan untuk atlet atau pelari jarak pendek adalah sprinter. Sprinter merupakan pelari cepat dalam cabang olahraga atletik dengan jarak tempuh sekitar 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.
Para atlet lari jarak pendek atau sprinter sangat mengandalkan kekuatan dan kecepatan. Hal ini karena panjang lintasannya yang sangat pendek.
Sprinter akan berusaha sekuat tenaga untuk mencatatkan waktu terbaik dalam sebuah kategori lintasan yang ia ikuti.
Teknik Lari Jarak Pendek
1. Teknik Start
Menurut Purnomo (2007: 23), seorang pelari harus melakukan persiapan awal sebelum berlari atau dinamakan start. Tujuan utamanya adalah mengoptimalkan pola lari cepat.
Start yang digunakan dalam lari jarak pendek adalah Start Pendek (Bunch Start), Start Menengah (Medium Start), dan Start Panjang (Long Start).
2. Teknik Lari
Teknik ini digunakan pelari untuk mengerahkan kekuatan dan kecepatan dengan teknik berlari yang telah dipelajari. Ada dua tahap dalam berlari cepat, yaitu:
Fase Topang
Fase topang terdiri dari topang depan dan topang dorong. Pada lomba lari jarak pendek, pelari boleh berlari saat mendarat pada telapak kaki, lutut kaki topang bengkok harus minimal pada saat amortisasi, kaki ayun dipercepat, pinggang, sendi lutut.
Kemudian, mata kaki dari kaki topang harus diluruskan kuat-kuat pada saat bertolak, lalu paha kaki naik dengan cepat ke suatu posisi horizontal.
Fase Layang
Tujuan fase layang adalah memaksimalkan dorongan ke depan. Caranya melakukannya adalah sebagai berikut:
Mengayunkan lutut kaki, bergerak ke depan dan ke atas.
Dalam fase pemulihan, lutut kaki topang bengkok, irama ayunan lengan aktif namun rileks.
Kemudian, kaki topang bergerak ke belakang.
3. Teknik Finish
Seorang sprinter harus melewati garis finish dengan cepat. Seorang pelari dinyatakan finish jika beberapa anggota tubuhnya sudah dalam bidang vertikal dari sisi terdekat garis finish.
Muhtar (2011:14) menjelaskan, terdapat tiga teknik pada saat melewati garis finish dalam lari jarak pendek atau sprinter, yaitu:
Mencondongkan dada, kemudian menjatuhkannya ke depan.
Salah satu bahu dijatuhkan ke depan.
Secepat mungkin lari, sampai beberapa meter garis finish terlewati.
Demikian sebutan untuk atlet lari jarak pendek beserta teknik yang harus dilakukan. Selamat berlatih!
(ANH)
