Sejarah Tolak Peluru dan Rekor Terjauhnya

Konten dari Pengguna
27 Oktober 2022 19:18
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi sejarah tolak peluru. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah tolak peluru. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
Tolak peluru atau shot put merupakan bagian dari cabang olahraga tertua di dunia, yaitu atletik. Meskipun olahraganya sudah tidak asing lagi bagi para penggemar olahraga, tetapi masih banyak yang tidak mengetahui sejarah tolak peluru, berikut informasinya.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari laman Pinhome, olahraga tolak peluru merupakan bagian dari cabang olahraga lempar yang dilakukan dengan cara melemparkan bola logam/besi dengan jarak sejauh mungkin dari titik lempar ke daerah pendaratan dengan menggunakan teknik tertentu.
Cukup berbeda dengan cabang atletik lempar lainnya, tolak peluru dapat dilakukan baik di ruangan terbuka (outdoor) maupun ruangan tertutup (indoor). Hal ini dikarenakan area pendaratan tolak peluru tidak begitu luas layaknya cabang lempar lainnya, yakni 25 meter saja.
Seperti yang diketahui, tolak peluru menggunakan bola besi yang cukup berbobot, yaitu 7.257 Kg untuk sektor putra. Maka dari itu, hingga kini masih belum ada atlet yang mampu melebihi batas area pendaratan 25 meter. Atlet yang hampir menyentuh angka tersebut adalah Ryan Crouser pada tahun 2021, yaitu 23,37 meter.
ADVERTISEMENT
Layaknya cabang olahraga atletik lainnya, tolak peluru juga telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu olahraga yang paling digemari di Olimpiade. Nah, bagi yang belum tahu, berikut informasi seputar tumbuh kembang olahraga tolak peluru melihat dari sejarahnya.

Sejarah Tolak Peluru

Ilustrasi sejarah tolak peluru. Foto: Pinterest
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sejarah tolak peluru. Foto: Pinterest
Dikutip dari laman Gramedia, olahraga tolak peluru sudah ada sejak 2.000 tahun yang lalu, atau lebih tepatnya sudah ada sejak masa Yunani Kuno. Pada saat itu, olahraga ini masih bertajuk lempar beban (Weight Growing) dan bola yang digunakan untuk melempar masih menggunakan batu.
Selain digunakan sebagai salah satu bentuk olahraga, tolak peluru juga dijadikan latihan perang oleh para prajurit Troya. Tidak hanya itu, latihan perang ini nantinya juga dipertandingkan satu sama lain.
ADVERTISEMENT
Seiring tumbuh kembangnya kegiatan ini, pada abad pertengahan beberapa tentara perang memiliki kebiasaan dalam melempar bola meriam. Hal inilah yang menjadi titik awal tolak peluru mulai dikenal pada masa modern.
Lalu pada abad ke-19 atau lebih tepatnya tahun 1866, kompetisi tolak peluru modern tercatat dalam salah satu acara di Skotlandia, yaitu The British Amateur Championship. Saat inilah olahraga tolak peluru semakin dikenal di negara-negara Eropa dan menjadi titik awal kepopulerannya di masa modern.
Olahraga tolak peluru modern pada saat itu (1866) dapat dikatakan juga awal dari perkenalan olahraganya ke Indonesia. Sebab tolak peluru di Indonesia mulai dikenal pada masa kolonial Belanda, bahkan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah-sekolahnya.
Sayangnya, keistimewaan pengajaran olahraga ini hanya bisa didapatkan oleh para bangsawan saja pada saat itu. Hingga pada akhirnya sekolah-sekolah pribumi pun mempraktikkan olahraga ini sampai bisa berkembang di Indonesia sampai sekarang.
ADVERTISEMENT
Jika sesuai catatan sejarah, maka olahraga tolak peluru pertama kali diselenggarakan pada ajang Olimpiade modern di tahun 1896 (Athens) untuk sektor pria. Sedangkan sektor perempuan baru dibuka secara resmi pada tahun 1948.
Demikianlah informasi seputar sejarah tolak peluru yang perlu Anda ketahui. Bagaimana menurut Anda, apakah ada sejarah olahraga yang sama menariknya dengan tolak peluru? Tulis di kolom komentar.
(AA)
Apa itu tolak peluru?
chevron-down
Berapa jarak tolakan paling jauh dalam tolak peluru?
chevron-down
Kapan tolak peluru pertama kali diselenggarakan di Olimpiade modern?
chevron-down
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020