Konten dari Pengguna

Start Jongkok Disebut Juga Sebagai Start Pendek, Ini Cara Melakukannya

Info Sport

Info Sport

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi start jongkok. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi start jongkok. Foto: Pixabay

Start jongkok disebut juga sebagai start pendek. Start jenis ini menjadi salah satu start yang cukup sering digunakan dalam perlombaan lari, khususnya lari jarak pendek.

Lari merupakan salah satu cabang dari olahraga atletik yang populer di dunia. Selain lari gawang dan lari estafet, olahraga lari biasanya hanya mengandalkan kecepatan dan keseimbangan tubuh tanpa menggunakan alat khusus. Maka dari itu, olahraga ini menjadi salah satu yang murah dan mudah untuk dilakukan oleh semua orang.

Dalam perlombaan atletik, ada beberapa jenis lari yang biasa digunakan. Adapun beberapa di antaranya yaitu lari jarak pendek, lari jarak menengah, lari jarak jauh, lari marathon, dan lari gawang.

Umumnya, masing-masing cabang lari juga memiliki jarak dan jenis start yang berbeda. Salah satunya adalah lari jarak pendek yang menggunakan jenis start jongkok. Simak informasi berikut untuk mengetahui lebih jelas terkait start jongkok dalam lari.

Start Jongkok Disebut Juga Sebagai Start Apa?

Ilustrasi start jongkok. Foto: Pixabay

Start dalam balap lari merupakan awalan yang digunakan seorang pelari sebelum mulai berlari. Posisi start yang digunakan pun cukup berpengaruh terhadap performa dan kecepatan yang dihasilkan seorang atlet balap lari.

Khusus lari jarak pendek atau sprint, start yang digunakan adalah start jongkok. Start jongkok atau disebut juga sebagai crouch start bertujuan untuk mengoptimalkan pola lari percepatan atau akselerasi seorang pelari.

Dikutip dari buku Pengembangan Model Pembelajaran Atletik Nomor Lari Berbasis Permainan pada Siswa Sekolah Dasar, ada tiga jenis variasi dalam start jongkok. Adapun variasi tersebut adalah Start Pendek (Bunch Start), Start Menengah (Medium Start), dan Start Panjang (Elongated Start).

Perbedaan dari masing-masing start tersebut terletak pada jarak longitudinal antara kaki depan dengan kaki belakang. Jarak antara ibu jari kaki depan dan belakang dalam start pendek yaitu 25-30 cm, sedang start menengah 40-55 cm, dan start panjang adalah 50-70 cm.

Lebih lanjut, start jongkok biasanya dimaksudkan untuk mendapat dorongan yang maksimal dalam memulai lari. Adapun aba-aba yang digunakan yaitu “Bersedia”, “Siap”, dan “Ya/Bunyi Pistol”. Berikut ini posisi badan yang perlu dilakukan pada masing-masing aba-aba:

Posisi badan pada aba-aba “Bersedia”

Ilustrasi start jongkok. Foto: Pixabay
  1. Kaki depan berada di belakang garis dengan jarak satu setengah kaki, satu tangan dikepalkan di antara kaki, dan lutut belakang menyentuh tanah

  2. Kedua tangan menyentuh tanah dengan selebar bahu

  3. Jari berada di belakang garis dengan posisi lurus dan rapat

Posisi badan pada aba-aba “Siap”

  1. Kedua lengan menopang berat, bahu sedikit ke atas dan sedikit ke depan dari tangan

  2. Luruskan lutut depan, dan angkat pantat hingga sedikit lebih tinggi dari bahu

  3. Pandangan lurus ke depan

Posisi badan pada aba-aba “Ya/Bunyi Pistol”

  1. Pusatkan perhatian pada bunyi aba-aba

  2. Posisikan badan condong ke depan dan pandangan lurus ke depan

  3. Kaki belakang diayun ke depan dengan lutut ditekuk. Sementara itu kaki kiri diayunkan dengan langkah lebar.

Demikian informasi mengenai start jongkok dan cara melakukannya pada tiap aba-aba lari.

(MYP)

https://www.google.co.id/books/edition/PENGEMBANGAN_MODEL_PEMBELAJARAN_ATLETIK/z-8fEAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=start+jongkok+disebut+juga+start&pg=PA48&printsec=frontcover