Konten dari Pengguna

Tes Lari Selama 12 Menit Disebut Tes Cooper, Ini Tujuannya

Info Sport

Info Sport

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tes lari selama 12 menit. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tes lari selama 12 menit. Foto: Pixabay

Tes lari selama 12 menit disebut tes Cooper atau Cooper Test. Tes ini biasa digunakan untuk mengukur kemampuan aerobik seseorang.

Lari merupakan salah satu jenis latihan kebugaran jasmani. Biasanya, lari berguna untuk meningkatkan stamina tubuh, melatih pernapasan, hingga melatih kardiovaskular agar tetap sehat dan sesuai dengan fungsinya.

Lebih dari itu, lari juga dapat menjaga daya tahan otot tubuh dan persendian. Dengan berlari, seseorang dapat melatih otot kaki mulai dari paha hingga betis. Maka dari itu, dengan beragam manfaat yang dimilikinya, lari menjadi olahraga yang banyak diminati masyarakat.

Dalam institusi militer, lari juga kerap menjadi tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan para personelnya. Salah satunya dengan tes lari selama 12 menit atau biasa disebut juga sebagai Cooper Test.

Tes Lari Selama 12 Menit: Cooper Test

Ilustrasi tes lari selama 12 menit. Foto: Pixabay

Cooper Test menjadi program yang banyak diterapkan oleh para aparat militer, kepolisian, atlet profesional, perguruan tinggi, hingga sekolah menengah. Tes ini dikembangkan oleh seorang dokter bernama Kenneth H. Cooper pada tahun 1968 yang awalnya dikhususkan untuk militer Amerika.

Cooper Test berguna untuk menguji kemampuan aerobik dengan menghitung VO2 Max atau tingkat konsumsi oksigen maksimum. Penggunaan tes ini dapat menghemat waktu dan biaya ketimbang melakukan tes lari di treadmill

Biasanya, para pelari menggunakan Cooper Test untuk mengukur progres lari mereka. Melalui tes ini, pelari dapat membandingkan hasil yang dimilikinya dengan orang lain berdasarkan jenis kelamin dan usia yang sama dalam hal kebugaran kardiovaskular.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika melakukan Cooper Test. Dikutip dari Verywelfit, berikut ini beberapa di antaranya:

1. Jarak

Ilustrasi tes lari selama 12 menit. Foto: Pixabay

Para pelari atau pelatih perlu mencatat jarak yang dihasilkan ketika menempuh waktu berlari 12 menit.

2. Peralatan

Penggunaan stopwatch atau sejenisnya dalam tes ini juga diperlukan. Hal ini dilakukan guna memastikan waktu yang ditempuh yaitu tepat 12 menit.

3. Lokasi

Pertimbangkan lokasi untuk melakukan tes. Biasanya, lokasi yang digunakan untuk melakukan tes ini memiliki lintasan dengan jarak yang sudah ditandai sehingga memudahkan pelari dalam menghitung jarak tempuh.

4. Keamanan

Cooper Test merupakan salah satu jenis olahraga yang berat. Maka dari itu, dibutuhkan kesehatan dan kebugaran yang prima sebelum melakukan tes ini. Jika memang perlu, pelari membutuhkan rekomendasi dari dokter untuk memastikan kesehatannya.

5. Kecepatan

Tes ini tidak begitu memperhatikan kecepatan. Adapun yang perlu dilakukan pelari yaitu kesiapan diri untuk terus berlari selama 12 menit

6. Pemanasan

Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya cedera saat melakukan tes. Pastikan melakukan pemanasan singkat selama 10-15 menit.

Latihan dengan menggunakan Cooper Test merupakan hal yang perlu dilakukan seorang atlet untuk menjaga kebugaran. Terlebih dengan aktivitas berat yang dilakukannya, seorang atlet membutuhkan sistem pernapasan dan peredaran darah yang dapat memasok oksigen ke otot yang bekerja.

Maka dari itu, latihan untuk mengukur aerobik dengan Cooper Test ini diperlukan untuk memastikan kadar oksigen yang dibutuhkan tubuh saat melakukan aktivitas. Demikian informasi mengenai tes lari selama 12 menit atau disebut Cooper Test.

(MYP)