Konten dari Pengguna

Tolak Peluru: Sejarah dan Teknik Bermainnya

Info Sport

Info Sport

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tolak Peluru (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Tolak Peluru (Sumber: Pixabay)

Tolak peluru merupakan salah satu cabang olahraga atletik. Tolak peluru dilakukan dengan gaya mendorong atau menolak terhadap sebuah peluru atau bola dari logam sejauh mungkin dengan menggunakan teknik tertentu.

Berbeda dengan olahraga cabang lempar lainnya, tolak peluru dapat dilakukan di lapangan indoor atau outdoor. Meski terlihat cukup mudah, namun olahraga ini tidak dapat dilakukan sembarangan.

Hal tersebut dikarenakan tolak peluru membutuhkan teknik tertentu. Berikut ini adalah pengertian tolak peluru beserta sejarahnya.

Sejarah Tolak Peluru

Tolak Peluru (Sumber: Pixabay)

Olahraga kategori nomor empat pada cabang atletik ini telah dikenal sejak zaman kerajaan Yunani Kuno, tepatnya 2.000 tahun lalu. Pada masa itu, olahraga ini dilakukan dengan cara dan peraturan yang berbeda. Shot Put atau tolak peluru menjadi salah satu bentuk latihan perang yang dilakukan oleh prajurit Troya.

Awalnya, bola yang digunakan masih berbahan dasar batu. Berbeda dengan saat ini yang sudah menggunakan logam. Pertandingan shot put pertama yang menggunakan alat seperti saat ini diadakan pada era pertengahan.

Berbeda dengan pertandingan saat ini yang dilakukan oleh atlet, dulunya pertandingan ini diselenggarakan untuk diikuti oleh prajurit perang.

Pada 1866 di Skotlandia, pertandingan shot put pertama berhasil didokumentasikan. Sejak saat itu, olahraga ini digemari di Eropa. Melalui pemerintah Kolonial Belanda, Indonesia mengenal olahraga cabang lempar ini.

Kemudian, olahraga ini dimasukkan ke dalam kurikulum pelajaran di beberapa sekolah milik Belanda. Namun, pribumi tidak terlalu mengenal olahraga ini. Sebab, hanya dimainkan oleh bangsawan Belanda. Seiring berjalannya waktu, olahraga tolak peluru pun masuk ke dalam sekolah pribumi dan semakin berkembang hingga saat ini.

Teknik Tolak Peluru

Mengutip buku Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan oleh Sumaryoto dan Soni Nopembri (2017: 120), ada dua macam gaya dalam tolak peluru, yaitu:

1. Gaya Menyamping

Gaya tolak peluru menyamping. (Sumber: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
  1. Mengawali dengan sikap permulaan, arah sasaran dengan bahu kiri menghadap ke samping.

  2. Kedua kaki dibuka selebar bahu.

  3. Tangan kanan memegang peluru dan menempelkannya antara tulang rahang dan selangka siku yang mengarah ke samping bawah dan lengan kiri mengimbanginya dalam posisi yang wajar.

  4. Lalu, dilanjutkan dengan gerakan tolakan. Kaki kiri diayunkan lurus ke samping kiri, bersamaan dengan menjingkrakkan kaki kanan.

  5. Gerakan jingkrak dilakukan serendah-rendahnya, segaris dengan arah tolakan dan mendarat dengan kaki kanan terlebih dahulu setelah kaki kiri mendarat dengan cepat dan kuat.

  6. Tekukan lutut kaki kanan diluruskan, kemudian disertai sedikit putaran badan ke arah kiri. Berat badan dipindahkan ke kaki kiri yang masih sedikit ditekuk. Tangan kanan diluruskan ke arah tolakan. Lalu, peluru dilepaskan dan dibantu dengan kekuatan lemparan pergelangan dan jari-jari tangan.

  7. Gaya diakhiri dengan melangkahkan kaki kanan dengan pendek, sementara kaki kiri diayunkan ke belakang untuk menjaga keseimbangan lengan kanan. Tolakan mengarah ke depan atas.

2. Gaya Membelakangi atau O’Brian

Gaya tolak peluru membelakangi (Sumber: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan)
  1. Diawali dengan sikap permulaan. Ambil awalan dengan membelakangi arah tolakan.

  2. Bungkukkan tubuh ke depan dengan kaki kanan dengan lutut ditekuk dijadikan sebagai tumpuan. Lalu, kaki kiri diangkat lurus menuju tolakan.

  3. Menolak peluru dengan menarik kaki kanan ke belakang (ke arah tolakan) dengan cepat.

  4. Kenakan kaki kiri pada papan tolakan dengan badan tetap membungkuk dan tangan kiri diluruskan ke atas dengan rileks dan pandangan ke arah bawah.

  5. Tekukkan kaki kanan untuk berjingkrak rendah ke belakang dan disertai ayunan sepakan kaki kiri jauh ke belakang.

  6. Setelah berjingkrak, disusul dengan kaki kiri. Kemudian, tubuh berputar ke kiri serong ke atas. Lalu, berat badan dipindahkan ke kaki kiri yang masih ditekuk tangan kanan diarahkan ke sudut tolakan.

  7. Lepaskan peluru.

  8. Akhiri gaya dengan mengangkat kaki kanan pendek ke depan dan kaki kiri diayunkan ke belakang untuk menjaga keseimbangan.

Itulah penjelasan dan sejarah mengenai tolak peluru yang dapat kamu kuasai. Namun, kamu harus berlatih secara rutin untuk melakukannya.

(ANH)