Yu Yang, Peraih Emas Olimpiade asal China yang Terlibat Match Fixing

Tulisan dari Info Sport tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dunia bulu tangkis Indonesia gempar seiring dengan terkuaknya match fixing. Tak tanggung-tanggung, terdapat delapan pebulu tangkis asal Indonesia yang terbukti terlibat praktik kotor tersebut.
Kedelapan nama itu adalah Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro, dan Agripinna Prima Rahmanto Putra.
Hendra, Ivandi, dan Androw dihukum tak boleh beraktivitas di dunia tepok bulu seumur hidup, sementara sisanya diskorsing mulai dari 6-12 tahun plus denda.
Kendati demikian, mereka bukanlah pebulu tangkis pertama yang terlibat match fixing. Setidaknya, ada nama Yu Yang yang sempat membuat heboh dunia tepok bulu dunia.
Ya, berbeda dengan 8 pebulu tangkis Indonesia yang bukan merupakan atlet Pelatnas PBSI, Yu Yang adalah pebulu tangkis top China. Prestasinya mentereng, mulai dari 4 kali juara Asian Championship, hattrick Juara World Championship 2 gelar IBF International Tournament, 8 BWF Grand Prix, 42 gelar juara BWF Superseries hingga medali emas Olimpiade 2008.
Bersama tim beregu China, Yu Yang pun menjadi bagian generasi emas yang sukses meraih 3 kali juara Uber Cup dan 4 gelar juara turnamen beregu dunia Sudirman Cup.
Dengan raihan itu, Yu Yang sempat menjadi pebulu tangkis nomor satu dunia dari dua sektor sekaligus yakni ganda putri dan ganda campuran. Sebuah catatan yang jarang sekali bisa ditorehkan seorang pebulu tangkis.
Namun, karier cemerlang Yu Yang terhapus begitu saja akibat ulahnya di Olimpiade 2012. Bagaimana kisahnya?
Yu Yang terlibat skandal pengaturan hasil pertandingan ketika ia bersama pasangannya, Wang Xiaoli, sengaja mengalah dari pasangan Korea Selatan Jung Kyung Eun/Kim Ha Na di partai terakhir grup A.
Semua itu dilakukan demi tak bertemu rekan senegaranya di fase gugur, sehingga bisa mewujudkan All Chinese Final.
Di pertandingan itu Wang Xiaoli/Yu Yang sama sekali tak melakukan serangan, bahkan sengaja melakukan pukulan yang salah hingga membuat shuttlecock melebar atau nyangkut di net.
Tahu lawannya tak mau menang, hal serupa pun dilakukan pasangan Korea Selatan. Akan tetapi, Jung/Kim keluar sebagai pemenang dalam skor 21-14 dan 21-11, sehingga mereka menjadi pemuncak grup A. Dan, rencana Wang Xiaoli/Yu Yang di peringkat kedua untuk kalah berhasil.
Tak berhenti sampai di situ, pengaturan hasil pertandingan di Grup A rupanya juga membuat ganda putri lainnya di grup B ikut bermain untuk sengaja kalah demi bisa mendapatkan lawan yang lebih mudah di babak selanjutnya.
Melihat ada yang tak beres, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) ambil tindakan. Yu Yang bersama tujuh pebulutangkis tersebut dinilai mencederai nilai luhur sportivitas dan mencoreng nama baik olahraga bulutangkis yang berujung kepada diskualifikasi dari Olimpiade 2012.
Setelah hukuman yang didapatnya di Olimpiade 2012 itu, Yu Yang menulis lewat halaman blog pribadi bahwa dirinya memutuskan untuk gantung raket atau pensiun dini. Padahal, usianya kala itu baru menginjak 27 tahun.
Meski demikian, beberapa bulan kemudian, dirinya justru menampik pernah menyatakan pensiun dari dunia bulutangkis. Dalam ajang China Open 2012, Yu Yang kembali ambil bagian hingga akhirnya benar-benar pensiun pada 2016 usai gelaran Olimpiade.
