Konten dari Pengguna

Aspergillus: Digunakan untuk Apa dan Hidup di Mana?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aspergillus. Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Aspergillus. Foto: Wikimedia Commons

Jamur mikroskopis sering kali luput dari perhatian, padahal bisa berpengaruh besar pada makanan yang kita konsumsi. Aspergillus adalah salah satu kelompok kapang yang paling sering ditemukan di sekitar kita, termasuk pada bahan pangan. Memahami Aspergillus, digunakan untuk apa, dan hidup di mana membantu kita lebih waspada terhadap mutu dan kebersihan makanan sehari-hari.

Aspergillus dan Pemanfaatannya dalam Pangan

Penjelasan tentang Aspergillus dalam pangan banyak dikulas dalam laporan Identifikasi Jamur Aspergillus sp. pada Bumbu Giling Cabai dan Kunyit yang Dijual di Pasar Tugu Kota Bandar Lampung oleh Adi Pratama. Dari sana terlihat bahwa jamur ini sangat akrab dengan bahan makanan yang lembap dan kaya nutrisi.

Apa Itu Aspergillus? (Ciri, Jenis, dan Peran dalam Kehidupan Sehari-hari)

Aspergillus adalah kelompok jamur benang yang hidup di udara, tanah, dan bahan organik yang membusuk. Di laboratorium, koloni Aspergillus biasanya tampak berbulu dengan warna beragam, seperti hijau, kuning, atau kehitaman, tergantung jenisnya.

Dalam kehidupan sehari-hari, sebagian jenis Aspergillus bermanfaat untuk proses fermentasi dan produksi enzim. Di sisi lain, ada juga yang menjadi kontaminan pada makanan sehingga mengganggu mutu dan berpotensi menghasilkan zat yang tidak diinginkan. Menurut ringkasan laporan Identifikasi Jamur Aspergillus sp. pada Bumbu Giling Cabai dan Kunyit yang Dijual di Pasar Tugu Kota Bandar Lampung oleh Adi Pratama , Aspergillus sp. merupakan mikroorganisme eukariot, yang saat ini diakui sebagai salah satu diantara beberapa makhluk hidup yang memiliki daerah penyebaran paling luas serta berlimpah di alam, selain itu jenis kapang ini juga merupakan kontaminan umum pada berbagai substrat di daerah tropis maupun subtropis.

Aspergillus Digunakan untuk Apa dalam Konteks Pangan?

Dalam dunia pangan dan bioteknologi, beberapa spesies Aspergillus dimanfaatkan untuk menghasilkan enzim, asam organik, dan membantu proses fermentasi tertentu. Produk-produk ini kemudian digunakan sebagai bahan tambahan atau penunjang industri makanan.

Namun, Aspergillus juga sering muncul sebagai jamur pengganggu pada rempah dan bumbu, misalnya cabai dan kunyit giling. Kehadirannya dapat memicu perubahan aroma, warna, dan tekstur, sehingga kualitas bumbu menurun. Laporan Adi Pratama menjelaskan bahwa keberadaan Aspergillus sp pada bumbu giling bisa menjadi tanda penanganan dan penyimpanan yang kurang higienis.

Aspergillus Hidup di Mana dan Bagaimana Tumbuhnya?

Aspergillus hidup di mana saja selama ada sumber makanan dan kondisi yang cocok. Kapang ini mudah menyebar lewat spora di udara, lalu tumbuh ketika menempel pada permukaan yang lembap, termasuk bahan pangan yang digiling dan dibiarkan pada suhu ruang.

Lingkungan dan Kondisi yang Disukai Aspergillus

Secara umum, Aspergillus menyukai lingkungan dengan hal-hal berikut:

- Kelembapan cukup tinggi

- Suhu ruang hangat

- Bahan organik kaya nutrisi, seperti rempah, biji-bijian, atau produk olahan

Menurut penjelasan dalam penelitian Identifikasi Jamur Aspergillus sp. pada Bumbu Giling Cabai dan Kunyit yang Dijual di Pasar Tugu Kota Bandar Lampung oleh Adi Pratama, bumbu giling dengan kualitas kurang baik tentu cara mengolahnya tidak benar, bahan baku yang digunakan tidak baik, peyajiannya ditempat yang lembab dan dibiarkan terbuka sehingga mikroorganise mudah masuk melalui udara, dan cara penyimpanannya tidak benar seperti disimpan ditempat yang lembab atau tempat dimana jamur dapat tumbuh dengan cepat. Sementara itu, penyimpanan yang lebih kering dan tertutup rapat cenderung menghambat pertumbuhan Aspergillus.

Temuan Aspergillus pada Bahan Pangan Sehari-hari

Dalam bahan pangan, Aspergillus sering muncul pada produk yang digiling, disimpan terbuka, atau terpapar udara lembap. Kondisi seperti ini memudahkan spora jamur menempel dan berkembang.

Bagi konsumen, hal ini menjadi pengingat untuk lebih selektif memilih bumbu, memperhatikan kebersihan wadah, dan tidak menyimpan bumbu giling terlalu lama pada suhu ruang. Di rumah, menyimpan bumbu dalam wadah tertutup dan kering bisa membantu menekan pertumbuhan Aspergillus.

Kesimpulan

Aspergillus, digunakan untuk apa dan hidup di mana, ternyata berkaitan erat dengan pangan yang kita konsumsi sehari-hari. Di satu sisi, jamur ini bermanfaat dalam industri makanan dan fermentasi. Di sisi lain, Aspergillus dapat menurunkan kualitas bahan pangan bila tumbuh pada bumbu dan rempah yang lembap.

Dengan memahami bahwa Aspergillus hidup di mana saja, terutama pada lingkungan hangat dan lembap, kita bisa lebih cermat menjaga kebersihan serta cara penyimpanan makanan. Langkah sederhana seperti memilih bumbu yang segar, menyimpannya di tempat kering, dan menggunakan wadah tertutup sudah menjadi siasat praktis untuk mengurangi risiko kontaminasi kapang ini.

Reviewed by Salamah Harahap

Baca juga: Fauna Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya