Konten dari Pengguna

Beruk Mentawai: Asal Usul dan Ciri-ciri Khas Primata Endemik Kepulauan Mentawai

I

Info Biologi

Membahas informasi seputar biologi untuk menambah pengetahuan dan pemahaman dalam kehidupan sehari-hari.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Beruk mentawai. Foto: p2k.stekom.ac.id
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Beruk mentawai. Foto: p2k.stekom.ac.id

Pengenalan Beruk Mentawai

Beruk Mentawai adalah salah satu primata yang hanya dapat ditemukan di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Hewan ini menjadi perhatian karena statusnya sebagai satwa endemik yang tidak ditemukan di tempat lain. Keberadaannya erat kaitannya dengan kehidupan masyarakat Mentawai, baik secara budaya maupun ekowisata.

Asal Usul Beruk Mentawai

Menurut penjelasan dalam buku Sejarah Budaya & Ekowisata Matotonan karya Jon Efendi dan Para Sahabat, Beruk Mentawai (Bokkoi) disebut sebagai salah satu fauna yang terdapat di kawasan Mentawai. Sebaran alaminya terbatas di kawasan hutan tropis yang masih asri dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Satwa ini telah lama hidup berdampingan dengan masyarakat lokal, menciptakan hubungan yang unik antara manusia dan alam.

Habitat Asli dan Persebaran

Habitat Beruk Mentawai berada di hutan dataran rendah dan perbukitan yang masih terjaga keasriannya. Mereka hidup di pohon-pohon tinggi dan bergerak secara berkelompok. Persebarannya hanya di Pulau Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan, sehingga termasuk dalam kategori primata endemik.

Sejarah dan Budaya Masyarakat Mentawai

Masyarakat Mentawai memandang beruk ini sebagai bagian dari lingkungan sehari-hari. Selain menjadi elemen penting dalam ekosistem, keberadaannya juga memiliki nilai budaya tersendiri, seperti digunakan dalam ritual atau simbol kehidupan. Keterikatan ini memperkuat identitas budaya lokal dan menambah kekayaan tradisi masyarakat setempat.

Ciri-ciri Beruk Mentawai

Karakteristik Fisik

Beruk Mentawai memiliki bulu berwarna cokelat keabu-abuan dengan ukuran tubuh sedang. Ekornya lebih pendek dibandingkan monyet pada umumnya. Wajahnya tampak bulat dengan garis hitam di sekitar mata, menjadi pembeda utama dengan primata lain di Indonesia.

Perilaku dan Kebiasaan

Dalam aktivitas sehari-hari, beruk ini aktif pada pagi dan sore hari. Mereka memakan buah, daun, dan serangga yang mudah ditemukan di hutan. Adaptasinya terhadap lingkungan Mentawai membuat mereka mampu bertahan di antara pohon-pohon lebat dan kondisi cuaca tropis.

Peran Beruk Mentawai dalam Ekowisata dan Budaya Lokal

Keunikan Beruk Mentawai menjadikannya daya tarik tersendiri bagi ekowisata di Kepulauan Mentawai. Kehadiran mereka sering dimanfaatkan sebagai objek edukasi tentang keragaman hayati dan pentingnya pelestarian hutan. Menurut buku Sejarah Budaya & Ekowisata Matotonan karya Jon Efendi dan Para Sahabat, potensi ekowisata dan kekayaan fauna di kawasan Matotonan dianggap sebagai bagian dari pemanfaatan lingkungan dan budaya secara berkelanjutan.

Kesimpulan

Beruk Mentawai merupakan primata endemik yang memiliki ciri khas fisik dan perilaku unik, serta peran penting dalam budaya dan ekowisata di Kepulauan Mentawai. Pelestariannya tak hanya menjaga keberagaman hayati, tetapi juga memperkuat identitas masyarakat lokal. Keberadaan Beruk Mentawai menambah kekayaan alam dan budaya Indonesia yang patut dijaga bersama.

Reviewed by Salamah Harahap

Baca juga: Fauna Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya