Bucerotidae: Mengenal Famili Burung Rangkong dan Enggang, Apakah Sama?
Membahas informasi seputar biologi untuk menambah pengetahuan dan pemahaman dalam kehidupan sehari-hari.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bucerotidae merupakan kelompok burung yang sering menarik perhatian karena bentuk paruhnya yang unik dan perilakunya yang khas. Di Indonesia, Bucerotidae dikenal luas lewat sebutan “rangkong” maupun “enggang”. Keduanya kerap dianggap sama, namun dalam beberapa literatur ternyata ditemukan perbedaan istilah. Artikel ini akan membahas lebih jauh mengenai definisi Bucerotidae, perbedaan istilah rangkong dan enggang, hingga keanekaragaman serta perannya di alam.
Apa Itu Bucerotidae?
Bucerotidae adalah famili burung berparuh besar dan melengkung, dengan struktur tambahan di atas paruh yang disebut “cula”. Menurut penelitian yang berjudul Estimasi Kelimpahan Burung Rangkong (Bucerotidae) di Kawasan Hutan Desa Batu Lintang Kecamatan Embaloh Hulu Kabupaten Kapuas Hulu oleh Agustina Monalisa Betthy, Indonesia memiliki 13 spesies atau 20,97% dari 62 spesies rangkong yang ada di dunia. Burung ini dapat ditemukan di berbagai wilayah tropis, terutama Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Definisi dan Ciri-ciri Umum Bucerotidae
Bucerotidae dikenal dengan paruh besar, cula di atas paruh, tubuh relatif besar, dan bulu berwarna hitam, putih, atau kuning. Ciri unik tersebut menjadi pembeda utama dengan burung lain di hutan.
Distribusi dan Habitat Burung Bucerotidae
Sebagian besar anggota Bucerotidae hidup di hutan primer maupun sekunder. Mereka banyak ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, serta negara-negara tropis lain. Habitat utamanya adalah kawasan hutan lebat yang menyediakan pohon besar sebagai tempat bersarang.
Rangkong dan Enggang: Apakah Sama?
Dalam bahasa Indonesia, istilah rangkong dan enggang sering digunakan bergantian. Namun, pemahaman masyarakat bisa saja berbeda tergantung daerah atau sumber informasi yang digunakan.
Pengertian Rangkong dan Enggang dalam Literatur Indonesia
Di beberapa literatur, rangkong merupakan istilah umum untuk seluruh anggota Bucerotidae. Sementara kata enggang lebih sering digunakan untuk menyebut jenis-jenis tertentu, seperti enggang gading.
Kesamaan dan Perbedaan Rangkong dan Enggang
Secara ilmiah, keduanya merujuk pada anggota keluarga Bucerotidae. Yang membedakan biasanya hanya pada penamaan lokal atau spesies spesifik. Namun, secara karakteristik biologis tidak ada perbedaan berarti.
Keanekaragaman dan Peran Ekologis Burung Bucerotidae
Burung rangkong atau enggang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Keberadaannya menjadi indikator kesehatan lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Contoh Spesies Burung Bucerotidae di Indonesia
Indonesia memiliki berbagai spesies Bucerotidae, seperti rangkong badak, enggang gading, dan rangkong papan. Setiap spesies memiliki ciri khas dan sebaran wilayah berbeda.
Peran Rangkong dalam Ekosistem Hutan
Menurut penelitian yang berjudul Estimasi Kelimpahan Burung Rangkong (Bucerotidae) di Kawasan Hutan Desa Batu Lintang Kecamatan Embaloh Hulu Kabupaten Kapuas Hulu oleh Agustina Monalisa Betthy, burung rangkong menjadi indikator kualitas hutan yang baik karena mampu membantu regenerasi hutan karena peran ekologisnya sebagai penyebar biji buah. Dengan membantu regenerasi pohon, mereka ikut menjaga kelestarian ekosistem hutan.
Kesimpulan
Bucerotidae mencakup burung rangkong dan enggang yang memiliki ciri paruh besar dan cula unik. Meski istilah rangkong dan enggang sering dipakai bergantian, keduanya merujuk pada kelompok burung yang sama secara ilmiah. Peran Bucerotidae sangat penting dalam ekosistem hutan, baik sebagai penyebar biji maupun indikator lingkungan yang sehat.
Reviewed by Salamah Harahap
Baca juga: Fauna Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya