Ganggang: Kingdom Apa dan Bagaimana Struktur Tubuh Ganggang?
Membahas informasi seputar biologi untuk menambah pengetahuan dan pemahaman dalam kehidupan sehari-hari.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ganggang sering muncul dalam pelajaran biologi, tetapi posisinya dalam klasifikasi makhluk hidup kerap membuat bingung. Di satu sisi, organisme ini mirip tumbuhan karena mampu berfotosintesis, namun struktur tubuhnya jauh lebih sederhana. Pemahaman tentang ganggang, kingdom apa yang menaunginya, dan bagaimana bentuk tubuhnya membantu kita melihat keragaman makhluk hidup dengan lebih utuh.
Klasifikasi Ganggang: Termasuk Kingdom Apa?
Dalam sistem lama, ganggang atau algae sering dimasukkan ke kelompok “tumbuhan rendah” bersama lumut dan paku sederhana. Dalam penelitian Modul Pembelajaran Taksonomi Tumbuhan Rendah (Algae) oleh Laila Mudrikah menjelaskan Alga merupakan bagian terbesar dari tumbuhan laut dan termasuk tumbuhan tingkat rendah yang tidak memiliki perbedaan susunan kerangka seperti akar, batang dan daun meskipun tampak seperti ada perbedaan tapi sebenarnya hanya bentuk thallus. Pendekatan ini memakai sudut pandang botani sehingga ganggang dibahas bersama kelompok tumbuhan lain yang sederhana.
Sementara itu, sistem klasifikasi modern lima atau enam kingdom banyak menempatkan ganggang mikroskopis ke dalam kingdom Protista. Lain halnya dengan beberapa ganggang besar tertentu yang dikelompokkan ke rumpun berbeda sesuai ciri sel dan genetiknya. Perbedaan ini muncul karena ilmu taksonomi berkembang dan semakin detail dalam menilai hubungan kekerabatan.
Ciri-Ciri Utama Ganggang sebagai Tumbuhan Rendah
Secara umum, ganggang memiliki tubuh yang disebut talus, yaitu tidak terdiferensiasi menjadi akar, batang, dan daun sejati. Organisme ini juga tidak memiliki jaringan pembuluh seperti xilem dan floem pada tumbuhan sejati, sehingga pengangkutan zat berlangsung lebih sederhana melalui permukaan tubuh. Menurut Modul Pembelajaran Taksonomi Tumbuhan Rendah (Algae) oleh Laila Mudrikah , ciri lain yang menonjol adalah memiliki zat-zat warna berupa fikosianin (berwarna biru), fikosantin (berwarna pirang), fikoeritrin (berwarna merah), santofil (pigmen yang menyebabkan warna kuning), karotin (oranye).
Selain itu, ganggang menyimpan cadangan makanan dalam bentuk yang beragam, misalnya pati, laminarin, atau bentuk lain sesuai kelompoknya. Perbedaan pigmen dan cadangan makanan ini menjadi dasar pembagian besar seperti ganggang hijau, cokelat, dan merah. Oleh karena itu, istilah “tumbuhan rendah” di modul lebih menggambarkan kesederhanaan struktur, bukan posisi resmi dalam sistem kingdom modern.
Struktur Tubuh Ganggang: Bentuk, Tipe Talus, dan Contohnya
Struktur tubuh ganggang dikenal sebagai talus, yakni tubuh yang menyatu tanpa bagian khas seperti akar dan daun. Modul Mudrikah menggambarkan talus sebagai massa sel yang dapat berupa satu sel saja sampai membentuk bentuk menyerupai lembaran. Sementara itu, sebagian talus memiliki bentuk mirip benang yang memanjang.
Tipe-Tipe Talus Ganggang
Secara garis besar, ada beberapa tipe talus ganggang yang sering dijumpai di buku pelajaran.
Beberapa contoh utamanya:
- Talus uniseluler soliter, berupa satu sel bebas, misalnya ganggang hijau mikroskopis seperti Chlorella.
- Talus uniseluler berkoloni, yakni kumpulan sel yang bergabung membentuk koloni, contohnya mirip kelompok bola kecil seperti pada Volvox.
- Talus filamen, berbentuk benang yang dapat sederhana atau bercabang, misalnya Spirogyra yang hidup di air tawar.
- Talus lembaran atau parenkimatik, yang tampak seperti lembaran tipis menyerupai daun, misalnya Ulva pada lingkungan laut.
Ragam bentuk talus ini menunjukkan bahwa ganggang memiliki strategi hidup yang fleksibel, dari mikroskopis sampai makroskopis.
Struktur Sel Ganggang dan Komponen Pentingnya
Di tingkat sel, ganggang memiliki dinding sel yang umumnya tersusun dari selulosa, dan pada beberapa kelompok mengandung senyawa tambahan seperti alginat atau agar. Di dalam sel terdapat kloroplas dengan pigmen utama klorofil a, yang sering disertai klorofil b, c, karotenoid, atau fikobilin, tergantung kelompoknya. Kombinasi pigmen ini menjadi dasar pembagian Chlorophyta (ganggang hijau), Phaeophyta (ganggang cokelat), dan Rhodophyta (ganggang merah).
Selain kloroplas, sel ganggang biasanya memiliki vakuola untuk menyimpan zat terlarut dan produk metabolisme. Cadangan makanan disimpan dalam bentuk yang berbeda-beda, misalnya pati pada ganggang hijau atau laminarin pada beberapa ganggang cokelat. Perbedaan komponen sel ini membantu ahli biologi mengenali dan mengelompokkan ganggang secara lebih tepat.
Kesimpulan
Pembahasan tentang ganggang, kingdom apa yang menaunginya, menunjukkan bahwa posisi organisme ini bergantung pada sistem klasifikasi yang digunakan. Dalam pendekatan botani, ganggang digolongkan sebagai tumbuhan rendah karena struktur tubuhnya sederhana dan belum memiliki organ sejati. Di sisi lain, sistem modern banyak menempatkan sebagian besar ganggang ke dalam Protista berdasarkan ciri sel dan kekerabatannya.
Struktur tubuh ganggang yang berupa talus menghadirkan variasi bentuk yang luas, mulai dari sel tunggal hingga lembaran besar di laut. Perbedaan tipe talus, pigmen, dan cadangan makanan membuat dunia ganggang sangat beragam dan menarik untuk dipelajari. Dengan memahami ciri-ciri ini, kita bisa melihat bahwa ganggang memegang peran penting dalam ekosistem perairan sekaligus menjadi bahan kajian penting dalam biologi modern.
Reviewed by Salamah Harahap
Baca juga: Flora Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya