Hewan dengan Suara Terkeras di Bumi adalah Paus Sperma
Membahas informasi seputar biologi untuk menambah pengetahuan dan pemahaman dalam kehidupan sehari-hari.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan tentang hewan dengan suara terkeras di bumi adalah hal yang sering memicu rasa penasaran. Di alam liar, suara menjadi senjata sekaligus alat komunikasi yang sangat penting, terutama di lautan yang gelap dan dalam. Dari semua spesies yang telah dipelajari, paus sperma menempati posisi puncak sebagai “penyanyi” paling lantang di planet ini.
Siapa Hewan dengan Suara Terkeras di Bumi?
Menurut International Fund for Animal Welfare (IFAW) dalam artikel The loudest animals on Earth, Paus sperma (Physeter macrocephalus) dianggap sebagai hewan paling berisik di planet ini, mampu menghasilkan suara hingga 230 desibel. Ini lebih keras daripada suara mesin jet, yang sekitar 150 desibel. Dengan kata lain, para peneliti membandingkan seberapa kuat tekanan suara yang dihasilkan masing-masing hewan ketika mereka berkomunikasi atau berburu.
Paus Sperma: Berapa dB dan Seberapa Jauh Terdengar?
Paus sperma menghasilkan rangkaian klik sonar yang sangat tajam untuk ekolokasi di kedalaman laut. Hal ini membantu paus “melihat” mangsa dan rintangan di kegelapan, sementara air yang padat membuat gelombang suara merambat sangat jauh. Dalam kondisi yang mendukung, bunyi tersebut bisa menjangkau jarak puluhan kilometer dan tetap bisa dideteksi oleh paus lain.
Perbandingan dengan Hewan Bersuara Keras Lainnya
Selain paus sperma, IFAW juga menyoroti beberapa hewan lain dengan suara luar biasa keras:
- Paus biru: (Balaenoptera musculus) juga termasuk yang paling berisik—suara mereka dapat mencapai 188 desibel. Suara ini berfungsi untuk komunikasi jarak jauh antarsesama paus di samudra luas.
- Udang pistol: Udang pistol, juga dikenal sebagai udang penjepit, adalah krustasea dalam famili Alpheidae yang mampu menghasilkan suara hingga 189 desibel dengan jentikan cakar besarnya.
- Paus Sikat Pasifik Utara: Paus sikat Pasifik Utara (Eubalaena japonica) dan sepupunya di Atlantik Utara adalah beberapa hewan paling berisik di Bumi. Mampu menghasilkan suara hingga 182 desibel, paus sikat Pasifik Utara biasanya hanya mengeluarkan suara keras dan individual.
Kenapa Hewan-Hewan Ini Mengeluarkan Suara Sekeras Itu?
Di laut dalam, cahaya matahari cepat menghilang, sehingga suara menjadi indra utama untuk menjelajah lingkungan. Gelombang suara dapat menembus kegelapan dan jarak yang luas, sesuatu yang tidak bisa dilakukan penglihatan. Suara bagi mamalia laut bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan fondasi cara mereka hidup, mencari makan, dan tetap terhubung satu sama lain.
Fungsi Suara Super Keras bagi Paus dan Hewan Laut Lainnya
Suara super keras memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:
- Navigasi dan ekolokasi: paus sperma menggunakan klik kuat untuk memetakan dasar laut dan menemukan cumi-cumi di kedalaman yang sangat gelap.
- Komunikasi jarak jauh: panggilan keras pada paus besar membantu mereka saling menemukan meski terpisah puluhan kilometer.
- Koordinasi sosial: dalam kelompok, pola suara tertentu membantu mengatur pergerakan, menjaga anak, hingga menandai identitas kelompok.
Dampak Suara Keras di Laut bagi Sesama Hewan
Suara yang sangat kuat bisa mengganggu hewan lain di sekitar jika jaraknya terlalu dekat, terutama bagi spesies yang lebih sensitif. Selain itu, kebisingan alami yang keras berpotensi menutupi sinyal hewan lain sehingga mereka kesulitan saling mendengar. Memahami cara kerja suara hewan laut membantu kita menilai ancaman dari kebisingan buatan manusia, seperti kapal besar dan sonar industri, yang dapat menambah “kemacetan” suara di samudra.
Kesimpulan
Dari berbagai spesies yang telah diteliti, hewan dengan suara terkeras di bumi adalah paus sperma dengan klik sonar yang mencapai sekitar 230 dB di bawah air. Suara ini memberi mereka kemampuan luar biasa untuk bernavigasi, berburu, dan berkomunikasi di lingkungan laut yang gelap dan luas.
Sementara itu, hewan lain seperti paus biru, paus bungkuk, dan udang pistol juga memainkan “orkestra” alam dengan cara masing-masing. Memahami seberapa kuat suara mereka, termasuk menjawab rasa ingin tahu tentang suara paus sperma berapa dB, membantu kita lebih menghargai sekaligus terdorong untuk melindungi kehidupan laut dari gangguan kebisingan yang tidak perlu.
Reviewed by Salamah Harahap
Baca juga: Fauna Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya