Hewan Terjelek di Dunia: Mengenal Blobfish dan Habitat Aslinya
Membahas informasi seputar biologi untuk menambah pengetahuan dan pemahaman dalam kehidupan sehari-hari.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam beberapa tahun terakhir, foto ikan dengan tubuh menggelambir dan wajah muram sering muncul saat orang membahas hewan terjelek di dunia. Ikan itu dikenal sebagai blobfish dan langsung memicu rasa penasaran banyak orang. Wajar jika kemudian muncul pertanyaan, hewan apa yang paling terjelek di dunia dan apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhnya.
Apa Hewan Terjelek di Dunia Menurut Sains dan Publik?
Istilah hewan terjelek di dunia muncul dari kombinasi kontes, opini publik, dan persepsi visual manusia. Dalam berbagai jajak pendapat, blobfish hampir selalu masuk daftar teratas karena fotonya yang dianggap “mengganggu” dan aneh. Menurut artikel BBC, blobfish pernah dijuluki hewan terjelek di dunia karena penampilannya yang lunak dan bergelombang, ikan blobfish telah melakukan comeback yang menakjubkan: minggu ini dinobatkan sebagai Ikan Terbaik Tahun Ini oleh sebuah kelompok lingkungan Selandia Baru..
Secara ilmiah, penampilannya tidak sesederhana itu. Di kedalaman laut, tubuh blobfish terkompres oleh tekanan air yang sangat tinggi sehingga bentuknya lebih kompak. Sementara itu, saat diangkat ke permukaan, tekanan tersebut hilang dan jaringan tubuhnya mengembang, sehingga terlihat seperti gumpalan gelatin yang lembek.
Mengapa Blobfish Dianggap Hewan Paling Jelek di Dunia?
Citra blobfish yang viral memperlihatkan tubuh seperti jelly, hidung menggantung, dan ekspresi wajah yang tampak muram. Kombinasi inilah yang membuat banyak orang langsung melabelinya sebagai hewan terjelek di dunia. Padahal, bentuk ini adalah hasil perubahan ekstrem ketika ia keluar dari habitat aslinya di laut dalam.
Di kedalaman, struktur tubuhnya justru berfungsi sebagai “pelampung alami” yang membantunya tetap melayang dekat dasar laut tanpa banyak energi. Oleh karena itu, kesan “jelek” sebenarnya lahir dari sudut pandang manusia yang melihat blobfish di kondisi yang sama sekali bukan lingkungan normalnya.
Blobfish Hidup di Mana? Habitat, Kedalaman, dan Ancaman
Pertanyaan lain yang sering muncul adalah blobfish hidup di mana. Ikan ini termasuk penghuni laut dalam dan ditemukan di perairan bertekanan tinggi, jauh di bawah permukaan. BBC menyoroti bahwa blobfish jarang terlihat hidup di habitat aslinya, dan sebagian besar foto yang beredar berasal dari individu yang tertangkap sebagai bycatch di perairan dalam.
Blobfish diperkirakan mendiami wilayah samudra yang dingin dan dalam, di sekitar lereng benua. Ia hidup pada kedalaman ratusan hingga ribuan meter, di mana tekanan air berkali-kali lipat lebih besar daripada di permukaan. Di sisi lain, aktivitas penangkapan ikan laut dalam berisiko menyeret blobfish ke jaring, meskipun ia bukan target utama tangkapan, sehingga ancaman terhadap populasinya masih sulit dipetakan karena data yang terbatas.
Adaptasi Unik Blobfish di Laut Dalam
Tubuh blobfish hampir tidak memiliki otot dan lebih banyak berisi jaringan mirip gelatin. Adaptasi ini membuat berat jenis tubuhnya sedikit lebih rendah dari air di sekitarnya, sehingga ia bisa melayang tanpa perlu banyak berenang. Cara makannya pun sederhana, ia menelan organisme kecil yang lewat di dekatnya, seperti sisa-sisa organik atau hewan laut kecil.
Menariknya, bentuk blobfish di habitat kedalaman sebenarnya tidak sedramatis foto yang biasa beredar. Di lingkungan bertekanan tinggi, tubuhnya tampak lebih padat dan tidak terlalu menggelambir. Perbedaan inilah yang sering luput dari perhatian saat orang menilai penampilannya hanya dari gambar di permukaan.
Kesimpulan
Label hewan terjelek di dunia yang melekat pada blobfish lahir dari foto-foto yang diambil ketika ia sudah berada jauh dari lingkungan aslinya. Jika melihat konteks habitat dan tekanan air laut dalam, bentuk tubuh yang tampak aneh itu justru menjadi strategi bertahan hidup yang sangat efisien.
Memahami di mana blobfish hidup dan bagaimana adaptasinya membantu kita melihatnya lebih adil, bukan sekadar dari tampilan yang viral. Pada akhirnya, sebutan hewan terjelek di dunia lebih mencerminkan selera visual manusia, sedangkan bagi ekosistem laut dalam, blobfish adalah bagian penting yang bekerja diam-diam menjaga rantai makanan.
Reviewed by Salamah Harahap
Baca juga: Fauna Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya