Hewan yang Bernapas dengan Paru-paru dan Hewan yang Bernapas dengan Insang
Membahas informasi seputar biologi untuk menambah pengetahuan dan pemahaman dalam kehidupan sehari-hari.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernapasan adalah proses dasar yang membuat hewan bisa tetap hidup dan aktif. Di alam, cara hewan mendapatkan oksigen sangat dipengaruhi oleh tempat hidupnya, apakah di darat atau di air. Dari sini muncul dua kelompok besar, yaitu hewan yang bernapas dengan paru-paru dan hewan yang bernapas dengan insang.
Konsep Pernapasan pada Hewan: Paru-paru vs Insang
Dalam Buku Ajar Biologi karya Lina Listiana, untuk memperoleh oksigen dari lingkungan, manusia dan vertebrata pada umumnya mempunyai alat-alat pernapasan yang membantu keluar masuknya gas dari dan ke dalam tubuh. Alat-alat pernapasan pada berbagai hewan berbeda-beda tergantung pada tempat hidupnya. Proses ini terjadi terus-menerus karena sel membutuhkan oksigen untuk menghasilkan energi. Oleh karena itu, setiap kelompok hewan mengembangkan alat pernapasan yang sesuai dengan habitatnya.
Hewan darat lebih banyak memanfaatkan udara bebas, sehingga paru-paru berkembang sebagai alat utama untuk mengikat oksigen. Sedangkan hewan air memanfaatkan oksigen terlarut di dalam air melalui insang. Lain halnya dengan beberapa kelompok tertentu, seperti amfibi, yang bisa menggunakan lebih dari satu cara pernapasan pada fase hidup yang berbeda.
Struktur dan Fungsi Paru-paru pada Hewan
Paru-paru adalah organ berongga di dalam rongga dada yang berfungsi mengalirkan udara dan menukar gas. Menurut penjelasan dalam Buku Ajar Biologi, bagian dalam paru-paru tersusun atas percabangan bronkus dan bronkiolus yang berakhir pada kantung-kantung kecil bernama alveolus, tempat oksigen masuk ke darah dan karbon dioksida keluar. Struktur yang berlipat-lipat ini membuat luas permukaan paru-paru sangat besar.
Saat inspirasi, otot pernapasan mengembang sehingga udara kaya oksigen masuk ke paru-paru. Sementara itu, pada ekspirasi, udara yang mengandung karbon dioksida didorong keluar. Mekanisme sederhana ini mendukung aktivitas hewan darat yang sering bergerak cepat dan membutuhkan suplai oksigen stabil.
Struktur dan Fungsi Insang pada Hewan Air
Insang adalah alat pernapasan khusus pada hewan air yang dirancang untuk menyerap oksigen dari air. Insang tersusun atas lembaran-lembaran tipis yang kaya kapiler darah sehingga pertukaran gas berlangsung efisien. Bentuknya yang halus dan luas membantu hewan mengikat oksigen meski kadarnya di air lebih rendah dibanding udara.
Air masuk melalui mulut atau celah tertentu, lalu mengalir melewati insang sebelum keluar lagi. Di sepanjang aliran ini, oksigen berpindah ke darah dan karbon dioksida dilepas ke air. Pada beberapa ikan, aliran darah di kapiler insang berlawanan arah dengan aliran air sehingga penyerapan oksigen berlangsung lebih maksimal.
Contoh Hewan yang Bernapas dengan Paru-paru dan Insang
Pembagian hewan berdasarkan alat pernapasan membantu kita memahami bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungannya. Hewan yang bernapas dengan paru-paru umumnya hidup di darat, sedangkan hewan yang bernapas dengan insang umumnya hidup di air. Dalam Buku Ajar Biologi, hewan vertebrata darat dijelaskan memiliki paru-paru yang berkembang baik sebagai bentuk penyesuaian terhadap kehidupan terestrial.
Contoh Hewan yang Bernapas dengan Paru-paru
Kelompok hewan yang bernapas dengan paru-paru meliputi:
- Mamalia, seperti kucing, sapi, dan manusia, yang paru-parunya sangat aktif mendukung gerak dan metabolisme tinggi.
- Burung (aves), yang memiliki paru-paru dengan saluran khusus bernama parabronkus, sehingga aliran udara lebih efisien saat terbang.
- Reptil, misalnya ular dan kadal, yang mengandalkan paru-paru sederhana namun cukup untuk aktivitas di darat.
- Sebagian besar amfibi dewasa yang mulai meninggalkan air, sehingga paru-paru menjadi alat pernapasan utama meski kulit masih membantu pertukaran gas.
Contoh Hewan yang Bernapas dengan Insang
Sementara itu, hewan yang bernapas dengan insang didominasi oleh penghuni perairan. Contoh utamanya adalah ikan (pisces), baik ikan air tawar maupun laut, yang seluruh fase hidupnya bergantung pada insang. Larva amfibi, seperti kecebong, juga memakai insang eksternal atau internal sebelum beralih ke paru-paru saat dewasa.
Selain itu, beberapa hewan tak bertulang belakang air, seperti udang dan kepiting, memiliki struktur mirip insang untuk mengambil oksigen dari air. Dalam uraian adaptasi pernapasan di lingkungan air, bentuk dan letak insang menyesuaikan cara hidup hewan, misalnya apakah ia aktif berenang atau lebih banyak berdiam di dasar perairan.
Kesimpulan
Pemahaman tentang hewan yang bernapas dengan paru-paru dan hewan yang bernapas dengan insang membantu kita melihat betapa erat hubungan antara tubuh hewan dan lingkungannya. Paru-paru sangat cocok untuk memanfaatkan oksigen dari udara, sedangkan insang dirancang khusus untuk menyerap oksigen terlarut di air.
Di sisi lain, contoh dari berbagai kelompok hewan menunjukkan bahwa alat pernapasan berkembang mengikuti kebutuhan gerak dan cara hidup masing-masing. Dengan mengenali pola ini, kita bisa lebih mudah mempelajari biologi hewan sekaligus memahami keragaman makhluk hidup di bumi.
Reviewed by Salamah Harahap
Baca juga: Fauna Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya