Keunikan Hewan Platipus dan Cara Berkembang Biaknya
Membahas informasi seputar biologi untuk menambah pengetahuan dan pemahaman dalam kehidupan sehari-hari.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Platipus menjadi salah satu hewan yang selalu menarik perhatian dunia sains. Penampilannya yang tidak biasa, perilaku unik, dan sistem reproduksinya yang berbeda membuat platipus menonjol di antara mamalia lain. Artikel ini akan membahas lebih jauh tentang ciri khas, keunikan, hingga cara berkembang biak hewan platipus.
Mengenal Hewan Platipus
Platipus dikenal sebagai mamalia khas Australia dengan ciri fisik yang sangat berbeda dari hewan lain. Menurut Britannica, platipus sering disebut sebagai hewan paling unik terutama paruhnya yang pipih dan hampir menggelikan yang oleh pengamat awal dianggap sebagai paruh bebek yang dijahitkan pada tubuh mamalia.
Ciri Fisik Platipus
Platipus memiliki paruh yang menyerupai bebek, kaki berselaput seperti angsa, dan ekor mirip berang-berang. Tubuhnya tertutup bulu cokelat tebal yang membantu menjaga suhu di air dingin. Bentuk tubuh yang unik ini membuatnya mudah dikenali.
Habitat dan Persebaran Platipus
Hewan ini hanya ditemukan di Australia, terutama di sungai dan danau air tawar. Platipus lebih suka hidup di perairan yang bersih dan tenang, tempat ia bisa berburu makanan dan menggali liang di pinggir sungai.
Keunikan Platipus yang Membuatnya Istimewa
Keunikan platipus tidak hanya terletak pada penampilannya, tetapi juga pada cara hidup dan kemampuannya. Hewan ini masuk dalam kelompok monotremata, yaitu mamalia yang bertelur.
Hewan Mamalia Bertelur
Sebagai monotremata, platipus berkembang biak dengan bertelur, berbeda dari sebagian besar mamalia yang melahirkan. Telurnya berukuran kecil dan diletakkan di dalam liang yang dibuat induknya.
Sistem Indra dan Kemampuan Khusus
Platipus mampu mendeteksi sinyal listrik dari mangsanya di air menggunakan paruhnya. Selain itu, jantan platipus memiliki taji beracun di kakinya, yang menjadi salah satu ciri khas hewan ini.
Sejarah Penemuan dan Persepsi Unik
Saat pertama kali ditemukan, ilmuwan Eropa menganggap platipus sebagai hewan aneh dan sulit dipercaya. Britannica menyebut indra penglihatan, penciuman, dan pendengaran pada dasarnya mati saat platipus menyelam untuk mencari makan, tetapi ia memiliki sistem elektromekanik unik berupa reseptor elektro dan reseptor sentuhan yang memungkinkannya untuk bernavigasi dengan sempurna di bawah air yang menegaskan keistimewaan hewan ini di dunia fauna.
Cara Platipus Berkembang Biak
Sistem reproduksi platipus menjadi perbedaan utama dengan mamalia lain. Proses bertelur hingga perawatan anaknya dilakukan secara khusus.
Proses Reproduksi Platipus
Platipus betina bertelur di liang yang ia gali. Setelah menetas, anak platipus mendapat asupan nutrisi dari air susu induknya, meski tidak melalui puting susu.
Perbandingan dengan Mamalia Lain
Berbeda dengan mamalia kebanyakan, platipus tidak melahirkan, melainkan bertelur. Seperti yang dijelaskan Britannica, Betina membangun liang pembibitan yang dirancang khusus, di mana mereka biasanya bertelur dua butir telur kecil yang bertekstur seperti kulit. Masa kehamilan setidaknya dua minggu (mungkin hingga satu bulan), dan inkubasi telur membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 10 hari lagi, sehingga sistem reproduksinya menjadi perhatian ilmuwan.
Kesimpulan
Hewan platipus memiliki keunikan baik dalam bentuk fisik maupun cara berkembang biaknya. Sebagai mamalia bertelur yang hanya hidup di Australia, platipus menambah keragaman dunia satwa. Menjaga kelestariannya menjadi penting, sebab “the platypus remains one of the most unusual creatures in the animal kingdom,” sebagaimana disebutkan Britannica.
Reviewed by Salamah Harahap
Baca juga: Fauna Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya