Klasifikasi Jagung: Urutan Takson dan Morfologi Tanaman Jagung
Membahas informasi seputar biologi untuk menambah pengetahuan dan pemahaman dalam kehidupan sehari-hari.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jagung dikenal luas sebagai tanaman pangan penting yang tumbuh di berbagai wilayah Indonesia. Untuk memahami lebih dalam, penting mengetahui klasifikasi jagung serta ciri morfologinya. Artikel ini akan membahas urutan takson atau sistem klasifikasi jagung, sekaligus menjelaskan struktur morfologi tanaman jagung yang menjadi dasar identifikasi dan budi daya.
Urutan Taksonomi Jagung
Klasifikasi jagung dilakukan untuk memudahkan identifikasi dan pengelolaan jenis tanaman ini di bidang pertanian. Menurut penelitian Dana Risqi Putra Pratama dalam penelitian berjudul Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Beberapa Jenis Rebung Bambu Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea Mays) Varietas Paragon, Jagung merupakan tanaman berakar serabut yang mempunyai tiga macam akar yaitu akar seminal, akar adventif dan akar kait atau disebut penyangga.
Pengertian Taksonomi pada Tanaman
Taksonomi adalah ilmu yang membagi makhluk hidup ke dalam kelompok-kelompok berdasarkan persamaan ciri. Pada tanaman, sistem ini membantu mengenali hubungan kekerabatan dan karakteristik utama.
Urutan Klasifikasi Ilmiah Jagung (Zea mays)
Secara ilmiah, jagung diklasifikasikan sebagai berikut:
- Kingdom: Plantae
- Divisi: Spermatophyta
- Kelas: Monocotyledonae
- Ordo: Poales
- Famili: Poaceae
- Genus: Zea
- Spesies: Zea mays
Penjelasan Setiap Level Takson pada Jagung
Jagung tergolong tumbuhan berbiji (Spermatophyta), berkeping satu (Monocotyledonae), dan termasuk keluarga rumput-rumputan (Poaceae). Karakter ini membuat jagung mudah dikenali dibandingkan tanaman pangan lain.
Morfologi Tanaman Jagung
Ciri morfologi jagung meliputi akar, batang, daun, bunga, dan biji. Setiap bagian memiliki fungsi khusus yang mendukung pertumbuhan dan hasil panen. Penjelasan ini didukung oleh Maulidiya Hamida dalam penelitiannya tentang pertumbuhan jagung manis.
Ciri-ciri Umum Morfologi Jagung
Jagung memiliki akar serabut, batang tegak dan berbuku, serta daun panjang berbentuk pita. Bunganya tersusun sebagai bunga jantan (malai) di ujung batang dan bunga betina (tongkol) di ketiak daun. Biji jagung tersusun rapi pada tongkol.
Fungsi dan Peran Tiap Bagian Morfologi
Akar berperan menyerap air dan unsur hara, batang menegakkan tanaman, daun melakukan fotosintesis, sedangkan bunga dan biji menjadi pusat reproduksi dan produksi hasil panen.
Pentingnya Klasifikasi dan Morfologi Jagung untuk Pertanian
Memahami klasifikasi jagung membantu petani memilih varietas yang sesuai untuk budi daya. Penjelasan ini juga terdapat pada Menurut penelitian berjudul Model Tanam dan Dosis Pupuk Phonska Plus Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea Mays) dan Kecipir (Psophocarpus Tetragonolobus L) oleh Maulidiya Hamida, tanaman jagung manis tidak membutuhkan persyaratan yang khusus karena tanaman ini tumbuh hampir pada semua jenis tanah, dengan kriteria umum tanah tersebut harus subur, gembur, kaya akan bahan organik dan drainase maupun aerase baik..
Manfaat Klasifikasi dalam Budidaya Jagung
Klasifikasi ilmiah mempermudah pengelolaan tanaman, mulai dari pemilihan benih hingga perlakuan agronomi yang sesuai.
Peran Morfologi dalam Identifikasi dan Seleksi Varietas
Morfologi jagung menjadi dasar dalam mengenali varietas unggul dan mengidentifikasi serangan hama atau penyakit.
Kesimpulan
Klasifikasi jagung, mulai dari tingkat kerajaan hingga spesies, sangat penting untuk pengembangan dan pengelolaan tanaman ini di lapangan. Sementara itu, pemahaman morfologi jagung membantu petani mengenali jenis serta potensi hasilnya. Melalui pengetahuan ini, praktik budi daya jagung menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.
Reviewed by Salamah Harahap
Baca juga: Flora Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya