Konten dari Pengguna

Perbedaan Hewan Kijang dan Rusa: Ciri, Makanan, serta Habitatnya

I

Info Biologi

Membahas informasi seputar biologi untuk menambah pengetahuan dan pemahaman dalam kehidupan sehari-hari.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kijang. Foto:; Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kijang. Foto:; Pixabay

Hewan kijang kerap dianggap mirip dengan rusa, padahal keduanya punya ciri khas yang berbeda. Di alam liar, kijang punya peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dengan pola makan dan kebiasaannya yang unik. Pembahasan berikut akan mengupas perbedaan utama antara kijang dan rusa, mulai dari bentuk fisik hingga makanan dan habitat aslinya.

Mengenal Hewan Kijang

Menurut Estimasi Kelimpahan dan Pemodelan Spasial Kesesuaian Habitat Cervidae: Kijang (Muntiacus muntjak) dan Rusa Sambar (Rusa unicolor) di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) oleh Agis Agita, kijang termasuk ke dalam famili Cervidae dan merupakan satwa endemik serta satwa yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Kijang dikenal sebagai satwa liar yang lincah dan mudah beradaptasi di lingkungan hutan tropis. Selain menjadi bagian penting dalam rantai makanan, keberadaan kijang juga menandakan kesehatan ekosistem di wilayahnya.

Perbedaan Kijang dan Rusa

Meski sekilas tampak serupa, sebenarnya terdapat beberapa perbedaan mendasar antara hewan kijang dan rusa. Hal ini meliputi ukuran tubuh, bentuk tanduk, serta perilaku sehari-hari. Kedua satwa ini menempati ceruk ekologi yang berbeda dan memiliki karakteristik masing-masing.

Ciri-ciri Fisik Kijang

Kijang umumnya bertubuh lebih kecil dibandingkan rusa. Warna bulunya cenderung cokelat kemerahan dengan garis samar di bagian punggung. Tanduk kijang biasanya pendek, tidak bercabang banyak, dan hanya terdapat pada individu jantan. Hewan ini dikenal sangat waspada dan lebih aktif di pagi atau sore hari.

Ciri-ciri Fisik Rusa

Rusa memiliki tubuh yang lebih besar dan gagah daripada kijang. Warna bulunya bervariasi, mulai dari cokelat tua hingga abu-abu, tergantung jenisnya. Tanduk rusa biasanya bercabang banyak dan tumbuh di kepala jantan. Selain ukuran, rusa juga lebih sering terlihat di area terbuka atau padang rumput.

Makanan dan Habitat Kijang

Kijang memegang peran penting dalam rantai makanan karena pola makannya yang sangat beragam. Selain itu, habitat kijang juga mempengaruhi keberadaannya di alam.

Jenis Makanan Kijang

Hewan kijang merupakan pemakan tumbuhan, atau herbivora. Makanan utama mereka meliputi daun-daunan lembut, buah-buahan liar, serta tunas rumput muda. Kadang, kijang juga memakan bunga atau bagian tanaman lain yang mudah dijangkau.

Habitat Alami Kijang

Kijang banyak ditemukan di hutan tropis, hutan sekunder, dan padang rumput yang memiliki semak-semak lebat. Di Indonesia, kijang sering dijumpai di kawasan seperti Taman Nasional Way Kambas. Mereka lebih suka tempat yang tersembunyi dan jauh dari aktivitas manusia.

Kesimpulan

Hewan kijang memang sering disamakan dengan rusa, padahal keduanya berbeda dalam ukuran tubuh, bentuk tanduk, dan habitat. Kijang memiliki tubuh kecil, tanduk pendek, serta lebih menyukai area yang terlindung seperti hutan sekunder. Sementara itu, makanan utama kijang adalah tumbuhan, mulai dari daun, buah, hingga rumput muda. Mengenal perbedaan ini membantu kita memahami pentingnya melestarikan keduanya sebagai bagian dari ekosistem.

Reviewed by Salamah Harahap

Baca juga: Fauna Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya