Konten dari Pengguna

Tali Putri: Tanaman Parasit dan Manfaatnya sebagai Molluskisida

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Info Biologi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tali Putri.  Foto: Wikimedia Commons
zoom-in-whitePerbesar
Tali Putri. Foto: Wikimedia Commons

Tali putri sering muncul sebagai gulma yang menjalar dan membelit tanaman di kebun atau sawah. Sekilas tampak seperti benang kuning yang tidak berbahaya, padahal cara hidupnya memang merugikan tanaman inang. Di sisi lain, penelitian menunjukkan tanaman ini punya potensi dimanfaatkan sebagai bahan pengendali hama tertentu.

Tali Putri sebagai Tanaman Parasit di Lahan Pertanian

Ciri Morfologi dan Cara Hidup Tali Putri sebagai Parasit

Tali putri (Cassytha filiformis L.) memiliki batang tipis, panjang, dan tampak seperti benang berwarna kuning hingga oranye. Tanaman ini hampir tidak memiliki daun dan tidak berklorofil, sehingga tidak mampu menyusun makanan sendiri.

Menurut Pemanfaatan Tanaman Parasit Tali Putri (Cassytha filiformis L.) sebagai Molluskisida Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck) oleh Nur Hidayah dan Essy Purwaningtyas, tali putri merupakan salah satu tanaman parasit. Artinya tanaman ini harus mencari sumber makanan baru dari tumbuhan lain karena tidak mampu melakukan fotosintesis. Tanaman ini juga tidak membentuk akar seperti yang dilakukan tumbuhan pada umumnya untuk mengambil air. Batangnya menempel lalu membentuk struktur mirip pengisap yang menembus jaringan inang untuk mengambil air dan hara. Kondisi ini bisa menurunkan vigor, menghambat pertumbuhan, bahkan membuat tanaman inang tampak layu.

Jenis Parasitisme dan Dampaknya bagi Ekosistem

Tali putri termasuk parasit obligat, artinya hanya bisa hidup bila menempel pada tanaman lain. Hubungan ini jelas merugikan inang, berbeda dengan hubungan tumbuhan yang hidup berdampingan tanpa saling menguras sumber daya. Dalam Pemanfaatan Tanaman Parasit Tali Putri (Cassytha filiformis L.) sebagai Molluskisida Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck) oleh Nur Hidayah dan Essy Purwaningtyas, di Amerika Serikat, tali putri tergolong parasit yang diwaspadai dan masuk dalam daftar “sepuluh gulma utama” musuh Departemen Pertanian AS (USDA).

Di lahan pertanian, keberadaan tali putri perlu diawasi karena dapat menyebar cepat melalui batang yang terputus dan menempel ke tanaman sehat. Selain itu, perubahan komposisi tumbuhan liar di suatu area juga bisa terjadi ketika tanaman inang melemah dan kalah bersaing.

Tali Putri, Simbiosis Parasitisme, dan Pemanfaatannya

Tali Putri Simbiosis Apa dengan Tanaman Inang?

Hubungan tali putri dengan tanaman inang tergolong simbiosis parasitisme, yaitu kondisi ketika satu pihak diuntungkan dan pihak lain dirugikan. Tanaman inang yang terserang biasanya tampak tertutup lilitan batang halus, daunnya menguning, dan pertumbuhannya terhambat.

Tanaman yang sering menjadi inang antara lain semak, tanaman hias, hingga tanaman budi daya di lahan terbuka. Interaksi tali putri dengan tanaman inangnya dikategorikan sebagai parasitisme karena tanaman inang mengalami kerusakan jaringan dan penurunan kesehatan. Jadi, hubungan ini berbeda dengan mutualisme atau komensalisme yang tidak merugikan inang.

Pemanfaatan Tali Putri sebagai Molluskisida Nabati Keong Mas

Di balik sifatnya yang merugikan, tali putri memiliki potensi sebagai molluskisida nabati untuk mengendalikan keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) di sawah. Penelitian yang dirangkum dalam sumber yang sama menjelaskan bahwa ekstrak tali putri efektif menurunkan kelangsungan hidup keong mas. Senyawa aktif di dalamnya diduga mengganggu fungsi tubuh keong sehingga hewan tersebut melemah dan mati.

Pemanfaatan ini bisa menjadi alternatif pengendalian hayati yang mengurangi ketergantungan pada pestisida sintetis. Namun demikian, petani tetap perlu mengelola keberadaan tali putri di lahan, karena tanaman ini tetap berstatus gulma parasit yang dapat merugikan tanaman padi atau tanaman lain jika dibiarkan tumbuh bebas.

Kesimpulan

Tali putri adalah tanaman parasit yang hidup dengan menempel dan menyerap nutrisi dari tanaman inang, sehingga menurunkan kesehatan dan produktivitas tanaman budi daya. Hubungan yang terbentuk adalah simbiosis parasitisme, bukan kerja sama yang saling menguntungkan.

Meski demikian, penelitian menunjukkan tali putri berpotensi dimanfaatkan sebagai molluskisida nabati untuk mengendalikan keong mas di lahan persawahan. Oleh karena itu, pengelolaan tali putri sebaiknya dilakukan secara bijak: dikendalikan agar tidak merusak tanaman, sekaligus dimanfaatkan dengan cara yang aman dan terukur ketika digunakan sebagai bahan pengendali hama.

Reviewed by Salamah Harahap

Baca juga: Flora Indonesia: Keanekaragaman dan Persebarannya