kumparan
KONTEN PUBLISHER
21 November 2019 9:58

5 Tahun Gagal Panen, Masyarakat Dompu, NTB Akhirnya Panen Rumput Laut

PicsArt_11-21-10.16.48.jpg
Petani rumput laut di Dompu. Ardyan/Info Dompu
Info Dompu - Dari jauh terlihat beberapa petani sibuk menurunkan rumput laut dari perahu, Rabu (20/11). Perahu itu penuh dengan rumput laut berjenis Eucheuma Cottoni atau rumput laut cokelat. Mereka dari kelompok budidaya rumput laut “Gelombang Merah” di Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mulai melakukan panen rumput laut.
ADVERTISEMENT
Panen yang mereka lakukan itu merupakan panen kering pertama setelah lima tahun gagal panen. Begitu diungkapkan Wahidin, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kabupaten Dompu. Petani rumput laut di Desa Kwangko Kecamatan Manggelewa itu merupakan binaan langsung Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Dompu.
PicsArt_11-21-10.15.10.jpg
Wahidin, Kepala DPK Kabupaten Dompu. Foto: Ardyan/Info Dompu
Menurut Wahidin, hasil panen perdana ini nantinya akan dipasarkan hingga luar daerah, seperti Lombok, Bali dan Surabaya. Pihaknya juga sangat mengapresiasi kerjasama dan kesuksesan kelompok yang telah bersusah payah membudidaya dan memanen rumput laut itu.
“Kesuksesan program ini tidak terlepas dari dukungan dan keseriusan Pemda Dompu dalam mencanangkan program Pijar (sapi, jagung, dan rumput laut) yang salah satunya adalah rumput laut,” jelasnya.
Dirinya berharap, kepada masyarakat Dompu dan khususnya masyarakat pesisir untuk terus bekerja dalam mengembangkan rumput laut agar mensejahterakan masyarakat.
ADVERTISEMENT
“Rumput laut ini merupakan komoditi strategis yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi sumber pendapatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat,” beber Wahidin.
PicsArt_11-21-10.14.22.jpg
Panen rumput laut di Desa Kwangko. Foto: Ardyan/Info Dompu
Proses budidaya rumput laut menurut Wahidin, tidak lah sulit, apalagi di Dompu dikenal ideal untuk budaya rumput laut karena memiliki lahan perairan. Juga pasar dan pembelinya rumput laut ada.
"Harganya tinggi. Tidak ada yang larang masuk laut, jadi teruslah bekerja,” sambungnya.
Ia juga mengungkapkan, hasil panen kali ini sangat memuaskan dan mencapai target. Yang ditanam 20 kilogram per ris hasilnya bisa mencapai lebih kurang 200 kilogram,” ungkapnya. Menurutnya tingkat keberhasilan itu telah mencapai 10 kali lipat dan sudah maksimal. "Bila menanam 1 ton akan menghasilkan 10 ton," ujarnya lagi.
ADVERTISEMENT
Wahidin juga mengatakan bahwa pihaknya telah membagikan bibit 4 ton kepada petani dengan target panen 40 ton tapi ternyata setelah dihitung dari jumlah petani dan jumlah tali ris (long line) itu melebihi target. "Dari target kita 40 ton bisa menghasilkan 52 ton," sebutnya.
-
Ardyan
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan