Kumparan Logo
Konten Media Partner

Anak Jangan Dipaksa, ini Tips Membangun Budaya Literasi dalam Keluarga

Info Dompuverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustasi mengajak anak untuk menyukai membaca sejak dini. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustasi mengajak anak untuk menyukai membaca sejak dini. Foto: Pixabay

Info Dompu - Membangun budaya literasi di era digital sekarang sungguh tidak mudah, apalagi bagi kalangan anak-anak dan remaja. Dibandingkan media cetak seperti buku atau majalah, hadirnya televisi dan gawai yang lebih atraktif jelas lebih menarik baik dari sisi tampilan maupun isi.

Meski begitu, membangun kebiasaan anak-anak untuk membaca buku sejak dini harus tetap dilakukan karena buku menjanjikan kedalaman makna. Memang seharusnya menanamkan kecintaan membaca harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Kepala Bahasa NTB Ummu Kulsum, menjelaskan, pihaknya terus menggalakkan gemar membaca di kalangan masyarakat. Salah satunya menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka mencegah pernikahan dini. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat juga meminta pihaknya untuk menyusun buku literasi keluarga dan nantinya menjadi bacaan wajib.

Ummu Kulsum kedua dari kiri bersama narasumber lain dalam kegiatan Sastrawan Masuk Sekolah. Foto: Ilyas Yasin/Info Dompu

Ketika tampil sebagai pemateri dalam program “Sastrawan Masuk Sekolah” yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Gedung PKK Kabupaten Dompu, Rabu (23/10), Ummu Kulsum menyarankan, terdapat beberapa pilihan kegiatan yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan budaya literasi di lingkungan keluarga.

Pertama, menggalakan kegiatan mengaji beberapa menit setelah magrib. Kedua, sediakan satu buku di setiap satu ruang. Judulnya bebas. Ketiga, batasi tayangan TV dan memegang gawai pada waktu tertentu.

“Namun aturan ini pun harus ditaati juga oleh orang tua, jangan sampai anak-anak dilarang pegang gawai tapi justru orang tua melakukannya,” ujarnya mengingatkan.

Sementara itu dalam acara yang sama novelis terkenal Asma Nadia juga memberikan beberapa tips lainnya. Sebagai seorang ibu dirinya juga mengaku harus selalu mencari cara untuk menyiasati keadaan sekaligus menumbuhkan kecintaan membaca di kalangan buah hatinya. Ibu dua anak ini pun lantas menceritakan upaya yang dilakukannya bersama suami untuk membiasakan literasi tersebut kepada kedua anaknya, Salsa dan Adam, waktu keduanya masih bocah. Salah satunya dengan membiasakan membaca atau mendongeng.

Novelis Asma Nadia dalam acara Satrawan Masuk Sekolah di Dompu. Foto: Ilyas yasin/Info Dompu

Tetapi, kata dia, saat mendongeng atau membaca, harus berhenti saat tertentu agar anak terdorong membaca sendiri atau agar anak penasaran. “Mendongeng juga harus ekspresif agar menarik perhatian anak,” ujarnya mengingatkan. Mendongeng dapat pula dilakukan secara bersambung dengan melibatkan semua anggota keluarga yang ada. “Saya kira cara-cara seperti ini masih cukup menarik buat anak-anak,” ujarnya yakin.

Berikutnya, kata Asma Nadia, tawarkan ke anak cerita apa yang dia kehendaki, termasuk menanyakan ending ceritanya seperti apa yang diinginkan. Dengan cara itu secara tidak langsung anak diajak berpartisipasi. “Jadi, jangan paksa mereka mengikuti cerita seperti keinginan kita. Seharusnya biarkan mereka merangkai cerita versi mereka sendiri,” tegasnya.

Untuk menumbuhkan minat baca, Asma juga menyarankan agar mendekatkan anak-anak dengan buku seperti hadiah ulangtahun, kenaikan kelas dan lain-lain. Selain itu, kata dia, buku-buku itu sebaiknya tidak disusun tetapi di-display dan diletakan di kamar tidur, ruang tamu, di dapur bahkan di toilet. “Kenapa di toilet? Karena menurut penelitian rata-rata kita menghabiskan waktu setara dengan dua tahun di toilet,” ujar Asma disambut tertawa peserta.

Buku-buku Asma Nadia didisplay pada kegiatan Sastrawan Masuk Sekolah. Foto: Ilyas Yasin/Info Dompu

Program “Sastrawan Masuk Sekolah” dilakukan dalam rangka menyambut peringatan Bulan Bahasa pada Oktober 2019 yang dipusatkan di dua kabupaten yakni Kabupaten Dompu, NTB dan Kabupaten Nias, Sumatera Utara. Kegiatan berlangsung Rabu dan Kamis (23-24/10) dan diikuti masing-masing diikuti 100 guru dan siswa dari 36 perwakilan sekolah SD, SMP dan SMA sederajat yang ada di Dompu.

Narasumber lain kegiatan tersebut adalah Kepala Bidang Pusat Pembelajaran Bahasa dan Sastra Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud RI Tengku Syafrina dan Akhi Dirman Al-Amin, sastrawan muda dari Bima. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu Haji Ichtiar.

-

Ilyas Yasin