Cegah Corona, Sejumlah Pasar di Kota Mataram, NTB Terapkan Physical Distancing

Info Dompu - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan menerapkan physical distancing atau sistem 'penjarakan' di sejumlah pasar.
"Yang pasti pasar belum ditutup, tetapi akan ditata sesuai dengan protokol pencegahan COVID," kata Mahfuddin Noor, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram (5/5).
Menurutnya, Pemkot Mataram akan menata tempat lapak para pedagang guna menjaga jarak mobilisasi antara pedagang dan pembeli.
"Rencananya pemerintah akan mencoba menerapkan sistem tersebut di Pasar Tradisional Mandalika Kota Mataram, menggunakan jalan yang menghubungkan antara terminal dengan pasar. Kemudian akan dibuatkan marka," jelasnya.
Ia menjelaskan, adapun beberapa pasar di Kota Mataram yang masih beroperasi, bahkan masih ramai dikunjungi pedagang dan pembeli sampai saat ini seperti Pasar Mandalika, Pasar Kebon Roek, Pasar Pagesangan dan Pasar Cemara.
"Untuk pasar Kebon Roek Pemkot Mataram berencana akan memanfaatkan lantai atas untuk penerapan sistem physical distancing, mengingat pasar tersebut intensitas pedagangnya sangat tinggi," ujarnya.
Selanjutnya Pasar Kebon Roek yang intensitas pedagangnya sangat tinggi nantinya akan disiapkan lantai 2 untuk pedagang tetap melakukan social distancing. Sedangkan untuk pasar yang belum disiapkan pihaknya akan meminta bantuan pihak Dinas Perdagangan (Disdag) untuk mengatur penerapan sistem yang sama secepatnya.
"Termasuk semua pasar yang lain, nanti dinas perdagangan yang lebih paham," Kata Mahfuddin.
Sedangkan untuk pembatasan waktu di sejumlah pasar yang ada di Kota Mataram, menurutnya belum bisa diterapkan. Hal ini mengingat pasar di Kota Mataram biasanya berlangsung hingga siang hari.
"Untuk pembatasan waktu belum ada itu, tapi kan pada umumnya pasar kita dari pagi siang selesai," terangnya.
Ditemui terpisah, Wali Kota Mataram, Ahyar Abduh mengatakan Pasar Mandalika telah dilakukan penataan.
"Penataan dengan prinsip social distancing untuk menghindari physical distancing," ujarnya (6/5).
Ahyar menjelaskan jika Pemkot Mataram sedang melakukan penelitian riwayat terkait kasus salah satu pedagang Pasar Bertais Mandalika yang dinyatakan positif COVID-19
"Karena salah satu pasien kita, sedang kita teliti riwayatnya, dia ini salah satu pedagang pasar di Bertais," tuturnya.
Ia juga menjelaskan jika eskalasi penyebaran COVID-19 semakin banyak, Pemkot Mataram akan mempertimbangkan dan mengkaji kembali bahkan bisa dilakukan penutupan atau pembatasan di pasar-pasar tersebut.
"Bisa saja nanti, kita akan pertimbangan eskalasi penyebarannya, apabila nanti ditemukan titik penyebaran di tempat itu, ya bisa jadi kita akan melakukan penutupan dan pembatasan tempat tersebut," tutupnya.
-
Atriadi
