Foto: Pesona Keindahan Flora di Jalur Pendakian Gunung Tambora

Info Dompu – Pemandangan alam di jalur pendakian suatu gunung umumnya menjadi salah satu pertimbangan dan daya tarik bagi pendaki. Pemandangan tersebut tentu akan memberi motivasi para pendaki untuk sampai ke puncak.
Keberadaan suatu vegetasi tumbuhan juga menjadi penanda posisi pendaki, bahwa keberadaannya sudah di mana dan telah mencapai ketinggian berapa. Misalnya keberadaan bunga edelweis yang tumbuh di atas sekitar 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung Tambora yang berada di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat yang memiliki ketinggian 2851 mdpl ini memiliki keanekaragaman tumbuhan yang dapat dijumpai di sepanjang jalur pendakiannya. Desa terakhir sebelum jalur pendakian Tambora bernama Desa Pancasila. Nama desa ini yang akhirnya digunakan sebagai nama jalur pendakian.
Jalur Pancasila ini yang menjadi satu-satunya jalur yang akan membawa pendaki menuju Puncak Sejati Tambora. Sebelum mulai menanjak, pendaki akan disuguhkan dengan pemandangan kebun kopi Tambora.
Dari kebun kopi pendaki akan mulai memasuki hutan dengan vegetasi tumbuhan dipenuhi tumbuhan paku-pakuan, juga beragam semak belukar termasuk tumbuhan beri hutan atau stroberi hutan.
Buah beri hutan ini tumbuh dari sebelum pos 1 hingga pos 5. Buah ini sangat bermanfaat bagi pendaki yang suka memakannya karena mengandung vitamin dan mineral. Selain tanaman beri juga terdapat tumbuhan alang-alang atau ilalang yang sangat menarik.
Tumbuhan alang-alang atau ilalang ini menjadi ciri khas di kawasan sekitar pos 5 hingga sebelum puncak Tambora. Tumbuhan ini dapat dilihat sejauh mata memandang karena membentuk padang rumput yang indah.
Selain memiliki padang rumput yang indah, salah satu yang menjadi ciri khas jalur pendakian Tambora adalah memiliki tanaman jelatang atau yang biasa dikenal sebagai jancukan oleh para pendaki gunung.
Tumbuhan jelatang tumbuh subur di jalur pendakian Pancasila bahkan mendapat sebutan jalur pendakian lembah jelatang. Tumbuhan ini menjadi musuh bebuyutan para pendaki karena jika terkena bagian tubuh rasanya seperti disetrum listrik atau gatal sekali. Lembah jelatang dimulai dari sekitar pos 3 hingga sebelum pos 5. Hati-hati ya melewati tumbuhan ini saat mendaki Tambora.
Selanjutnya ada beragam bunga-bunga yang menyenangkan mata. Bunga-bunga ini umumnya juga dijumpai di gunung-gunung lain, tetapi melihatnya berada di jalur pendakian Tambora juga tak kalah menyenangkan mata kok.
Jika membahas bunga yang terdapat di suatu gunung, biasanya para pendaki akan langsung menyebutkan bunga yang satu ini. Yup, apalagi kalau bukan bunga edelweis. Bunga ini sangat populer dan menjadi daya tarik utama bagi para pendaki.
Bunga ini bahkan bisa tumbuh di puncak gunung yang tandus. Beberapa orang menganggap bunga edelweis sebagai lambang cinta yang abadi. Nah, yang unik di Gunung Tambora justru memiliki edelweis yang berwarna ungu.
Penampilannya kadang akan mengecoh karena bentuknya mirip dengan tumbuhan semak yang memiliki bunga berwarna ungu, tapi vegetasi edelweis ungu ini hanya bisa dijumpai di atas pos 5 jalur pendakian Tambora.
Meski memiliki edelweis yang berwarna ungu, pada ketinggian di sekitar puncak Tambora juga tetap tumbuh bunga edelweis jenis yang pada umumnya bisa dijumpai di berbagai gunung di Indonesia yaitu berwarna kuning dan putih.
Selain tumbuhan-tumbuhan yang disebutkan di atas, ada beragam potret tumbuhan lain yang mendiami jalur pendakian Tambora seperti pohon cemara.
Vegetasi pohon cemara di Tambora dapat dijumpai setelah pos 3 hingga sebelum puncak.
-
Intan Putriani
