kumparan
KONTEN PUBLISHER
18 Juli 2019 21:20

Foto: Pesona Keindahan Flora di Jalur Pendakian Gunung Tambora

DSC_0088.JPG
Bunga Edelweis di Puncak Gunung Tambora. Foto: Info Dompu
Info Dompu – Pemandangan alam di jalur pendakian suatu gunung umumnya menjadi salah satu pertimbangan dan daya tarik bagi pendaki. Pemandangan tersebut tentu akan memberi motivasi para pendaki untuk sampai ke puncak.
ADVERTISEMENT
Keberadaan suatu vegetasi tumbuhan juga menjadi penanda posisi pendaki, bahwa keberadaannya sudah di mana dan telah mencapai ketinggian berapa. Misalnya keberadaan bunga edelweis yang tumbuh di atas sekitar 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Gunung Tambora yang berada di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat yang memiliki ketinggian 2851 mdpl ini memiliki keanekaragaman tumbuhan yang dapat dijumpai di sepanjang jalur pendakiannya. Desa terakhir sebelum jalur pendakian Tambora bernama Desa Pancasila. Nama desa ini yang akhirnya digunakan sebagai nama jalur pendakian.
Jalur Pancasila ini yang menjadi satu-satunya jalur yang akan membawa pendaki menuju Puncak Sejati Tambora. Sebelum mulai menanjak, pendaki akan disuguhkan dengan pemandangan kebun kopi Tambora.
20190622_105054.jpg
Kopi Tambora. Foto: Info Dompu
Dari kebun kopi pendaki akan mulai memasuki hutan dengan vegetasi tumbuhan dipenuhi tumbuhan paku-pakuan, juga beragam semak belukar termasuk tumbuhan beri hutan atau stroberi hutan.
20190619_141840.jpg
Berry hutan yang dapat dijumpai di jalur pendakian Gunung Tambora. Foto: Info Dompu
20190619_142655.jpg
Buah beri yang bisa dipetik dan dimakan di jalur pendakian Tambora. Foto: Info Dompu
20190619_143801.jpg
Pohon beri hutan tumbuh di antara semak lainnya di jalur pendakian Tambora
Buah beri hutan ini tumbuh dari sebelum pos 1 hingga pos 5. Buah ini sangat bermanfaat bagi pendaki yang suka memakannya karena mengandung vitamin dan mineral. Selain tanaman beri juga terdapat tumbuhan alang-alang atau ilalang yang sangat menarik.
20190620_171716.jpg
Ilalang yang tumbuh di jalur pendakian Tambora. Foto: Info Dompu
DSC_0259.JPG
Ilalang yang tumbuh sebelum menuju puncak Tambora. Foto: Info Dompu
Tumbuhan alang-alang atau ilalang ini menjadi ciri khas di kawasan sekitar pos 5 hingga sebelum puncak Tambora. Tumbuhan ini dapat dilihat sejauh mata memandang karena membentuk padang rumput yang indah.
DSC_0314.JPG
Padang rumput di jalur pendakian Tambora. Foto: Info Dompu
Selain memiliki padang rumput yang indah, salah satu yang menjadi ciri khas jalur pendakian Tambora adalah memiliki tanaman jelatang atau yang biasa dikenal sebagai jancukan oleh para pendaki gunung.
20190620_161350.jpg
Salah satu jenis tumbuhan jelatang di Tambora. Foto: Info Dompu
20190620_161357.jpg
Jelatang tumbuh subur di jalur pendakian Tambora: Foto: Info Dompu
20190620_164906.jpg
Jelatang di jalur Pancasila. Foto: Info Dompu
Tumbuhan jelatang tumbuh subur di jalur pendakian Pancasila bahkan mendapat sebutan jalur pendakian lembah jelatang. Tumbuhan ini menjadi musuh bebuyutan para pendaki karena jika terkena bagian tubuh rasanya seperti disetrum listrik atau gatal sekali. Lembah jelatang dimulai dari sekitar pos 3 hingga sebelum pos 5. Hati-hati ya melewati tumbuhan ini saat mendaki Tambora.
ADVERTISEMENT
Selanjutnya ada beragam bunga-bunga yang menyenangkan mata. Bunga-bunga ini umumnya juga dijumpai di gunung-gunung lain, tetapi melihatnya berada di jalur pendakian Tambora juga tak kalah menyenangkan mata kok.
20190620_161803.jpg
Bunga di jalur pancasila. Foto: Info Dompu
20190620_170919.jpg
Tumbuhan di jalur pendakian Tambora. Foto: Info Dompu
20190621_151630(0).jpg
Bunga di jalur pendakian Tambora. Foto: Info Dompu
20190620_171538.jpg
Semak berbunga di jalur pendakian Tambora. Foto: Info Dompu
Jika membahas bunga yang terdapat di suatu gunung, biasanya para pendaki akan langsung menyebutkan bunga yang satu ini. Yup, apalagi kalau bukan bunga edelweis. Bunga ini sangat populer dan menjadi daya tarik utama bagi para pendaki.
Bunga ini bahkan bisa tumbuh di puncak gunung yang tandus. Beberapa orang menganggap bunga edelweis sebagai lambang cinta yang abadi. Nah, yang unik di Gunung Tambora justru memiliki edelweis yang berwarna ungu.
Penampilannya kadang akan mengecoh karena bentuknya mirip dengan tumbuhan semak yang memiliki bunga berwarna ungu, tapi vegetasi edelweis ungu ini hanya bisa dijumpai di atas pos 5 jalur pendakian Tambora.
20190621_084352.jpg
Edelweis ungu di Tambora. Foto: Info Dompu
20190620_171756.jpg
Edelweis di Tambora. Foto: Info Dompu
20190620_171818.jpg
Edelweis yang bisa dijumpai di atas pos 5 Tambora. Foto: Info Dompu
Meski memiliki edelweis yang berwarna ungu, pada ketinggian di sekitar puncak Tambora juga tetap tumbuh bunga edelweis jenis yang pada umumnya bisa dijumpai di berbagai gunung di Indonesia yaitu berwarna kuning dan putih.
20190621_062156.jpg
Edelweis di puncak Tambora saat matahari terbit. Foto: Info Dompu
20190621_081708.jpg
Edelweis di lahan tandus menuju puncak Tambora. Foto: Info Dompu
DSC_0276.JPG
Edelweis Tambora. Foto: Info Dompu
Selain tumbuhan-tumbuhan yang disebutkan di atas, ada beragam potret tumbuhan lain yang mendiami jalur pendakian Tambora seperti pohon cemara.
20190620_164211.jpg
Pohon cemara di jalur pendakian Tambora. Foto: Info Dompu
20190620_164225.jpg
Cemara tumbuh tinggi di jalur pendakian Tambora. Foto: Info Dompu
20190620_175512.jpg
Hutan cemara saat senja di jalur pendakian Tambora. Foto: Info Dompu
Vegetasi pohon cemara di Tambora dapat dijumpai setelah pos 3 hingga sebelum puncak.
ADVERTISEMENT
-
Intan Putriani
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan