Kumparan Logo
Konten Media Partner

Kisah Pelopor Sanitasi di Dompu, NTB dari Puskesmas Dompu Timur

Info Dompuverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pelopor sanitasi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pelopor sanitasi. Foto: Pixabay

Info Dompu - Isu kesehatan, sebagaimana kemiskinan, di Kabupaten Dompu memang masih menjadi pekerjaan rumah cukup besar. Mulai dari soal gizi buruk, pernikahan di bawah umur, kematian bayi dan ibu, stunting, sanitasi, virus anjing gila, hingga pengolahan pangan yang kurang sehat.

Tetapi di tengah sorotan atas layanan dan perilaku pegawai plat merah yang dinilai lamban dan korup, di Puskesmas Dompu Timur terdapat banyak cerita inovatif yang dilakukan petugas kesehatan dalam memperjuangkan kesehatan bagi warga. Bisa dibilang, cerita yang tak banyak terungkap ke publik.

Salah satunya, seperti dikisahkan Koordinator Sanitarian dan Kesehatan Lingkungan Puksesmas Dompu Timur, Sriatun. Ketika dia dan timnya melakukan advokasi pengadaan jamban keluarga di Desa Karamabura, Kecamatan Dompu , Kabupaten Dompu, NTB pada 2014.

Sriatun, Koordinator Sanitarian dan Kesehatan Lingkungan Puskesmas Dompu Timur. Foto: Info Dompu

“Saat itu belum ada ADD (Alokasi Dana Desa, red) seperti sekarang ya,” kenangnya. Terdorong dari kegelisahannya karena banyak warga desa yang belum memiliki jamban, dia berinisiatif mengajak warga untuk membangun jamban secara swadaya. Caranya, kata dia, timnya mendorong warga mengumpulkan uang tiap kali selesai panen untuk membeli bahan dan alat. Jumlahnya bervariasi ada yang Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.

“Uang itu kami belikan bahan dan alat jamban, sedangkan teknisinya dari kantor kami, bahkan tanpa digaji,” ujarnya saat ditemui di kantornya ditemani staf sanitarian lainnya Nurkomalasari, Selasa (2/10).

“Dapat dikatakan ini program zero anggaran karena tidak ada anggaran dari kantor kami,” ujar Nurkomalasari. Menurut Sriatun, awalnya tidak mudah memulai program ini. Tetapi berkat kesungguhan dia dan timnya turun dan berinteraksi dengan warga, akhirnya berhasil membangun 43 unit jamban keluarga secara swadaya. Secara geografis Desa Karamabura ini berada di atas perbukitan bagian utara Kabupaten Dompu dengan kodisi jalan mendaki dan berkelok-kelok.

Inovasi lain yang dilakukan tim sanitasi, kata Nurkomalasari, adalah Program “Vertigo Jahat” alias “Versi Dompu Timur Go Jamu Sehat” yakni pemberian stimulan berupa aneka sayur dan buah di kantornya setiap Jumat, pekan kedua dan keempat di setiap bulan.

Nurkomalasari, sanitarian Puskesmas Dompu Timur. Foto: Info Dompu

“Kami menyebutnya makan Sabu atau sayur dan buah,” ujar Nurkomalasari tersenyum. Program ini berjalan sejak 2017. Nurkomalasari mengklaim pemberian stimulan secara gratis itu dilakukan secara swadaya dengan cara mengumpulkan sumbangan dari semua pegawai di Puskesmas Dompu Timur baik yang ASN maupun honorer. Nominalnya antara Rp 5000 hingga Rp 10.000 per orang.

Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membeli buah dan sayur. “Kami juga secara sukarela memasaknya seperti berupa urap lalu dibagikan kepada pengunjung yang datang,” terangnya.

Nurkomalasari menjelaskan terdapat dua tujuan program ini yakni mendorong agar warga, terutama ibu menyusui dan anak-anak berkunjung ke Puskesmas untuk memeriksakan kesehatan atau melakukan konseling, sekaligus mengedukasi supaya mereka terbiasa mengonsumsi sayur dan buah.

Puskesmas Dompu Timur. Foto: Info Dompu

“Dengan pemberian stimulan tersebut akhirnya banyak orang yang mau berkunjung, padahal biasanya orang malas karena Jumat hari pendek,” ujarnya terkekeh.

Sriatun menambahkan bahwa timnya juga rutin berkunjung ke sekolah untuk melakukan penyuluhan kesehatan sanitasi dan pemeriksaan kesehatan, termasuk ke beberapa sekolah terpencil di wilayah Dompu Timur. Beberapa lokasi tersebut cukup sulit dijangkau dengan roda empat karena banyak tanjakan sehingga harus dilalui dengan roda dua bahkan jalan kaki. Meski Sriatun sendiri mengaku tak dapat mengendarai motor tapi ia dan timnya sangat menikmati profesinya sebagai pejuang kesehatan di wilayah kerjanya.

Sementara Nurkomalasari menambahkan, jika saja mendapatkan dukungan anggaran maka dia dan timnya akan lebih banyak lagi inovasi yang bakal dilakukan untuk melayani warga di bidang kesehatan. Terdapat tujuh desa yang menjadi wilayah kerja Puskesmas Dompu Timur yakni Desa O,o, Manggeasi, Katua, Kareke, Dorebara, Karamabura dan Manggenae.

-

Ilyas Yasin