kumparan
8 Oktober 2019 9:39

Melihat Kopi Robusta di Lereng Gunung Tambora

20190929_093009.jpg
Kopi Robusta Tambora. Foto: Info Dompu
Info Dompu - Awal munculnya perkebunan kopi di lereng Gunung Tambora, NTB yaitu dibuka oleh pengusaha asal Swedia tahun 1932. Selama beberapa kali pengelolaan perusahaan kopi di lereng Tambora berganti. Perusahaan terakhir yang berhasil eksis sebelum akhirnya menghilang adalah PT Bayu Aji Bima Sena (BABS). Hingga saat ini kopi-kopi hanya dirawat oleh petani tanpa naungan perusahaan mana pun, pemerintah daerah ikut dalam pengelolaan dengan sistem bagi hasil di beberapa tempat saja di kawasan Tambora.
20190929_110115.jpg
Kopi robusta Tambora. Foto: Info Dompu
Sejak saat itu hingga kini, sebagian besar jenis kopi yang tumbuh di lereng Tambora adalah kopi jenis robusta. Pohon kopi robusta awalnya tumbuh subur di lereng bagian utara Gunung Tambora kemudian menyebar hingga keseluruh wilayah di dua kabupaten yaitu Dompu dan Bima. Berdasarkan data indikasi geografis kopi robusta Tambora tahun 2015, ada sekitar 724,41 hektare kebun kopi robusta di wilayah Kabupaten Bima dan 533,91 hektare di wilayah Kabupaten Dompu.
20190929_073329.jpg
Buah kopi robusta tumbuh di lereng Tambora. Foto: Info Dompu
Kopi robusta biasanya hidup di ketinggian sekitar di bawah 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Rata-rata perkebunan kopi robusta di lereng Tambora berada di ketinggian 700 mdpl.
ADVERTISEMENT
Untuk menghasilkan pohon kopi robusta yang produktif, petani kopi Tambora menggunakan biji dari tanaman yang memiliki pertumbuhan dan produktifitas baik sebagai bibit. Mereka juga melakukan peremajaan tanaman dengan menggunakan teknik sambung stek. Pengetahuan sambung stek ini dipelajari oleh petani kopi dari keturunan sebelumnya yang menjadi mantan karyawan PT BABS.
20190929_095031.jpg
Kopi robusta dengan bijij berwarna orange. Foto: Info Dompu
Teknik sambung stek dalam pengembangan kopi robusta Tambora yaitu dengan memilih tanaman kopi yang memiliki produktifitas dan pertumbuhan yang baik. Sejak adanya perusahaan kopi hingga kini, telah muncul varietas kopi robusta Tambora antara lain BP 42, Mumbul, Quillo 121, Uganda 12, Canephora, Excelsa, BP 39, Banglan 300, Sumber Asin 13, Kanuga, Tretes Panggung, Kawisari B, Kawisari D, Liberika, Tambora 1 dan Tambora 2.
ADVERTISEMENT
Dari belasan jenis varietas tersebut, yang kini lebih banyak diusahakan oleh petani kopi di lereng Tambora adalah turunan dari varietas BP 42 dan BP 39 yang telah tercampur akibat penyerbukan silang, sedangkan varietas lainnya saat ini tidak dibudidayakan lagi.
IMG_3007.JPG
Komang Edy, Petani kopi di lereng Gunung Tambora. Foto: Ikhsan Hanif
Info Dompu telah berkunjung ke kebun kopi di lereng gunung Tambora yaitu di Desa Oi Bura, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima pada Sabtu dan Minggu (28-29/9) untuk bertemu petani kopi Tambora dan melihat salah satu kebun miliki petani di sana. Salah satu petani bernama Komang Edy, menyebutkan ada beragam varietas kopi Tambora yang ia ketahui, namun ia dan petani lainnya hanya mampu mengusahakan beberapa varietas saja dikebunnya.
Sedangkan di salah satu kebun milik petani sebelumnya yang ia kerjakan, kami menjumpai beragam varietas kopi robusta seperti robusta berwarna kekuning-kuningan atau orange, beragam kopi yang beraroma buah seperti beraroma durian dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
-
Intan Putriani
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan