Kumparan Logo
Konten Media Partner

Rimpu Mpida vs Rimpu Colo

Info Dompuverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rimpu Mpida dan Rimpu Colo. Foto: Muhammad Safirah/Info Dompu
zoom-in-whitePerbesar
Rimpu Mpida dan Rimpu Colo. Foto: Muhammad Safirah/Info Dompu

Rimpu bisa dibilang busana muslimah tradisional karena mirip dengan jilbab panjang dan seperti bercadar. Busana ini menggunakan sarung khas Dompu yaitu sarung nggoli. Cara pemakaian rimpu sangat sederhana dan tidak memerlukan alat bantu lain selain satu lembar sarung nggoli.

Rimpu terdiri atas dua jenis yaitu rimpu mpida dan rimpu colo. Perbedaan keduanya adalah pada cara pemakaiannya dan penggunaannya. Rimpu mpida dipakai seperti halnya cadar atau niqab, sedangkan rimpu colo dipakai seperti halnya hijab pada umumnya. Rimpu mpida digunakan oleh wanita yang masih gadis atau belum nikah. Sedangkan rimpu colo digunakan oleh wanita yang sudah menikah atau sudah berkeluarga.

Cara menggunakan rimpu mpida:

  • Pertama, masukan sarung nggoli ke kepala dan buatlah seolah menggunakan hijab.

  • Kedua, kaitkan kedua ujung sarung di leher tak perlu menggunakan alat bantu seperti jarum pentul atau peniti.

  • Ketiga, angkat sisi pertengahan depan sarung nggoli hingga di bawah mata seperti halnya cadar, kemudian di putar di belakang lalu dipasang ke kepala, jika masih ada ujung sarung yang tersisa maka putar sekali lagi dan dikaitkan ke kepala.

  • Keempat, perbaiki bagian-bagian sarung yang masih belum rapi.

Cara menggunakan rimpu colo:

  • Pertama, masukan sarung nggoli ke kepala dan buatlah seolah menggunakan hijab.

  • Kedua, kaitkan kedua ujung sarung di leher tak perlu menggunakan alat bantu seperti jarum pentul atau peniti.

  • Ketiga, ambil sarung yang paling ujung lalu diangkat hingga samping kepala lalu dililitkan hingga erat ke kepala. Lakukan sekali lagi jika masih ada sisa ujung sarung.

  • Keempat, perbaiki bagian-bagian sarung yang masih belum rapi.

Rimpu merupakan salah satu tradisi yang harus dijaga dan dilestariakan untuk mempertahankan kearifan lokal Dompu. Budaya busana ini mengajarkan pada wanita akan pentingnya dalam menutup aurat sesuai syariat islam.