Pencarian populer
PUBLISHER STORY

Robusta vs Arabica, Mana yang Lebih Cocok dengan Penderita Maag?

Kopi Tambora. Foto: Instagram @oi_ammo_coffee

Info Dompu - Robusta dan arabica adalah dua jenis kopi paling populer saat ini. Meskipun ada jenis kopi lain seperti liberica dan excelsa, namun keberadanya hampir tidak ditemukan di Indonesia kecuali liberica yang terdapat di beberapa wilayah di pulau Sumatera. Di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) tepatnya di lereng gunung Tambora juga terdapat dua jenis kopi ini, robusta dan arabica Tambora.

Dari namanya kedua kopi ini sudah menunjukan perbedaan jenis. Keduanya pun masing-masing punya level varietas yang berbeda. Salmi (24) pemilik kedai Kopi Aksara berbagi pada Info Dompu melalui voice note WhatsApp (7/4) mengenai perbedaan antara kedua jenis kopi ini.

Salmi mengungkapkan terdapat 6 perbedaan dari kopi robusta dengan arabica, antara lain:

  • Pertama, perbedaan jenis. Saat ini ada beberapa jenis kopi yang dikenal di dunia termasuk jenis robusta dan arabica. Jenis lainnya yaitu liberica, excelsa yang masih langka di Indonesia.

  • Kedua, fisik. Secara fisik robusta memiliki pertumbuhan yang kuat dengan pemeliharaan yang ringan dan hasil produksi yang lebih tinggi. Kopi robusta memiliki pohon yang lebih tinggi dari arabica bahkan saat tidak dirawat pohonnya bisa setara pohon melinjo, tetapi kalau dirawat dan terus dipangkas bisa setinggi pinggang orang dewasa atau setinggi kepala. Kopi arabica pemeliharaannya harus lebih intens dibanding robusta. Daun arabica lebih lancip dibanding robusta. Biji kopi arabica juga lebih kecil dibanding robusta.

  • Ketiga, penanaman. Umumnya kopi arabica ditanam di atas ketinggian 1.000 mdpl, sedangkan kopi robusta hidup di bawah ketinggian 1.000 mdpl. Pertumbuhan kedua jenis kopi tersebut sangat dipengaruhi oleh iklim, suhu, kelembaban, sinar matahari, kerapatan hutan, bahkan serangga yang hidup di sekitarnya.

  • Keempat, rasa. Kopi arabica umumnya memiliki rasa yang lebih kompleks dibandingkan robusta. Pada kopi arabica ditemui rasa asam, sepet, getir tergantung perawatan dan pengolahan, sedangkan robusta diolah dengan cara apapun tetap menghasilkan dominan rasa pahit.

  • Kelima, harga. Saat ini jenis kopi arabica lebih mahal dibanding robusta tapi tidak jauh berbeda.

  • Keenam, kandungan kafein dan sifat asam. Kandungan kafein robusta lebih tinggi dibanding arabica. Kebanyakan orang berpikir bahwa rasa asam yang terkandung dalam arabica sudah pasti memiliki sifat asam, namun itu dua hal yang berbeda.

Roasted Bean. Foto: Dokumentasi Kopi Aksara

Salmi mengungkapkan kopi arabica cenderung memiliki rasa asam, tapi sifatnya tidak selalu asam.

"Kebanyakan orang belum mengerti, terutama bagi mereka yang punya maag atau pantangan terkait kopi. Umumnya mereka cenderung meminum cappucino dibanding kopi hitam biasa tanpa gula" ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa memilih cappucino yang kebanyakan dibuat dengan robusta yang memiliki kafein tinggi justru pilihan yang tidak tepat.

"Jika memiliki penyakit maag atau pantangan terkait kopi dan tetap ingin mengkonsumsi kopi maka pilihan yang tepat adalah kopi arabica, bisa dalam bentuk penyajian kopi tubruk atau yang disaring/filter, yaitu hasil seduhan kopi tanpa ampas dan tanpa gula, jangan lupa mintakan pada barista atau penyeduhnya untuk hasil seduhan yang tidak terlalu pekat" pungkas Salmi.

-

Penulis: Intan Putriani

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan
Dengan ini kamu menyetujui syarat
& layanan dari kumparan
Kamis,23/05/2019
Imsak04:26
Subuh04:36
Magrib17:47
Isya19:00
Tentang kumparan · Bantuan · Ketentuan & Kebijakan Privasi · Panduan Komunitas · Pedoman Media Siber · Iklan · Karir
2019 © PT Dynamo Media Network
Version: 1.1.22