Sepi Orderan, Omzet Percetakan Minim

Konten Media Partner
11 Maret 2019 21:23 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mesin Percetakan. Foto: Syatriadin Yosan/Info Dompu
zoom-in-whitePerbesar
Mesin Percetakan. Foto: Syatriadin Yosan/Info Dompu
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Info Dompu - Momen pemilihan umum (pemilu) serentak yang akan digelar pertama kalinya dalam sejarah demokrasi bangsa Indonesia. Moment ini harusnya menyenangkan bagi para pengusaha bisnis percetakan.
ADVERTISEMENT
Pemilu akan datang dalam hitungan minggu lagi, tapi tak diwarnai dengan ramainya pesanan atribut partai ataupun atribut kampanye. Kondisi ini semakin diperparah dengan iklim industri percetakan yang tengah turun dalam dua tahun belakangan.
Salah satu pelaku usaha bisnis digital printing di Dompu, Iskandar pada Senin (11/3) pagi di kediamannya menyebut bahwa omset menjelang pesta demokrasi tahun ini menurun drastis. Pasalnya calon legislatif yang ada di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, sudah pandai memilih tempat mencetak atribut partai.
Lima tahun lalu, percetakan PAS Dompu yang terletak di Kelurahan Kandai Dua Dompu, Kecamatan Woja, dibanjiri pesanan atribut partai politik.
“Saat ini kosong” katanya sembari mengawasi karyawannya yang mencetak pesanan spanduk dari non partai dan caleg.
Percetakan Belum Pernah Menerima untuk Mencetak Atribut Kampanye. Foto: Syatriadin Yosan/Info Dompu
Meski orderan berupa atribut pemilu sangat sepi saat ini. Memang sebelumnya pernah ada pesanan atribut kampanye dari parpol. Namun, pembayaran pesanan tidak langsung dilakukan di depan. Justru pembayaran dilakukan setelah hasil cetakan sudah siap. Saat ditanyakan jumlah pembayaran atribut kampanye sejauh ini, pria yang pernah menjadi caleg ini enggan menjawab.
ADVERTISEMENT
Menanggulangi minimnya pendapatan dari pesanan atribut kampenye, PAS Dompu tetap banyak menerima pesanan atribut lain, salah satunya dari kegiatan para instansi pemerintah maupun swasta.
“Kami banyak terima orderan lain,” pungkas Iskandar.
Minimnya pesanan atribut kampanye membuat omzet percetakan menurun, ditambah lagi munculnya percetakan baru yang menjadi saingan usaha ini. Meski sudah ada beberapa yang membuka usaha yang sama, tidak menyurutkan niat Iskandar untuk konsisten menjalakan usahanya.
“Ada saingan tapi masih bersaing sehat” jelasnya sambil menutup komunikasi dengan Info Dompu.
-
Penulis: Syatriadin Yosan