Tips Lengkap Mendaki Gunung Tambora bagi Pemula

Info Dompu - Setiap orang tidak terlahir untuk langsung menyukai sesuatu hal lalu menjalaninya sebagai hobi, begitu pula dengan mendaki gunung. Beberapa pakar kesehatan menyebutkan bahwa olahraga dan rekreasi seperti mendaki gunung sama pentingnya bagi tubuh seperti kebutuhan akan makanan bergizi. Tentu tak ada salahnya mencoba mendaki gunung, bukan?
Jika berkunjung ke wilayah timur Pulau Sumbawa, tepatnya di Kabupaten Dompu terdapat sebuah gunung dengan ketinggian 2.851 meter di atas permukaan laut (mdpl), Tambora namanya. Gunung ini semula memiliki tinggi 4.200 mdpl lalu ketinggiannya terpangkas menjadi ketinggian yang sekarang akibat letusan dahsyat pada tahun 1815.
Gunung Tambora menjulang gagah di wilayah utara Dompu, seolah menunggu setiap orang yang datang mendaki dan melihat keindahan alamnya.
Terdapat kawah menganga berdiameter sekitar 7 kilometer dengan kedalaman sekitar 1,2 kilometer. Ini menjadikan Gunung Tambora sebagai gunung dengan kawah terbesar di Indonesia. Di dalam kawah Tambora terdapat bentang alam seperti sabana, danau dan Gunung Api Toi yang selalu mengeluarkan asap belerang.
Mendaki Gunung Tambora dapat dilakukan dengan dua jalur resmi yang menjadi daerah kerja Balai Taman Nasional (TN) Tambora, yaitu jalur Kawinda Toi dan jalur Pancasila. Saat ini jalur yang paling populer dan sangat aman untuk pendaki pemula adalah jalur Pancasila.
Nama jalur pendakian Pancasila berasal dari nama desa yang berada di wilayah kaki Tambora yaitu Desa Pancasila di Kecamatan Pekat. Menuju ke desa ini dapat diakses menggunakan mobil atau motor dengan waktu tempuh sekitar 3-4 jam dari pusat Kota Dompu.
Bagi kamu yang belum pernah mendaki gunung, tak ada salahnya memilih Gunung Tambora sebagai destinasi pendakian perdana. Gunung ini memiliki keindahan alam yang sangat memesona di sepanjang jalur pendakian Pancasila dengan kondisi hutan yang sangat bervariasi menuju setiap pos pendakiannya. Jalur Pancasila juga menjadi satu-satunya jalur teraman yang membawa menuju Puncak Sejati Tambora.
Jalur Pancasila memiliki lima pos pendakian, sebelum pos 1 terdapat 5 shelter atau pos bayangan untuk dijadikan tempat beristirahat sebelum pendaki melanjutkan perjalanan. Pos 1 biasanya akan menjadi pos yang paling lama untuk ditempuh, namun sangat landai dengan kesejukan perkebunan kopi, tumbuhan paku dan berbagai jenis tanaman perdu. Nah, kira-kira sebelum pos 2 dan ke pos 5 hingga menuju ke Puncak Sejati Tambora akan ada pemandangan apa lagi ya?
Tidak usah menunggu lama, rencanakan perjalanan pendakian perdanamu menuju Tambora dengan tips-tips berikut ini:
Buatlah rencana perjalanan dan tentukan waktu yang tepat. Bagi kamu yang berasal dari Jakarta atau Pulau Jawa, harus mempersiapkan waktu setidaknya minimal satu minggu. Ini merupakan durasi waktu yang kamu butuhkan mulai dari perjalanan menuju ke Tambora, waktu perjalanan menuju Dompu, mendaki, dan pulang.
Lengkapi informasi perjalananmu dari berbagai sumber bacaan di internet maupun dari sosial media. Sangat disarankan untuk mencari teman jalan atau agen trip lokal yang biasa mengantarkan pendaki ke Tambora. Salah satu yang kami sarankan adalah Rasa Dompu Tour yang bisa dihubungi via Instagram @rasadompu.
Siapkan budget yang cukup untuk kebutuhan perjalananmu, meliputi biaya transportasi dari tempatmu menuju Dompu, juga biaya untuk logistik selama di Dompu dan Tambora.
Siapkan peralatan mendaki dan pakaian santai yang cukup. Jika belum memiliki peralatan yang lengkap, minimal sediakan sepatu gunung, sandal, pakaian santai dan jaket gunung. Kebutuhan mendaki lainnya bisa didiskusikan dengan agen trip lokal pilihanmu. Biasanya mereka akan menyiapkan dan mengusahakan kebutuhanmu selama perjalanan.
Tentukan pilihan transportasi yang sesuai dengan waktu dan budget-mu. Perjalanan udara akan sangat menghemat waktu tapi bisa jadi akan menguras kantongmu, sedangkan untuk perjalanan darat adalah sebaliknya. Dari daerahmu menuju ke Dompu bisa ditempuh menggunakan pesawat atau menggunakan bis antar kota. Jika menggunakan pesawat maka pilihlah penerbangan menuju ke Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima, Nusa Tenggara Barat. Lalu dari bandara bisa menggunakan mobil atau motor sekitar 1,5-2 jam perjalanan menuju pusat Kota Dompu. Jika menggunakan bis antar kota, maka bisa memilih rute langsung menuju Dompu dan bisa langsung turun di terminal Dompu atau daerah Manggelewa. Dari pusat kota bisa menggunakan motor atau mobil menuju Desa Pancasila yang berada di Kecamatan Pekat. Jika sudah menggunakan jasa trip and travel biasanya mereka yang akan menjemputmu dari titik kedatangan.
Registrasi pendakian. Mungkin ini yang kadang diabaikan oleh banyak pendaki. Tapi dengan menyimpan data pendakian di basecamp akan mempermudah pertolongan dari pihak Balai Taman Nasional ketika terjadi kecelakaan atau tersesat di hutan.
Tetap semangat dan jangan menyerah. Cobalah mengobrol dengan warga lokal atau pendaki lain untuk mendapatkan kisah seru tentang perjalanan mereka dan kamu pun bisa menceritakan hal yang sama kepada mereka tentang perjalananmu.
Puncak bukan tujuan dalam mendaki gunung karena kesehatan dan keselamatanmu yang utama, setidaknya begitu yang selalu diucapkan para pendaki gunung di Indonesia. Akan tetapi berusahalah mendaki hingga ke puncak karena ini pendakian perdanamu. Bahkan jika gagal menuju puncak tapi dapatkan pelajaran yang membuatmu merasa telah belajar sesuatu akan kehidupan.
Pulanglah dengan membawa cerita paling seru tentang mendaki Tambora untuk diceritakan kepada orang-orang yang disayangi.
Nah gimana tips-nya? Sampai jumpa di tanah tertinggi Dompu, Puncak Sejati Tambora menunggumu!
-
Intan Putriani
