Kumparan Logo
Konten Media Partner

Wilayah Dompu di NTB Mulai Dilanda Banjir

Info Dompuverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Banjir di wilayah Karijawa Dompu. Foto: Fery Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Banjir di wilayah Karijawa Dompu. Foto: Fery Pribadi

Info Dompu - Hujan yang turun beberapa hari terakhir ini menyebabkan terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Dompu.

“Kabupaten Dompu sangat rentan terjadi bencana banjir, angin puting beliung dan tanah longsor,” ungkap Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, Imran M Hasan, saat dihubungi via pesan WhatsApp, Sabtu (4/1).

Dikatakannya, bencana banjir kerap disebabkan karena intensitas hujan yang cukup deras dan lamanya curah hujan, sehingga mengakibatkan air sungai meluap dan menggenangi pemukiman atau rumah warga yang tinggal di lokasi bantaran sungai, bahkan keluar ke jalan-jalan raya.

“Banjir ini pun diakibatkan banyaknya sampah di lokasi sungai sehingga menghambat air mengalir di lokasi sungai,” jelasnya.

Banjir di wilayah Karijawa. Foto: Fery Peibadi

Sedangkan bencana tanah longsor lanjut Imran, itu disebabkan karena hutan gundul sehingga pada saat hujan turun membuat tanah pegunungan rentan longsor.

"Kalau musim hujan sangat rawan terjadi longsor di lokasi pegunungan,” terangnya.

Sementara bencana angin puting beliung, kerap terjadi saat hujan turun yang disertai angin. “Jadi tindak heran, kalau angin puting beliung terjadi saat hujan turun,” katanya.

Dia memaparkan, adapun lokasi-lokasi rawan terjadi bencana banjir antara lain, di Kecamatan Dompu: Kelurahan Bada, Bali Satu, Karijawa dan Kelurahan Potu. Kecamatan Woja: Kelurahan Simpasai, Kandai Dua, Desa Wawonduru, Kelurahan Monta Baru, Desa Matua, Desa Bara dan Desa Madaparama.

Banjir di Kempo. Foto: Info Dompu

Sedangkan di Kecamatan Pajo: Desa Jambu, Lune dan Ranggo. Kecamatan Hu’u Desa Daha dan Desa Sawe. Kecamatan Kempo: Desa Kempo, Ta’a, Soro, Tolokalo dan Desa Songgajah. Kecamatan Kilo: Desa Krama, Mbuju dan Desa Lasi. Kecamatan Pekat: Desa Calabai dan Kecamatan Manggelewa Desa Napa.

Lokasi terparah terjadi banjir, yakni Kelurahan Bada, Bali Satu, Karijawa, Kelurahan Kandai Dua dan beberapa lokasi yang sangat dekat dengan bantaran sungai.

“Sedangkan, untuk lokasi yang rawan terjadi tanah longsor yakni Desa Napa, Desa Nanga tumpu, Desa Jambu dan Kelurahan Kandai Satu,” paparnya.

Banjir di Kecamatan Kempo. Foto: Info Dompu

“Mengenai total kerugian akibat banjir dan tanah longsor itu belum kami rilis atau data secara keseluruhan. Tapi tetap ada nilai-nilai kerugian yang dialami oleh masyarakat akibat bencana tersebut,” tandasnya.

Meski tidak menimbukan korban jiwa. Namun, pantauan media ini, sejumlah sarana jalan raya di wilayah Desa dan Kecamatan mengalami kerusakan bahkan ada yang nyaris putus akibat diterjang banjir gunung yang terjadi sejak beberapa pekan terakhir ini.

Seperti kondisi yang terjadi pada ruas jalan lintas Rabalaju Mbawi, Desa Lune dan Desa Jambu Kecamatan Dompu. “Di wilayah ini, seluruh badan jalan tampak ditutupi sedimen lumpur tebal, kerikil dan batu,” kata Abdul Muis, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Dompu (4/1).

Banjir di ruas jalan menuju Pekat. Foto: Info Dompu

Akibatnya, material ini terbawa arus banjir turun ke areal pemukiman penduduk dan menggenangi permukaan jalan raya. Bahkan menerjang masuk ke sejumlah lahan sawah dan ladang milik warga.

“Derasnya arus banjir gunung yang menerjang. Beberapa titik ruas jalan Di Desa Lune Dan Desa Jambu kini mengalami kerusakan berat dan nyaris putus,” bebernya.

“Kerusakan terjadi lantaran ambrolnya gorong-gorong yang selama ini berfungsi sebagai saluran drainasi,” sambungnya.

Air menggenang halaman warga di Dompu. Foto: Info Dompu

Menanggulangi masalah tersebut, dirinya langsung ke lokasi dan mengerahkan tenaga teknis Bidang Bina Marga dan pegawai Dinas PUPR Dompu.

“Selain tim, kami juga mengerahkan sejumlah alat berat untuk membantu kegiatan di lokasi banjir,” tandasnya.

-

Ardyan

---

Stori ini merupakan bagian dari campaign kumparanDerma. Ayo berderma sekarang.

Untuk info, saran dan kritik mengenai kumparanDerma, sila kirim ke cs.derma@kumparan.com.