Kumparan Logo
Konten Media Partner

Banjir di Lamandau Putus Akses Jalan Negara Kalteng-Kalbar

InfoPBUNverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kelima ruas jalan di wilayah Kalteng yang terdampak banjir di antaranya Kudangan, Delang, Lopus, Sepoyu dan Sungai Tuat. Nampak pengguna jalan mengabadikan banjir dengan kamera ponselnya. Foto: IST/InfoPBUN
zoom-in-whitePerbesar
Kelima ruas jalan di wilayah Kalteng yang terdampak banjir di antaranya Kudangan, Delang, Lopus, Sepoyu dan Sungai Tuat. Nampak pengguna jalan mengabadikan banjir dengan kamera ponselnya. Foto: IST/InfoPBUN

InfoPBUN, KALIMANTAN TENGAH - Jalan Trans Kalimantan yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Barat di Kabupaten Lamandau kini kembali terendam banjir.

Banjir yang disebabkan curah hujan tinggi ini membuat sejumlah pengguna jalan khususnya kendaraan roda empat terpaksa harus antre hingga berjam-jam.

Sopir travel lintas Kalteng-Kalbar, Rahmad Subagyo mengungkapkan untuk wilayah Kalteng terdapat 5 titik ruas jalan yang terendam genangan banjir. Meski begitu, banjir ini bersifat pasang surut tergantung kondisi cuaca.

"Banjirnya itu kalo tengah hari surut, tapi kalo sudah agak malam sampai pagi banjir lagi, sudah 3 hari ini. Kalo memang ada yang mau ke sana (Kalbar) harus sabar. Gak sampai berhari-hari sih, ya nunggu 10 jam baru surut," ungkap dia, Senin (10/10/2022).

Pengguna mobil nekat menerobos banjir di Lamandau. Foto: IST/InfoPBUN

Kelima ruas jalan di wilayah Kalteng yang terdampak banjir di antaranya Kudangan, Delang, Lopus, Sepoyu dan Sungai Tuat. Banjir juga terjadi di sejumlah ruas jalan yang ada di wilayah Kalbar.

"Yang biasanya banjir sudah ada yang ditinggikan. Biasanya bisa hampir 20 titik. Kalo kita dari Kalteng arah ke Kalbar itu yang jalan negara, jalannya cuma satu itu aja," terang dia.

Rahmad menerangkan untuk ketinggian banjir yang terjadi di ruas Jalan Trans Kalimantan bervariasi, namun yang paling tinggi mencapai sepinggang hingga sedada orang dewasa.

"Kalo air lagi naik bisa sampai sepinggang sampai sedada. Biasanya malam air naik, tapi tergantung hujan juga sih. Kalo motor bisa pakai rakit bayar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu," terang Rakhmad.