Bocah 7 Tahun di Kumai Ditemukan Tewas di Kolam Renang Saat Perpisahan Sekolah
·waktu baca 3 menit

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Seorang bocah berusia 7 tahun dikabarkan meninggal dunia akibat tenggelam di kolam renang TWK Uning, Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada Selasa kemarin (21/6/2022), sekitar pukul 11.12 WIB.
Identitas korban berinsial FAA (7), Warga Jalan Padat Karya II Rt.16 Kelurahan Kumai Hilir, Kecamatan Kumai, Kobar. FAA ditemukan meninggal dunia karena tenggelam saat acara perpisahan sekolah PAUD TK Islam Terpadu Permata.
Kapolsek Kumai IPTU Rahis Fadhlillah menceritakan peristiwa nahas ini bermula saat rombongan siswa, guru dan wali murid TK Islam Terpadu Permata Kelurahan Kumai Hilir melakukan acara perpisahan di lokasi tersebut.
Usai melaksanakan berbagai kegiatan perpisahan dan foto bersama, selanjutnya FAA bersama salah seorang wali murid bernama Hariyanto dan rekannya yang lain berenang di kolam renang dangkal TWK Uning.
Memasuki jam makan siang, Hariyanto kemudian mengajak FAA untuk rehat sejenak. Namun ketika itu, FAA menolak dan melanjutkan aktivitas bermain dengan rekannya yang lain.
"Pada pukul 11.12 WIB, setelah sesi foto bersama korban dan orang tua laki laki Hariyanto berenang di kolam yang dangkal korban berenang kurang lebih sekitar 15 menit. Pada pukul 11.30 WIB Hariyanto mengajak korban untuk makan, namun korban menolak dan ingin bermain kembali bersama teman temannya di kolam renang tersebut," kata Rahis Fadhlillah, Rabu (22/6/2022)
Usai selesai makan siang, sambung Rahis, Hariyanto pun lantas mendatangi kembali lokasi kolam dangkal itu dengan maksud mengajak FAA mengisi perut, tetapi saat dicari dirinya tidak menemukan keberadaan Fatih.
"Setelah Hariyanto selesai makan berencana mencari korban untuk mengajak makan siang. Setelah mencari di seluruh kolam renang TWK Uning, korban tidak di temukan. Selanjutnya Hariyanto memberi tahu kepada wali kelas TK Permata,"
Hariyanto kemudian melapor kepada salah seorang wali kelas yang diteruskan kepada pengelola wisata kolam renang TWK Uning. Melalui pengeras suara, mereka mengumumkan hilangnya FAA.
Setelah beberapa saat, akhirnya keberadaan FAA ditemukan oleh seorang wali murid yang berenang di kolam berukuran 150 meter dalam keadaan lemas. Petugas kolam renang sempat memberikan pertolongan pertama, tetapi nyawanya tidak berhasil tertolong.
Sekitar pukul 12.15 WIB, korban ditemukan oleh wali murid yang berenang di kolam renang dengan ukuran 150 meter. Selanjutnya, Hariyanto dan petugas kolam renang TWK Uning mengambil tindakan pertama pada korban, namun tindakan tersebut tidak ada hasil"
"Dan dilanjutkan Hariyanto membawa korban ke Puskesmas Kumai sekitar pukul 13.00 WIB. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak puskesmas menyatakan bahwa korban tidak bisa diselamatkan. Selanjutnya sekitar pukul14.00 WIB, korban dibawa pulang," pungkasnya.
