Bupati Nurhidayah Resmikan Wisata Sawah Tirta Mulya di Desa Pangkalan Dewa
·waktu baca 2 menit

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Bupati Kotawaringin Barat, Nurhidayah meresmikan destinasi wisata sawah Tirta Mulya di Desa Pangkalan Banteng, Kecamatan Pangkalan Lada, Selasa (12/10/2021).
Acara peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng, yang disaksikan oleh Forkopimda Kobar, Kepala SOPD, kepala desa se-Kecamatan Pangkalan Lada, dan warga setempat.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kobar juga berkesempatan meninjau areal persawahan yang sengaja didesain menarik dan instagramable, guna memicu minat pengunjung.
Pada sambutannya, bupati mengapresiasi kreatifitas pemerintah desa setempat dalam mengembang potensi wisata yang ada di desanya.
Ia berharap destinasi wisata sawah ini bisa berkembang dan memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat di Desa Pangkalan Dewa.
"Dengan mengucap Bismillah, saya nyatakan wisata sawah Tirta Mulya di Desa Pangkalan Dewa resmi dibuka. Semoga tempat wisata ini banyak dikunjungi oleh masyarakat, maupun wisatawan," ucap Bupati Nurhidayah.
Seraya menambahkan, bupati juga menekankan pentingnya promosi wisata, baik oleh pemerintah desa selaku pengelola, maupun dari dinas terkait.
"Ini perlu kita promosikan supaya bisa dikenal oleh masyarakat luas. Nanti bisa dilengkapi dengan kuliner maupun aneka jajanan khas desa," imbuh Nurhidayah.
Pantauan di lokasi, untuk menuju lokasi ini terbilang cukup mudah. Dari kota Pangkalan Bun jarak yang ditempuh kurang lebih sekitar 45 menit, untuk sampai di lokasi wisata.
Lokasi wisata ini juga tidak jauh dari Tugu Pak Tani, ikon Kecamatan Pangkalan Lada. Perjalanan ke lokasi bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua dan empat.
Di lokasi sawah dengan total luas kurang lebih 11 hektare ini pengunjung bisa menyantap hidangan khas masyarakat Jawa, yaitu nasi Tiwul sembari melihat pemandangan hamparan padi dah suasana pedesaan.
Tak hanya itu, areal persawahan juga dilengkapi dengan jembatan titian yang dicat berwarna-warni, serta disediakan mini gazebo di tengah areal persawahan.
