Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ditipu Dapat Pekerjaan Bagus di Sampit, 48 Warga NTT Terlantar di Palangka Raya

InfoPBUNverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah calon pekerja asal NTT saat berada di aula Basarang, Palangka Raya.
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah calon pekerja asal NTT saat berada di aula Basarang, Palangka Raya.

PALANGKA RAYA-“Mencari hujan emas, menuai hujan batu,”. Mungkin itulah kalimat yang tepat untuk puluhan warga asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tertipu lowongan kerja dengan gaji besar di Kalimantan Tengah. Harapan mereka pupus setelah pekerjaan yang dijanjikan ternyata nihil.

Akibat tertipu lowongan kerja palsu, 48 warga yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak itu harus terlantar di Kota Cantik, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Ketua Paguyuban Flobamora, Goris Doni saat dikonfirmasi membenarkan adanya 48 orang masyarakat asal NTT yang saat ini terlantar di Palangka Raya akibat dari lowongan kerja palsu yang diperoleh dari media sosial.

“Iya benar. Mereka dari berbagai daerah di NTT yang katanya mau kerja di Sampit ternyata pekerjaan yang dijanjikan itu bohong,” ujar Goris, Selasa (20/12).

Goris mengatakan awalnya informasi pekerjaan di salah satu perusahaan di Sampit, Kotawaringin Timur diperoleh melalui facebook lalu berkomunikasi melalui telepon dengan salah seorang bernama Bambang yang menjanjikan pekerjaan tersebut.

“Katanya pekerjaannya di sawit, gajinya lumayan dan dapat beras setiap bulan. Itu yang membuat mereka tergiur dan datang ke Kalteng,” ujarnya.

Tergiur dengan gaji yang lumayan, akhirnya puluhan warga berangkat menuju Sampit. Apesnya para pencari kerja justru diarahkan ke Palangka Raya.

“Waktu sampai di Palangka Raya ternyata mereka ditipu. Nomor orang yang menjanjikan pekerjaan itu pun sudah tak bisa dihubungi,” terang Goris.

“Saat ini kita masih berupaya untuk mencarikan solusi, apakah nanti akan dipulangkan atau akan dicarikan pekerjaan pada perusahaan sawit yang ada di Kalteng,” tambah Goris.

Sementara itu, Lurah Bukit Tunggal Subhanoor mengatakan pihaknya mengetahui adanya warga yang terlantar langsung bergerak cepat melakukan evakuasi ke aula Basarang.

"Kita mendapati mereka tiduran di pinggir jalan yang akhirnya kita bawa ke Kelurahan Bukit Tunggal untuk beristirahat di aula Basarang yang kita miliki untuk mereka beristirahat," ujarnya.

Saat dikonfirmasi terkait jumlah, Subhanoor menerangkan para pencari kerja asal NTT itu berjumlah 48 orang yang terdiri dari 31 orang dewasa dan 17 anak-anak.

“Kita sudah koordinasi dengan ketua Paguyuban Flobamora dan informasinya ada salah satu perusahaan yang siap menampung,” tuturnya.