DPMD Dorong Bumdes di Kobar Lirik Pemanfaatan Nira Sawit Jadi Gula Merah
ยทwaktu baca 2 menit

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Kelapa sawit merupakan komoditi perkebunan yang memiliki peran penting dalam aktivitas perekonomian di kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah.
Tercatat, kabupaten berjuluk Bumi Marunting Batu Aji ini masuk peringkat tiga besar pengekspor Crude Palm Oil (CPO) di Indonesia, berdasarkan catatan Kementrian Pertanian RI pada tahun 2021 lalu.
Dengan luasan kebun yang terbilang cukup besar, pemanfaatan limbah batang sawit yang masuk tahap peremajaaan menjadi potensi usaha yang menjanjikan, salah satunya industri pengolahan gula merah dari nira sawit.
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kotawaringin Barat (Kobar) mendorong agar pemerintah desa melalui Bumdes melirik pemanfaatan limbah tersebut sebagai usaha yang berkelanjutan bagi masyarakat perdesaan.
"Beberapa waktu lalu kami bersama pemerintah desa se-Kobar melakukan kaji tiru ke kabupaten Pesawaran, Lampung. Di sana padahal lahannya kecil kalo dibandingkan dengan kita yang ada di Kobar, tapi hasil pemanfataan nira sawit yang diolah jadi gula merah bisa sampai ratusan juta," kata Kepala DPMD Kobar Yudhi Hudaya.
Yudhi menjelaskan, limbah sawit yang bisa dimanfaatkan tidak hanya berasal dari batang pohon sawit hasil replanting, tetapi bisa juga memanfaatkan batang sawit yang tidak produktif. Potensi satu bang sawit bisa mencapai puluhan liter nira.
"Ini bisa dimanfaatkan oleh bumdes kerja sama dengan perusahaan atau petani yang sawit sudah masuk tahap peremajaan. Tapi bisa juga memanfaatkan sawit yang ditebang karena kurang produktif. Waktu di sana (Pesawaran) kami melihat langsung cara pengambilan nira dan pengolahannya," jelasnya.
Ia menambahkan, pasokan nira dari tanaman aren sebagai bahan baku gula merah di Kobar saat ini masih terbatas, sehingga pemanfaatan nira dari sawit menjadi pilihan bagi pelaku usahanya.
"Setelah kami coba rasa gula merah dari sawit sama kayak gula merah aren. Rasa air niranya pun hampir sama. Apalagi kebutuhan gula merah kita masih terbatas, ini bisa dimanfaatkan," terang Yudhi.
