Kumparan Logo
Konten Media Partner

Gapura Pelabuhan Panglima Utar Kumai Bakal Diubah Lebih Estetik

InfoPBUNverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Peletakan batu pertama pembangunan gerbang pelabuhan Panglima Utar Kumai. Nantinya gerbang bergaya ciri khas lokal ini diperkirakan rampung pada akhir tahun 2022. Foto: Lukman Hakim/InfoPBUN
zoom-in-whitePerbesar
Peletakan batu pertama pembangunan gerbang pelabuhan Panglima Utar Kumai. Nantinya gerbang bergaya ciri khas lokal ini diperkirakan rampung pada akhir tahun 2022. Foto: Lukman Hakim/InfoPBUN

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Gerbang pelabuhan Panglima Utar yang berada di Kecamatan Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, akan dirombak dan diganti dengan gerbang yang lebih estetik.

Proses pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama di lokasi gerbang oleh Bupati Kobar Nurhidayah di Kecamatan Kumai, Jum'at (20/5/2022). Hadir dalam acara ini GM Pelindo Bumiharjo-Kumai Rio Dwi Santoso, Camat Kumai Abdul Ghofur dan Kepala Dishub Kobar Amir Hadi.

Selain itu nampak pula Kapolsek Kumai IPTU Rahis Fadhlillah, Danramil 02/1014 Kumai Kapten Arm Ahmad Zubaidi, perwakilan TNI AL, Kabid Cipta Karya PUPR Kobar serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya bupati mengatakan proses pembangunan gerbang yang baru sepenuhnya didanai melalui anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pelindo Bumiharjo-Kumai.

Bupati meletakan batu pertama gerbang pelabuhan Panglima Utar Kumai didampingi GM Pelindo Rio Dwi Santoso dan Camat Kumai. Foto: Lukman Hakim/InfoPBUN

Ia memberikan apresiasinya atas kepedulian BUMN dalam mendukung pembangunan di Kobar, terutama pembenahan gerbang sebagai pintu masuk ke Bumi Marunting Batu Aji.

"Ibu mengucapkan terima kasih atas dukungan PT Pelindo mewujudkan keinginan kita bersama membangun gerbang pelabuhan Panglima Utar Kumai," kata Bupati Nurhidayah.

Nurhidayah menerangkan, sejatinya rencana pembenahan gerbang ini sudah dicetuskan 2 tahun silam, namun sempat terkendala akibat pandemi COVID-19 dan baru bisa direalisasikan di penghujung masa jabatannya.

"Keinginan ini sebenarnya sudah ada sejak 2 tahun lalu sebelum pandemi, kita sudah bicara dan diskusi panjang, alhamdulillah gayung bersambut PT Pelindo siap memfasilitasi di penghujung masa jabatan ibu," sambungnya.

Bupati berharap gerbang ini nantinya bisa menjadi ikon baru, serta menambah estetika kota pelabuhan Kumai. Ia juga mengapresiasi desain gerbang yang dinilai mencerminkan ciri khas daerah.

"Dengan dibangunnya gapura ini nanti bisa menjadi salah satu ikon kebanggaan di Kumai ini. Desainnya memang sudah dirancang dengan tetap mengambil kearifan lokal," tukas Nurhidayah.

Sketsa desain gerbang Panglima Utar Kumai bergaya lokal. Foto: Lukman Hakim/InfoPBUN

Di tempat yang sama, GM Pelindo Bumiharjo-Kumai Rio Dwi Santoso menjelaskan lama pembangunan gerbang kurang lebih setengah tahun dengan anggaran sebesar 1,3 miliar rupiah.

"Untuk desainnya sudah melalui beberapa tahapan dan diskusi panjang. Rencana pelaksanaannya paling cepet 6 bulan dengan anggaran CSR 1,3 miliar rupiah, mudah-mudahan lancar," harap Rio.