kumparan
News16 Agustus 2019 23:27

Gubernur Kalteng Hadiri Pidato Presiden

Konten Redaksi Infopbun
16082019102718_2.jpeg
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyalami Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. (Foto: Pemprov Kalteng)
InfoPBUN, PALANGKA RAYA - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Sugianto Sabran menghadiri sidang tahunan MPR dalam agenda penyampaian pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo di depan anggota DPR, DPD, Ketua Lembaga Negara serta para tamu undangan lainnya, Jumat (16/8).
ADVERTISEMENT
Presiden Jokowi menyampaikan tiga pidato, yaitu pukul 8.30 WIB soal Pidato Sidang Tahunan, pukul 10.20 WIB Pidato Kenegaraan dan 14.00 WIB Pidato Nota Keuangan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, (16/8)
"Hari ini Gubernur diundang. Terus juga diundang ke istana negara berkenaan dengan upacara bendera," ujar Sekda Kalteng Fahrizal Fitri di Palangka Raya, dilansir dari borneonews.co.id.
"Dan itu sangat terpilih sekali. Saya nggak tahu apa, cuma ada 2 provinsi yang diundang termasuk Kalteng," tandasnya.
Seperti kita ketahui bersama, Tim Kesenian dari Kalteng akan menampilkan tarian Hyang Dadas selama kurang lebih 15 menit sebelum upacara penurunan bendera 17 Agustus di Istana Merdeka dan akan disaksikan langsung oleh Presiden Jokowi.
Tim kesenian dari Bumi Tambun Bungai ini telah melakukan gladi bersih pada Kamis (15/8) siang, di Istana Merdeka, Jl. Medan Merdeka Utara No.3, RT.2/RW.3, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
ADVERTISEMENT
"Tim kesenian Kalimantan Tengah akan menampilkan tarian Hyang Dadas, jumlah penampil keseluruhan itu dengan pemusik ada 221 orang," ucap Dwitya Amanda Putri pimpinan produksi tari Hyang Dadas.
Ratusan penari dan pemusik yang tergabung dalam tim kesenian Kalteng ini berasal sanggar dan siswa-siswi sekolah yang telah diseleksi dari beberapa Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Tengah.
"Dari Kota Palangka Raya, Kabupaten Kotawaringin Timur, Barito Selatan, Barito Timur, Kapuas, dan Barito Utara. Para penampil berasal dari sanggar-sanggar dan anak-anak sekolah yang kita seleksi," pungkasnya. (Joko Hardyono)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan