kumparan
9 Juli 2019 19:45

Ibu-ibu Tanam Mangrove Untuk Migitasi Bencana

IMG-20190709-WA0079.jpg
Bupati Kobar Nurhidayah bersama Ibu-Ibu PKK usai menanam mangrove di Desa Keraya. (Foto: Joko Hardyono)
InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Di era modern ini, peran perempuan dalam kehidupan tidak bisa dipandang sebelah mata. Perempuan juga memiliki kontibusi besar dalam peradaban termasuk konservasi. Seperti yang dilakukan Ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-Kalimantan Tengah (Kalteng) yang menanam pohon mangrove di pesisir pantai, Desa Keraya, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Selasa (9/7).
ADVERTISEMENT
Kegiatan tersebut dalam rangka membangun peran perempuan dalam mitigasi bencana dan perubahan iklim di wilayah pesisir serta peringatan Hari Lingkungan Hidup tahun 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bersama Organisassi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja (Isteri Menteri Kabinet Kerja) dengan tema "Gerakan Nasional Peduli Mangrove" secara serentak di 12 Provinsi termasuk Provinsi Kalimantan Tengah yang dipusatkan di Desa Keraya.
Ibu Bupati Sukamara sekaligus Ketua PKK Sukamara Siti Zulaiha Windu menuturkan, penanam pohon mangrove di pesisir pantai Desa Keraya sebagai bentuk dukungan pada pelestarian lingkungan. Sehingga ekosistim dapat terjaga dengan baik.
"Tidak hanya dapat mengurangi abrasi, mangrove juga bermanfaat untuk kehidupan biota laut dan juga bisa menjadi objek wisata," ujar Siti, Selasa (9/7) kepada InfoPBUN.
IMG-20190709-WA0078.jpg
Ibu Bupati Sukamara menanam pohon mangrove di pesisir pantai Desa Keraya. (Foto: Joko Hardyono)
Sementara itu, Bupati Kobar Nurhidayah menyampaikan, lokasi penanaman mangrove dipusatkan di Desa Keraya juga untuk menguangi dampak resiko abrasi yang terjadi di pesisir pantai Desa Keraya, Kecamatan Kumai belakangan ini.
ADVERTISEMENT
"Yang pasti dengan adanya mangrove bisa mengurangi terjadinya abrasi, sehingga begitu pentingnya pelestarian lingkungan terutama mangrove," tandasnya.
Nurhidayah berharap, hutan mangrove yang ditanam tersebut terus dijaga kelestariannya dimasa mendatang. "Paling tidak masyarakat disekitar Desa Keraya dapat ikut membantu merawat hutan mangrove," pungkasnya. (Joko Hardyono)
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan