Ibu Muda di Pangkalan Bun Laporkan Suaminya ke Polisi karena Sering Dianiaya
ยทwaktu baca 2 menit

InfoPBUN, KOTAWARINGIN BARAT - Kerap mendapat perlakuan kasar, seorang ibu muda berinisial JA (21) di Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, melaporkan suaminya sendiri, RAP (23) ke polisi atas tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Perbuatan tak terpuji suaminya itu bahkan sempat diabadikan oleh JA melalui kamera ponsel, kemudian diunggah ke media sosial, sehingga cukup menjadi perhatian sejumlah warganet.
Dalam rekaman video yang diposting oleh akun IG @dyr.alia nampak RAP dengan nada tinggi memaki JA yang tak lain merupakan istrinya. Tak hanya itu, pelaku juga menendang korban dihadapan anaknya yang masih balita.
Saat dikonfirmasi InfoPBUN, Selasa (22/2/2022), JA mengaku selama 3 tahun membina biduk rumah tangga bersama RAP, dirinya sering mendapatkan kekerasan, baik secara fisik maupun verbal.
"Sudah dari saya hamil. Sampe anak mau umur 3 tahun. Semuanya sudah pernah, cekek, todong pisau, paling sering nendang," ungkap JA.
Ia menjelaskan jika suaminya tersebut kerap berbohong kepadanya. Akibatnya, pertengkaran dan adu mulut disinyalir menjadi penyebab kekerasan terhadap perempuan beranak satu ini.
"Cekcok mulut yang didasari bnyak hal. Gk nentu masalah apa. Orangnya emang temperamen dan manifulatif," terang dia.
JA menuturkan bahwa saat ini RAP sudah diamankan oleh aparat berwajib. Upaya mediasi telah dilakukan, namun masih menemui titik buntu.
"Udah gak, soalnya emang udah diurus polisi. Dia udah dipenjara sementara. Saya juga sudah buat laporan. Gak mau damai lagi. Kalo damai saya mikir takut dia makin nekat sama saya," tuturnya.
Ia berharap proses hukum terus berlanjut dan suaminya mendapat balasan setimpal. Ia khawatir perbuatan serupa kembali terulang.
"Tetap lanjut proses hukum. Harapan saya supaya dari keluarga laki-laku tidak mengancam saya ataupun anak saya. Dan suami saya dihukum seadil-adilnya," tukasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kobar, AKP Rendra Aditya Dhani saat dikonfirmasi InfoPBUN, hingga kini belum memberikan jawaban.
